Sukses

Health

Sakit Tenggorokan Tanpa Demam? Ini 10 Cara Ampuh Meredakannya di Rumah

ringkasan

  • Sebagian besar kasus sakit tenggorokan tanpa demam disebabkan oleh infeksi virus dan dapat diredakan secara efektif dengan berbagai pengobatan rumahan seperti minuman hangat, madu, berkumur air garam, serta istirahat cukup.
  • Jika pengobatan rumahan tidak cukup, obat bebas seperti Ibuprofen, Parasetamol, semprotan tenggorokan, dan lozenges medis dapat membantu meredakan nyeri dan gejala lainnya.
  • Penting untuk mencari bantuan medis jika sakit tenggorokan berlangsung lama, memburuk, disertai kesulitan bernapas/menelan

Fimela.com, Jakarta - Sakit tenggorokan seringkali datang tanpa peringatan, bahkan tanpa disertai demam yang biasanya menjadi tanda infeksi serius. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh infeksi virus ringan seperti pilek atau flu biasa yang menyerang saluran pernapasan atas. Meskipun terasa tidak nyaman, sebagian besar kasus akan membaik dengan sendirinya dalam kurun waktu sekitar satu minggu.

Rasa nyeri dan iritasi pada tenggorokan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, mulai dari berbicara hingga menelan makanan. Infeksi virus ini menyebabkan peradangan pada selaput lendir tenggorokan. Siapa pun bisa mengalaminya, terutama saat musim pancaroba atau ketika daya tahan tubuh sedang menurun.

Namun, Sahabat Fimela tidak perlu khawatir berlebihan. Ada berbagai cara efektif yang bisa dilakukan untuk meredakan gejala sakit tenggorokan tanpa demam ini. Mulai dari pengobatan rumahan yang sederhana hingga pilihan obat bebas, semua bisa membantu Anda merasa lebih baik dan kembali beraktivitas dengan nyaman.

Pengobatan Rumahan Efektif untuk Sakit Tenggorokan Tanpa Demam

Ketika sakit tenggorokan tanpa demam menyerang, banyak pengobatan rumahan yang dapat menjadi pertolongan pertama untuk meredakan nyeri dan iritasi. Memastikan tubuh terhidrasi dengan baik adalah kunci utama. Minuman hangat seperti teh herbal atau kaldu ayam dapat membantu mengencerkan lendir dan membersihkan tenggorokan Anda.

Selain minuman hangat, cairan dingin seperti es air atau teh herbal dingin juga efektif dalam meredakan nyeri dan peradangan. Bahkan, mengisap es batu atau es loli bisa memberikan sensasi mati rasa sementara yang sangat membantu. Penting untuk menghindari minuman berkafein dan beralkohol karena dapat menyebabkan dehidrasi, yang justru memperparah kondisi tenggorokan Anda.

Madu dikenal sebagai penenang tenggorokan alami yang luar biasa; ia melapisi tenggorokan dan mengurangi iritasi berkat sifat antibakteri dan anti-inflamasinya. Anda bisa mencampurnya dalam teh hangat, air lemon hangat, atau mengonsumsinya langsung. Namun, ingatlah untuk tidak memberikan madu kepada anak di bawah usia satu tahun karena risiko botulisme infantil.

Berkumur dengan air garam hangat adalah metode klasik yang terbukti efektif. Garam membantu mengurangi pembengkakan dengan menarik cairan dari jaringan tenggorokan dan berpotensi membunuh mikroba. Larutan 1/2 sendok teh garam dalam segelas air hangat, dikumur selama 30 detik setiap jam, sangat disarankan. Kombinasi air garam dan soda kue juga dapat meningkatkan efektivitasnya, bahkan direkomendasikan oleh National Cancer Institute untuk membunuh bakteri dan mencegah pertumbuhan jamur.

Untuk Sahabat Fimela yang merasa tenggorokannya kering dan teriritasi, uap atau kelembaban bisa menjadi solusi. Menghirup uap hangat dari mandi air panas atau menggunakan pelembap udara (humidifier) di rumah dapat membuka saluran udara dan melembapkan tenggorokan. Pastikan pelembap udara selalu bersih untuk mencegah pertumbuhan jamur atau bakteri.

Permen pelega tenggorokan atau permen keras juga dapat membantu menjaga tenggorokan tetap lembap dengan merangsang produksi air liur. Beberapa di antaranya bahkan mengandung bahan mati rasa seperti lidokain yang memberikan efek pereda nyeri sementara. Makanan beku seperti es loli atau sorbet juga bisa menjadi pilihan yang menenangkan untuk meredakan rasa panas di tenggorokan Anda.

Berbagai teh herbal seperti teh jahe, peppermint, kamomil, akar licorice, dan akar marshmallow menawarkan manfaat anti-inflamasi, antibakteri, atau melapisi tenggorokan. Cuka apel, minyak kelapa, kayu manis, dan bawang putih juga dikenal memiliki sifat antibakteri alami dan anti-inflamasi yang dapat membantu meredakan gejala sakit tenggorokan. Jangan lupakan pentingnya istirahat yang cukup untuk mempercepat proses penyembuhan, termasuk mengistirahatkan suara Anda.

Pilihan Obat Bebas untuk Meredakan Sakit Tenggorokan yang Mengganggu

Jika pengobatan rumahan dirasa kurang ampuh untuk mengatasi sakit tenggorokan tanpa demam Anda, beberapa obat bebas (over-the-counter) dapat menjadi alternatif. Obat pereda nyeri seperti Ibuprofen (NSAID) dan Parasetamol (Acetaminophen) sangat efektif dalam mengurangi gejala nyeri. Ibuprofen bahkan mungkin sedikit lebih unggul dalam meredakan nyeri tenggorokan dibandingkan Parasetamol.

Penting untuk mengikuti dosis yang dianjurkan: Ibuprofen 400mg setiap 6-8 jam (maksimal 1200mg/24 jam) dan Parasetamol 650-1000mg setiap 4-6 jam (maksimal 4000mg/24 jam). Sahabat Fimela perlu ingat, jangan pernah memberikan aspirin kepada anak-anak atau remaja karena berisiko menyebabkan sindrom Reye, kondisi langka yang mengancam jiwa.

Semprotan tenggorokan yang mengandung fenol atau lidokain juga dapat memberikan efek mati rasa lokal dan pereda nyeri sementara. Semprotan ini bekerja cepat dengan mematikan ujung saraf di tenggorokan, memberikan kelegaan instan. Lozenges medis yang mengandung benzokain, lidokain, atau ambroxol juga terbukti efektif sebagai anestesi lokal, sekaligus menjaga tenggorokan tetap lembap.

Untuk gejala yang lebih kompleks, beberapa obat batuk dan pilek kombinasi tersedia. Produk seperti Mucinex Fast-Max Liquid Gels atau Tylenol Extra Strength Cough + Sore Throat Day & Night Caplets mengandung beberapa bahan aktif seperti Acetaminophen untuk nyeri, Dextromethorphan HBr sebagai penekan batuk, Guaifenesin sebagai ekspektoran, dan Phenylephrine HCl sebagai dekongestan hidung. Pilihlah sesuai dengan gejala yang Anda alami.

Kapan Harus Waspada? Mengenali Gejala Sakit Tenggorokan yang Membutuhkan Bantuan Medis

Meskipun sebagian besar kasus sakit tenggorokan tanpa demam akan sembuh dengan sendirinya, sangat penting bagi Sahabat Fimela untuk mengetahui kapan harus mencari perawatan medis. Segera cari pertolongan medis jika Anda atau anak Anda mengalami kesulitan bernapas atau menelan, darah dalam air liur atau dahak, air liur berlebihan pada anak kecil, dehidrasi, pembengkakan sendi, ruam, leher kaku, atau nanah pada amandel.

Anda juga perlu segera menemui penyedia layanan kesehatan jika sakit tenggorokan Anda berlangsung lebih dari beberapa hari atau justru memburuk. Gejala lain yang memerlukan perhatian medis adalah demam tinggi (di atas 39.4°C), kelenjar getah bening yang membengkak, suara serak selama lebih dari satu minggu, atau nyeri tenggorokan yang parah dan menjalar ke telinga, serta nyeri yang berlangsung lebih dari 3 minggu.

Penyebab sakit tenggorokan yang lebih serius, seperti radang tenggorokan (strep throat) yang disebabkan oleh bakteri Group A Streptococcus, membutuhkan penanganan antibiotik. Dokter mungkin akan melakukan tes usap tenggorokan untuk mendiagnosis kondisi ini. Ingatlah, antibiotik tidak efektif untuk infeksi virus yang merupakan penyebab sebagian besar sakit tenggorokan, sehingga diagnosis yang tepat sangat penting.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading