Sukses

Lifestyle

Norovirus Bukan Virus Baru, Sebabkan Diare Massal di China

Fimela.com, Jakarta Pandemi virus corona belum usai, mahasiswa di universitas di Taiyuan, China Utara menderita diare dan muntah. Sebanyak 70 mahasisa dikabarkan menderita penyakit ini. Tes dilakukan pada 7 dan 10 Oktober 2020 dan menunjukkan 11 kasus dinyatakan positif norovirus.

Norovirus sendiri bukanlah virus baru seperti virus corona. Melainkan sudah dikenal dalam pengobatan setidaknya sejak 1929. Ia berasal dari keluarga yang berbeda dari virus corona. Norovirus merupakan anggota dari keluarga virus Caliciviridae. Penyebaran norovirus pun terjadi melalui kontak dengan kotoran manusia yang terinfeksi.

Namun kemunculan norovirus di tengah pandemi virus corona tidak bisa dianggap sepele. Pasalnya, virus ini pun sangat menular dan bisa menyebabkan kematian akibat muntah dan diare berlebihan. Selain melalui kontak dengan penderita, virus ini bisa menyebar dengan mengonsumi makanan atau minuman yang terkontaminasi.

Dalam periode singkat, seseorang yang terinfeksi bisa merasa sangat sakit dan muntah berkali-kali dalam sehari. CDC melaporan bahwa tanda-tanda dan gejala iasanya berlangsung selama 1-3 hari. Dalam beberapa kasus, diare bisa berlangsung lebih dari 3 hari.

 

Gejala dan pencegahan

Setelah gejala teratasi, virus masih dapat menyebat melalui tinja dan muntahan selama 2 minggu. Sulit untuk menghilangkan norovirus karena dapat bertahan hidup dalam suhu panas dan dingin. Bahkan mereka kebal terhadap banyak disinfektan.

Menurut laporan Global Times, norovirus setidaknya menginfeksi 685 juta orang di seluruh dunia setiap tahun. Sementara dilansir dari Medical News Today, norovirus bertanggung jawab atas 90 persen dari wabah gastroenteritis dan hampir 50 persen kasus di seluruh dunia.

Seperti virus lainnya, Norovirus tidak merespons antibiotik yang dirancang untuk membunuh bakteri. Namun pada orang sehat, penyakit ini akan hilang dengan sendirinya dalam 1-3 hari.

Untuk membantu pencegahan penularan norovirus, ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Mulai mencuci tangan, mencuci buah dan sayuran, menghindari makanan dan air yang terkontaminasi, dan tetap berada di rumah hingga gejala hilang.

Simak video berikut ini

#changemaker

Loading