Fimela.com, Jakarta - Kanker darah di usia muda menjadi perhatian serius bagi banyak orang tua dan keluarga. Pertanyaan mendasar yang sering muncul adalah, apa sebenarnya yang memicu penyakit ini? Para ahli sepakat bahwa penyebabnya tidak tunggal, melainkan kombinasi kompleks antara faktor genetik dan lingkungan yang berinteraksi satu sama lain.
Meskipun penyebab pasti sebagian besar kasus kanker darah pada anak-anak dan dewasa muda masih belum sepenuhnya terungkap, beberapa faktor risiko telah berhasil diidentifikasi.
Advertisement
Peran Genetik dalam Kanker Darah Usia Muda
Faktor genetik memegang peranan penting dalam meningkatkan risiko kanker darah pada individu yang lebih muda.
Mutasi Genetik Acak
Sebagian besar kasus leukemia pada pasien muda disebabkan oleh mutasi atau perubahan DNA yang terjadi secara acak pada sel darah, dan mutasi ini umumnya tidak diwarisi dari orang tua.
Mutasi genetik yang memicu leukemia pada masa kanak-kanak seringkali merupakan mutasi yang didapat sejak dini, bahkan terkadang sebelum lahir.
Sindrom Genetik Bawaan
Beberapa kondisi genetik bawaan secara signifikan meningkatkan risiko leukemia dan limfoma pada anak-anak:
- Sindrom Down (Trisomi 21): Anak-anak dengan Sindrom Down memiliki risiko yang jauh lebih tinggi untuk mengembangkan leukemia limfoblastik akut (ALL) atau leukemia mieloid akut (AML) dibandingkan anak-anak tanpa sindrom ini. Risiko keseluruhan diperkirakan sekitar 2% hingga 3%.
- Sindrom Li-Fraumeni: Ini adalah kondisi langka yang disebabkan oleh perubahan pada gen TP53, yang berperan penting dalam menekan tumor. Sindrom ini meningkatkan risiko berbagai jenis kanker pada masa kanak-kanak dan dewasa, termasuk leukemia.
- Anemia Fanconi: Gangguan genetik bawaan ini menyebabkan sumsum tulang gagal memproduksi sel darah secara normal, sehingga meningkatkan risiko leukemia.
- Ataxia-telangiectasia: Individu dengan kondisi ini memiliki risiko lebih tinggi terhadap kanker sel darah (leukemia) dan sel sistem kekebalan (limfoma).
- Sindrom Wiskott-Aldrich (WAS) dan Sindrom Nijmegen Breakage: Limfoma dan beberapa kanker lain dapat terjadi pada anak-anak dan remaja dengan sindrom ini.
- Mutasi Genetik Warisan Lainnya: Studi genomik telah mengungkapkan bahwa setidaknya 5-10% anak-anak dengan kanker, dan sekitar 3-4% anak-anak dengan ALL, mengembangkan penyakit karena predisposisi genetik yang mendasari. Beberapa gen seperti RUNX1, GATA2, dan PAX5 telah diidentifikasi dapat meningkatkan risiko leukemia secara signifikan.
Riwayat Keluarga
Memiliki anggota keluarga yang didiagnosis menderita leukemia dapat meningkatkan risiko seseorang, meskipun risiko keseluruhan tetap rendah. Risiko ini lebih tinggi jika ada saudara kandung, terutama kembar, yang menderita leukemia.
Faktor Lingkungan yang Perlu Diwaspadai
Faktor lingkungan dapat berinteraksi dengan predisposisi genetik untuk memicu perkembangan kanker darah.
- Paparan Radiasi: Paparan radiasi tingkat tinggi merupakan faktor risiko leukemia akut pada masa kanak-kanak. Ini termasuk radiasi pengion dari sumber seperti sinar-X, CT scan (dengan risiko kecil), dan paparan radiasi tingkat tinggi seperti dari kecelakaan nuklir atau terapi radiasi sebelumnya.
-
Paparan Bahan Kimia: Paparan bahan kimia tertentu, seperti benzena, dikaitkan dengan peningkatan risiko beberapa jenis leukemia. Benzena ditemukan dalam bensin, asap kendaraan, polusi udara perkotaan, dan digunakan dalam industri kimia. Bahan kimia lain yang terkait meliputi:
- Pestisida: Paparan rumah tangga terhadap pestisida sebelum lahir atau pada masa kanak-kanak awal telah dikaitkan dengan leukemia mieloid akut (AML) pada anak-anak.
- Cat dan Pelarut: Paparan orang tua terhadap cat dan pelarut juga dikaitkan dengan risiko AML pediatrik yang lebih tinggi.
