Sukses

Lifestyle

Bersabarlah karena Allah Senantiasa Bersama Orang-Orang yang Sabar

Fimela.com, Jakarta Punya kisah atau kesan tak terlupakan terkait bulan Ramadan? Atau mungkin punya harapan khusus di bulan Ramadan? Bulan Ramadan memang bulan yang istimewa. Masing-masing dari kita pun punya kisah atau pengalaman tak terlupakan yang berkaitan dengan bulan ini. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam My Ramadan Story: Berbagi Kisah di Bulan yang Suci ini.

***

Oleh: KJY

Ramadan tahun ini diawali dengan duka dari keluarga kami. Di mana ayah mertuaku meninggal karena luka lambung. Berita duka lain juga datangnya dari ibu kandungku sendiri, yang mana beliau harus terbaring lemah tak bisa bergerak sama sekali akibat penyakit yang belum kami ketahui karena keterbatasan keuangan untuk memeriksakan ibu ke rumah sakit.

Aku dan adikku yang masing-masing telah berumah tangga ini pun tak bisa merawat beliau secara maksimal. Sehingga duka begitu terasa sekali padaku yang rindu akan berpuasa bersama beliau tapi terkendala karena izin suami dan jarak.

Virus corona yang kian merebak, juga mengakibatkan perekonomian kami juga terhambat. Usaha suami terancam gulung tikar hingga berbagai cara dilakukan agar bisa tetap bertahan hidup. Sungguh Ramadan tahun ini diawali dengan duka. Namun ada kalanya suka juga datang untuk sedikit memberi kesejukan.

Tiga tahun usia pernikahan kami, tapi tahun inilah aku benar-benar bisa berpuasa. Sanking rindunya untuk berpuasa, aku berdoa agar diberikan umur dan kesempatan untuk berpuasa tahun ini. Lalu berita sukanya lagi adalah saat aku akhirnya bisa merasakan bagaimana menjadi istri yang bisa menyiapkan santap sahur dan berbuka untuk suaminya. Karena dua tahun lalu saat hamil si kecil dan proses menyusui, ibu mertuakulah yang selalu menyiapkan segalanya. Semua persiapan sahur dan berbuka selalu beliau yang mengambil kendali. Sedih sekali rasanya karena belum menjadi istri yang sesungguhnya sebab tak memiliki ruang gerak untuk melakukan persiapan ramadanku bersama suami saat itu.

Tapi alhamdulillah tahun ini terlaksana sudah impian itu. Karena kami pun mantap memiliki rumah sendiri. Serta menjalankan rutinitas puasa dengan 'cara' kami sendiri. Kemampuan memasakku juga semakin lebih baik, lho. Hal yang sangat sederhana namun begitu berarti.

 

Nikmati dan Syukuri Saja

Ini kali pertama puasa Ramadan yang begitu terasa sekali perbedaannya. Mungkin bukan hanya aku seorang yang merasakannya, tapi juga seluruh umat muslim di seluruh dunia. Ramadan tahun ini begitu sulit karena berada di tengah pandemi. Ramadan tahun ini mungkin tak semeriah ramadan tahun sebelumnya. Ramadan tahun ini mungkin juga akan menjadi ramadan pertama dan terakhir yang bisa kita rasakan di tengah pandemi. Baik itu dari segi umur, maupun dari pengalaman ramadan yang berbeda itu.

Tapi, sama seperti ramadan Ramadan sebelumnya, rahmat dan ampunan Allah tidak akan pernah berubah. Allah akan sentiasa membuka pintu tobat dan juga pahala yang amat besar bagi hamba-hamba-Nya yang menjalankan ibadah penuh mulia ini. Maka, cobalah untuk ikhlas menjalaninya. Dan juga bersabarlah karena Allah Ta'ala akan senantiasa bersama hambanya yang bersabar dalam setiap menghadapi musibah.

Pasti banyak, hikmah yang kita ambil dari ramadan tahun ini. Kelak, suatu hari kita bisa ceritakan pada anak-anak ataupun cucu-cucu kita, bahwa pernah satu kali Ramadan begitu berbeda dan pastinya akan memberikan kita pedoman untuk menjadi lebih baik setiap ada kesempatan untuk menjalankan ibadah yang mulia ini. Iya kan? Yuk ceriakan Ramadanmu dengan tetap di rumah saja.

 

#ChangeMaker

;
Loading
Artikel Selanjutnya
Daftar Kapanlagi Buka Bareng Chef Norman, Dapatkan Resep Menu Buka Puasa untuk Ibu Hamil
Artikel Selanjutnya
Aktivitas yang Menyenangkan Bagi 5 Zodiak Ini Dilakukan saat Merasa Sendirian