Sukses

Lifestyle

Jangan Makan Siang di Meja Kerja, Ini Alasannya

Fimela.com, Jakarta Mengejutkan rata-rata orang yang gemar bekerja terbiasa makan siang di meja kerja mereka. Baru-baru ini, dalam upaya menahan penyebaran COVID-19, Kementerian Tenaga Kerja Prancis mengubah kode ketenagakerjaannya untuk mengizinkan orang makan siang di meja kerja.

Secara khusus, karyawan yang kedapatan makan siang di meja kerja mereka tidak lagi berisiko terkena denda. Tujuan dari diberhentikannya undang-undang ini untuk sementara adalah memacu para pekerja agar benar-benar istirahat dari rutinitas mereka.

Menurut banyak penelitian, yang dilansir dari huffpost.com, jeda ini sama pentingnya untuk menjadi produktif seperti berkonsentrasi pada layar komputer dalam waktu yang lama. Namun, manfaat makan siang jauh dari meja kerja lebih dari sekedar memberimu waktu istirahat yang pantas, tapi juga memiliki implikasi psikologis dan nutrisi.

1. Jika kamu WFH, waspadalah terhadap kedekatanmu dengan makanan

Mengingat rata-rata pengaturan WFH, semua jenis area memenuhi syarat sebagai meja, entah itu meja makan, tempat tidur, sofa, atau meja kerja yang sebenarnya. Ini dapat mengarahkanmu pada konsep makan tak sadar, yang justru harus dihindari.

Selama pandemi, masalah ini akan semakin parah. Di masa pandemi, semua orang memiliki tantangan untuk keluar dan membeli makanan, tidak heran jika banyak orang menimbun dan membeli lebih banyak makanan. Akses yang lebih mudah ke lebih banyak makanan ini juga berarti konsumsi kalori yang lebih tinggi.

 

2. Alasan kamu harus makan siang jauh dari meja kerja

Menjauh dari meja kerja dan meluangkan waktu untuk beristirahat sejenak akan meningkatkan produktivitas. Idealnya, 30 menit hingga 1 jam adalah waktu yang tepat untuk menjauhkan diri.

Kemampuan bersosialisasi saat makan siang juga tidak boleh diabaikan. Dalam waktu yang biasa, istirahat akan memberi kemampuan kepada karyawan untuk bersosialisasi, suatu kebutuhan psikologis bagi semua manusia.

Saksikan video menarik setelah ini

#Elevate Women

Loading
Artikel Selanjutnya
Studi Membuktikan, Pura-Pura Bahagia Justru Membuat Hidup Menderita
Artikel Selanjutnya
5 Kebiasaan yang Dapat Merusak Kesehatan Mentalmu