- Obat Kemoterapi Tertentu: Anak-anak dan orang dewasa yang diobati untuk kanker lain dengan obat kemoterapi tertentu memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker kedua, seperti AML, di kemudian hari.
- Zat Perfluoroalkil (PFAS): Ditemukan dalam barang-barang rumah tangga umum seperti peralatan masak antilengket dan air minum, PFAS dikaitkan dengan peningkatan risiko leukemia pada anak-anak.
- Polusi Udara: Paparan polusi udara dalam jumlah yang lebih tinggi pada awal kehidupan, terutama dari lalu lintas dan senyawa benzena, juga dikaitkan dengan leukemia pada anak-anak.
- Infeksi: Infeksi virus tertentu telah dikaitkan dengan beberapa jenis kanker pada masa kanak-kanak. Infeksi virus seperti Epstein-Barr Virus (EBV) dan Human Immunodeficiency Virus (HIV) dapat meningkatkan risiko limfoma.
- Sistem Kekebalan Tubuh yang Melemah: Anak-anak dengan sistem kekebalan tubuh yang melemah, seperti mereka yang menjalani transplantasi organ atau memiliki infeksi HIV, memiliki risiko lebih tinggi untuk limfoma Hodgkin. Kondisi imunodefisiensi atau penggunaan obat imunosupresan dapat meningkatkan risiko limfoma.
Advertisement
Membedah Mitos: Milk Tea dan Air Putih dalam Kasus Kanker Darah
Belakangan ini, perbincangan mengenai kebiasaan influencer yang mengonsumsi milk tea dan kurang minum air putih dikaitkan dengan kanker darah. Penting untuk membedakan antara faktor risiko yang diketahui untuk kanker darah dan kebiasaan diet tertentu.
Minuman Manis (seperti Milk Tea yang Manis)
- Kaitan dengan Kanker Secara Umum: Konsumsi minuman manis secara positif dikaitkan dengan risiko kanker secara keseluruhan, termasuk kanker payudara, prostat, kolorektal, dan pankreas. Minuman manis dapat menyebabkan peningkatan jaringan lemak dan obesitas, yang merupakan pemicu kanker. Selain itu, minuman manis juga dapat meningkatkan kadar insulin darah, yang bisa menjadi faktor pertumbuhan tumor, serta menyebabkan peradangan dan stres oksidatif.
- Milk Tea Spesifik: Meskipun teh (terutama teh hijau) mengandung antioksidan yang bermanfaat, "milk tea" seringkali mengandung gula dalam jumlah tinggi. Oleh karena itu, potensi risiko lebih berkaitan dengan kandungan gula dalam minuman tersebut daripada teh atau susu itu sendiri. Tidak ada bukti langsung yang secara spesifik mengaitkan konsumsi milk tea dengan kanker darah dalam hasil penelitian yang ada.
Kurangnya Minum Air Putih (Dehidrasi)
- Dehidrasi sebagai Komplikasi, Bukan Penyebab Kanker: Dehidrasi adalah kondisi serius yang dapat memperburuk kesehatan, terutama bagi pasien kanker yang sedang menjalani pengobatan. Gejala kanker dan efek samping pengobatan (seperti mual, muntah, diare, demam) dapat menyebabkan dehidrasi.
- Tidak Ada Kaitan Langsung dengan Penyebab Kanker Darah: Hasil penelitian tidak menunjukkan bahwa kurangnya minum air putih atau dehidrasi merupakan penyebab langsung dari kanker darah. Dehidrasi lebih merupakan kondisi yang dapat terjadi sebagai akibat atau bersamaan dengan penyakit serius, termasuk kanker, dan dapat memperburuk kondisi pasien.
Secara keseluruhan, meskipun kebiasaan diet yang buruk dan konsumsi minuman manis berlebihan dapat berkontribusi pada risiko kanker tertentu (seringkali melalui obesitas dan masalah metabolisme), tidak ada bukti langsung yang menunjukkan bahwa kebiasaan tidak minum air putih dan hanya minum milk tea secara spesifik menyebabkan kanker darah. Kanker darah pada usia muda lebih sering dikaitkan dengan faktor genetik dan paparan lingkungan tertentu yang kompleks.

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1808529/original/044124600_1538876305-98881E15-4590-420B-B428-7F754A916498.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3230666/original/054667000_1599459934-cancer-patient-resting_256588-1326.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4620950/original/039726600_1698055340-national-cancer-institute-0izFVmwJ5pw-unsplash.jpg)
![Dengan berkembangnya teknologi kesehatan, kini tersedia vaksin HPV nonavalent. [Dok/freepik.com/atlascompany]](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/gBTBSADP_-43VHpTLhp9HdfnfIc=/200x200/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5332137/original/004422800_1756458000-women-s-health-women-s-healthcare-concept-with-uterus.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4043820/original/013127300_1654493825-amr-taha-buKesU5Bpy8-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4035121/original/043331000_1653631116-nylos-kBhsaadPv1Y-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3018102/original/093620400_1578636974-nursultan-bakyt-Y0YYO_oelIo-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5325547/original/084340200_1756004540-cookie_studio.jpg)
![Sahabat Fimela, kamu dapat mengubah waktu libur sekolah menjadi kesempatan emas untuk mempererat bonding sekaligus mengasah kreativitas dan keterampilan anak. [Dok/freepik.com]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/4GtHTaniSONKcWAw4dG0P5YVTew=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5560422/original/050470300_1776668481-2148902361.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6387519/original/015685900_1779262812-Volvo_EX90.jpeg)
![Kenangan liburan terbaik sering lahir dari momen sederhana yang dilakukan bersama keluarga. [Dok/Pexels.com/Kristyna Vyvolej.to].](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/5jC0xvE5tGheJ6jdmHL8MFFtspM=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5556055/original/084511000_1776230257-article_bank__44_.jpg)
![Agar anak menjadi mudah beradaptasi saat liburan, sebagai orangtua kamu dapat melakukan beberapa cara berikut ini! [Dok/freepik.com/tirachardz]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/tZ4muciS0hcI8k70CmwNbUiohcg=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5555465/original/031767700_1776158040-2445.jpg)
![Destinasi liburan edukatif kini hadir dengan konsep interaktif yang sangat menyenangkan bagi keluarga. [Dok/Pexels.com/Tahir Xəlfə].](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/Ew9tUROGOVSIUK_tB-wBP6ljC_8=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5574595/original/028679300_1777968888-pexels-tahir-36297669.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5574772/original/009930600_1777977781-jonathan-j-castellon-FHNgTEuxyJA-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6925759/original/008931200_1779696087-BSwAtP6hjxU-png__700.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5311108/original/083062900_1754820532-WhatsApp_Image_2025-08-10_at_17.01.55_20827dcf.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5298486/original/066279400_1753763539-outfit_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5557511/original/014680100_1776332612-pexels-shvets-production-7512900.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6216385/original/078483400_1779093978-Screenshot_2026-05-18_151036.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5428478/original/091892000_1764510239-jam_tangan_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4496554/original/003697800_1688957184-syahrul-alamsyah-wahid-h0KrcWloXsE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5420028/original/017091900_1763718438-Sediakan_Tempat_Sampah_Terpisah_dengan_Label_Jelas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2842382/original/082068100_1562049873-xan-griffin-RfFRYmvu6JE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2858663/original/070263900_1563592702-iStock-650343912.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4059016/original/028512500_1655779529-pexels-anete-lusina-5723263.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3200839/original/019897300_1596697245-Photo_by_Hello_Revival_on_Unsplash__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3513686/original/037618500_1626515164-xavier-mouton-photographie-MRWHSKimBJk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4480559/original/076069200_1687687978-jurien-huggins-vTqqyu2Ypfs-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5341168/original/053339500_1757305951-keren-fedida-YtvItJoIREk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4480557/original/011177200_1687687972-vivek-kumar-a-_1PPjnbUg-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4572434/original/045520400_1694508864-ann-danilina-c_rnPbSYVFM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6964617/original/067365600_1779729966-WhatsApp_Image_2026-05-26_at_00.22.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6963278/original/097224600_1779728909-WhatsApp_Image_2026-05-25_at_22.29.57.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6958939/original/099973200_1779724976-WhatsApp_Image_2026-05-25_at_22.59.37.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6957769/original/098391700_1779723698-WhatsApp_Image_2026-05-25_at_22.29.55.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6954234/original/055931700_1779720447-WhatsApp_Image_2026-05-25_at_21.28.01.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3230666/original/054667000_1599459934-cancer-patient-resting_256588-1326.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6926467/original/042324700_1779696823-Screenshot_2026-05-25_150058.jpg)
![Menariknya, rahasia tekstur lembut pada sup ini bukan berasal dari krim, melainkan dari bahan sederhana yang sering kita temui di dapur, yaitu kentang. [Dok/freepik.com]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/gYEiuUNWIzmfasbSl9TTKfQPDB4=/80x80/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5563683/original/074552600_1776914063-2148452773.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5374784/original/028629800_1759904380-girl-crop-parent.jpg)