Sukses

Lifestyle

Survei Membuktikan Alasan Kenapa Banyak Orang Selingkuh

Fimela.com, Jakarta Perselingkuhan tidak bisa dibenarkan, apapun alasannya. Setiap perselingkuhan akan menimbulkan luka, baik di diri orang yang diselingkuhi ataupun di diri dia yang menyelingkuhi. Kebahagiaan yang ada dalam perselingkuhan hanya kebahagiaan semu, tapi, banyak saja orang berselingkuh.

Alasan dan faktor penyebab seseorang memilih untuk selingkuh itu bermacam-macam. Ada penelitian dan hasil survei yang cukup menarik soal hal tersebut.

Dikutip dari her.ie, sebuah penelitian baru yang dipublikasikan di The Journal of Sex Research mengungkap bahwa alasan utama orang memilih selingkuh itu karena merasa kurang dicintai. Kesimpulan itu didapat dari hasil survei yang melibatkan 495 orang dewasa.

Sementara itu untuk kalangan wanita sendiri, dilansir dari womenshealthmag.com, wanita kebanyakan memilih selingkuh saat merasa diabaikan atau tidak dicintai. Dalam sebuah hubungan pernikahan yang sehat, keintiman baik secara emosional maupun seksual sangatlah dibutuhkan. Kalau sudah tidak ada lagi keintiman dan kedekatan, maka godaan untuk selingkuh bisa makin menguat.

Penyebab Orang Berselingkuh, Menurut Penelitian

Sebanyak 70% dari orang-orang dalam survei yang sama mengatakan mereka berselingkuh karena merasa diabaikan, baik secara seksual, emosional, atau keduanya. Wah, memang agak sedih juga ya jadinya. Ketika sudah tidak lagi dicintai oleh pasangan sendiri, rasanya semacam ada "pembenaran" untuk mencari pelabuhan hati yang baru.

Kalau kamu terjebak dalam situasi seperti merasa kurang dicintai, ada baiknya komunikasikan dengan pasangan dulu. Jangan sampai malah nekat selingkuh. Di samping itu, perhatikan juga pasangan. Tetap beri ia perhatian dan bangun kedekatan serta keintiman bersama.

Perselingkuhan bisa diminimalisir jika kedekatan antara kamu dan pasangan terjaga Jadi, untuk mencegahnya, fokus perkuat bagian dalam hubunganmu ketimbang mengurusi faktor-faktor luar, ya.

 

 

Sumber: vemale.com

Penulis: Endah Wijayanti

;
Loading