Sukses

Lifestyle

Memahami 2 Alasan Utama Generasi Milenial Rentan Alami Gangguan Mental

Fimela.com, Jakarta Gangguan mental sedang menjadi satu topik yang paling banyak dibicarakan saat ini. Sering tidak disadari, gangguan mental sebenarnya dapat dipicu oleh banyak faktor, seperti stres yang diabaikan.

Beberapa film dan isu terkini juga menyoroti pentingnya mendeteksi gangguan mental sejak dini, seperti film Joker dan isu tentang kematian aktris Korea, Sully. Stigma buruk dan penerimaan palsu pada pribadi yang mengalami gangguan mental akan membuat mereka menjadi tertutup dan tidak percaya diri.

Padahal, gangguan mental yang diabaikan justru lebih berbahaya. Menurut data dari WHO, gangguan mental diderita sejak remaja, yaitu mulai dari usia 14 tahun dan kematian tertinggi terjadi pada orang-orang yang berusia 15 hingga 29 tahun.

Usia generasi milenial sebenarnya masa-masa seseorang mengalami perubahan fisik, emosional, psikologis, finansial, dan lingkungan pergaulan. Gangguan dan ketidaksiapan saat masa-masa perubahan inilah yang kemudian membuat seseorang mengalami gangguan mental.

1. Tidak mampu beradaptasi pada kemajuan teknologi dan media sosial

Kemajuan teknologi dan media sosial ternyata juga bisa menjadi salah satu pemicu generasi milenial mengalami gangguan mental. Intensitas penggunaan teknologi dan media sosial yang berlebihan dapat membuat seseorang menjadi tidak percaya diri karena membandingkan diri mereka dengan orang lain, manipulatif, hingga akhirnya depresi.

2. Konsep perfeksionisme

Selain itu, ada konsep perfeksionisme yang sangat lekat dengan generasi milenial, yaitu ekspektasi tinggi terhadap dirinya dan pada berbagai hal di sekitarnya. Penyebabnya bisa sangat kompleks dan semakin meningkat karena gaya hidup masyarakat modern. Tidak menutup kemungkinan, konsep perfeksionisme ini juga dapat menyebabkan gangguan mental, seperti kecemasan, stres, depresi, gangguan makan, bahkan bunuh diri.

 

Hal-hal yang bisa kamu lakukan ketika menemui orang terdekat yang mengalami gangguan mental

Jika kamu menemui orang terdekat yang mengalami gangguan mental, beri mereka dukungan. Ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan seperti di bawah ini.

1. Mendengarkan

Mendengarkan keluh kesah seseorang yang sedang merasa stres dapat sangat membantu. Buatlah mereka merasa aman dan nyaman untuk bicara apapun yang sedang mereka rasakan, jangan menghakimi, jangan mendebat, dan gunakan kata-kata yang positif.

2. Menyarankan untuk datang ke psikolog

Gangguan mental yang lebih parah harus segera ditangani oleh ahlinya, seperti psikolog. Jika kamu menemui kerabat dekat mengalami gangguan mental yang mulai parah, seperti sulit tidur, sering marah, dan merasa sedih terus menerus, sarankan atau antarkan ia pergi mencari bantuan ahli.

3. Menggunakan MiProtection dari Sequis

MiProtection dari Sequis memiliki fitur terbaru, yaitu perlindungan atas gangguan mental, seperti Obsessive Compulsive Disorder (OCD), Bipolar, dan Skizofrenia. Selain itu, MiProtection juga menawarkan perlindungan komplit 6 in 1, yaitu kesehatan, mental, kecelakaan,disabilitas, penyakit kritis, dan jiwa, untuk generasi milenial berusia 18 sampai dengan 40 tahun, serta premi terjangkau mulai dari Rp380.000 hingga Rp1.300.000 per tahun.

Gangguan mental jelas bukan kondisi yang bisa diabaikan, siapapun yang mengalaminya. Mulailah sejak dini untuk menghindari kondisi yang lebih buruk.

Saksikan video menarik setelah ini

#GrowFearless with FIMELA

 

Daftarkan dirimu di sini untuk mengikuti berbagai kelas inspiratif di FIMELA FEST 2019! 

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading