Sukses

Lifestyle

5 Amalan di Bulan Dzulhijjah, Mulai dari Puasa Hingga Menunaikan Ibadah Haji

Fimela.com, Jakarta Selain bulan Ramadan, bulan yang juga dimuliakan oleh Allah SWT ialah bulan Dzulhijjah. Berkat kemuliannya, ada banyak amalan yang bisa dilakukan dibulan Dzulhijjah dan akan dibalas dengan pahala yang besar. Anjuran memperbanyak amal saleh di bulan Dzulhijjah terdapat dalam hadits riwayat Ibnu ‘Abbas yang ada di dalam Sunan At-Tirmidzi:

 قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ما من أيام العمل الصالح فيهن أحب إلى الله من هذه الأيام العشر

Artinya, “Rasulullah SAW berkata: Tiada ada hari lain yang disukai Allah SWT untuk beribadah seperti sepuluh hari ini,” (HR At-Tirmidzi).

Melalui hadits tersebut, kita mendapatkan petunjuk bahwa amalan apapun yang dilakukan di sepuluh hari pertama pada bulan Dzulhijjah sangat dianjurkan. Mengingat bulan Dzulhijjah juga merupakan bulan dimana umat muslim akan merayakan Hari Raya Idul Adha yang pada tahun ini jatuh pada hari Jumat, tanggal 31 Juli 2020.

Bertepatan dengan hal tersebut, sebagai umat muslim yang baik pastinya kita tidak boleh melewatkan waktu yang baik ini untuk memperbanyak amal sholeh sebagai bekal kehidupan di akhirat nanti dan jalan menuju surga.

Untuk itu, Fimela.com akan membagikan informasi 5 amalan di bulan Dzulhijjah, mulai dari puasa hingga menunaikan haji. Informasi ini akan menjadi panduan untukmu yang ingin mengerjakan amalan-amalan sholeh di bulan Dzulhijjah. Simak informasi selengkapnya berikut ini.

Melaksanakan Ibadah Puasa

Amalan yang bisa kamu kerjakan pada bulan Dzulhijjah ialah melaksanakan ibadah puasa. Kamu bisa mengerjakan puasa Dzulhijjah, Tarwiyah dan Arafah. Untuk puasa Tarwiyah dan Arafah dilaksanakan pada tanggal 8 dan 9, sementara untuk puasa Dzulhijjah dilaksanakan pada tanggal 1-7 Dzulhijjah. Puasa Dzulhijjah pada tahun ini bisa dilaksanakan mulai Rabu, 22 Juli 2020.

Salah satu ibadah puasa yang sangat istimewa pada bulan Dzulhijjah ialah puasa Arafah. Hal yang membuat puasa Arafah istimewa adalah ganjaran atau pahala yang didapatkan apabila seorang muslim mampu mengerjakannya. Janji Allah SWT pada hamba-Nya ialah menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Sesuai dengan hadits berikut ini:

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

Artinya: "Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu." (HR Muslim).

Memperbanyak Takbir dan Dzikir

Selanjutnya, amalan kedua yang bisa kamu kerjakan di bulan Dzulhijjah ialah memperbanyak takbir dan juga dzikir. Takbir dan dzikir bisa kamu laksanakan setelah selesai sholat. Jika biasanya kamu langsung bergegas pergi, akan lebih baik jika pada bulan Dzulhijjah ini kamu mengisinya dengan takbir dan dzikir. Anjuran amalan ini sesuai dengan hadits:

وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِى أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ أَيَّامُ الْعَشْرِ ، وَالأَيَّامُ الْمَعْدُودَاتُ أَيَّامُ التَّشْرِيقِ . وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ وَأَبُو هُرَيْرَةَ يَخْرُجَانِ إِلَى السُّوقِ فِى أَيَّامِ الْعَشْرِ يُكَبِّرَانِ ، وَيُكَبِّرُ النَّاسُ بِتَكْبِيرِهِمَا . وَكَبَّرَ مُحَمَّدُ بْنُ عَلِىٍّ خَلْفَ النَّافِلَةِ .

Artinya: Ibnu Abbas berkata, "Berdzikirlah kalian pada Allah di hari-hari yang ditentukan yaitu 10 hari pertama Dzulhijah dan juga pada hari-hari tasyriq." Ibnu 'Umar dan Abu Hurairah pernah keluar ke pasar pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah, lalu mereka bertakbir, lantas manusia pun ikut bertakbir. Muhammad bin 'Ali pun bertakbir setelah shalat sunnah. (HR Bukhari).

Menunaikan Ibadah Haji dan Umroh

Berikutnya, amalan yang satu ini bisa dikatakan sebagai amalan yang khas dan akan sangat membekas apabila sanggup melaksanakannya tepat di bulan Dzulhijjah, yakni menunaikan ibadah haji dan umroh. Menunaikan ibadah haji hukumnya wajib dan dilaksanakan sekali seumur hidup bagi yang mampu. Keutamaan haji tercantum dalam hadits yang dijelaskan Nabi Muhammad SAW:

سُئِلَ النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - أَىُّ الأَعْمَالِ أَفْضَلُ قَالَ « إِيمَانٌ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ » . قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ « جِهَادٌ فِى سَبِيلِ اللَّهِ » . قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ « حَجٌّ مَبْرُورٌ

Artinya: Rasulullah SAW ditanya, "Amalan apa yang paling afdhol?" Beliau menjawab, "Beriman kepada Allah SWT dan Rasul-Nya." Ada yang bertanya lagi, "Kemudian apa lagi?" Beliau menjawab, "Jihad di jalan Allah SWT." Ada yang bertanya kembali, "Kemudian apa lagi?" "Haji mabrur," jawab Rasulullah SAW. (HR Bukhari).

Melaksanakan Qurban

Amalan keempat yang bisa kamu lakukan di bulan Dzulhijjah yakni melaksanakan qurban. Ibadah qurban sangat dianjurkan bagi setiap muslim yang mampu dan dilaksanakan saat perayaan Idul Adha. Dalam hadist dijelaskan, qurban adalah salah satu amalan yang dicintai Allah SWT, berikut haditsnya:

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « مَا عَمِلَ ابْنُ آدَمَ يَوْمَ النَّحْرِ عَمَلاً أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ هِرَاقَةِ دَمٍ وَإِنَّهُ لَيَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَظْلاَفِهَا وَأَشْعَارِهَا وَإِنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ عَلَى الأَرْضِ فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا »

Artinya: Dinarasikan Aisyah, Rasulullah SAW mengatakan, "Tidaklah pada hari nahr manusia beramal suatu amalan yang lebih dicintai Allah SWT daripada mengalirkan darah dari hewan kurban. Ia akan datang pada hari kiamat dengan tanduk, kuku, rambut hewan kurban tersebut. Dan sungguh, darah tersebut akan sampai kepada (ridho) Allah SWT sebelum tetesan darah tersebut jatuh ke bumi, maka bersihkanlah jiwa kalian dengan berkurban." (HR Tirmidzi).

Bertaubat

Terakhir, amalan yang bisa kamu kerjakan di bulan Dzulhijjah dan merupakan amalan yang sangat penting ialah bertaubat. Entah sudah berapa banyak dosa yang telah kamu lakukan namun pintu taubat selalu terbuka dan Allah SWT akan selalu menerimnya karena Allah SWT Maha Penyayang dan juga Maha Pengasih.

Adapun hadits yang memperkuat amalan taubat ini agar kamu semakin yakin dan termotivasi untuk melaksanakannya, berikut haditsnya:

قَالَ اللَّهُ يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِى وَرَجَوْتَنِى غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ فِيكَ وَلاَ أُبَالِى يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِى غَفَرْتُ لَكَ وَلاَ أُبَالِى يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِى بِقُرَابِ الأَرْضِ خَطَايَا ثُمَّ لَقِيتَنِى لاَ تُشْرِكُ بِى شَيْئًا لأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً

Artinya: "Wahai anak Adam, sesungguhnya jika engkau menyeru dan mengharap padaKu, maka pasti Aku ampuni dosa-dosamu tanpa Aku pedulikan. Wahai anak Adam, seandainya dosamu membumbung tinggi hingga ke langit, tentu akan Aku ampuni, tanpa Aku pedulikan. Wahai anak Adam, seandainya seandainya engkau mendatangiKu dengan dosa sepenuh bumi dalam keadaan tidak berbuat syirik sedikit pun padaKu, tentu Aku akan mendatangiMu dengan ampunan sepenuh bumi pula." (HR Tirmidzi).

;
Loading