Sukses

Lifestyle

6 Makanan yang Jadi Kurang Bergizi jika Dipanaskan Lagi

Fimela.com, Jakarta Apakah kamu juga sering memanaskan makanan terus menerus? Mengeluarkan makanan sisa dari lemari es dan memanaskannya menggunakan microwave adalah cara termudah untuk memenuhi kebutuhan asupan sehari-hari, bukan?

Namun, tahukah kamu bahwa makanan tertentu tidak bisa mempertahankan nilai gizinya saat dipanaskan berulang-ulang? Menurut para ahli, semakin banyak makanan dipanaskan dan didinginkan, semakin besar peluang untuk pertumbuhan bakteri dan hilangnya nutrisi, rasa, dan tekstur.

Umumnya perubahan terbesar adalah hilangnya vitamin yang larut dalam air. Vitamin C dan B sangat sensitif terhadap panas, jadi memanaskan makanan lagi setelah memasaknya sekali dapat meningkatkan risiko hilangnya nutrisi dalam makanan tersebut, seperti dilansir dari huffpost.com.

Berikut ini adalah beberapa jenis makanan yang akan kehilangan nutrisinya begitu dipanaskan berulang-ulang. Penasaran apa saja?

1. Brokoli

Penelitian membuktikan bahwa sayuran yang mengandung vitamin larut dalam air, seperti vitamin C sebenarnya kehilangan sebagian nilai gizinya saat dimasak. Brokoli termasuk dalam kategori tersebut, mengandung 132mg vitamin C per porsi, yang jauh melebihi jumlah yang direkomendasikan untuk asupan harianmu.

Tapi sayuran hijau juga akan kehilangan folat saat dipanaskan kembali. Folat membantu tubuh membentuk sel darah merah yang sehat dan dapat mengurangi risiko cacat tabung saraf pada bayi yang belum lahir, serta folat juga sangat sensitif terhadap panas dan bisa hancur saat pemanasan ulang.

2. Kentang

Umbi kentang tinggi vitamin C. Menurut penelitian, kentang 5,2 ons menyediakan sekitar 27mg vitamin C yang memenuhi syarat sebagai sumber vitamin yang sangat baik. Jadi, sama halnya dengan brokoli, kamu akan kehilangan sebagian potensi nutrisi kentang saat memasaknya kembali.

 

 

3. Telur yang dimasak

Telur rebus adalah salah satu dari sedikit makanan yang benar-benar terasa enak tanpa perlu dipanaskan kembali. Memanaskan kembali telur rebus cenderung mengurangi aktivitas antioksidan di dalam telur.

Kuning telur sebenarnya mengandung 2 antioksidan yang sangat penting untuk kesehatan mata, yaitu lutein dan zeaxanthin yang melindungi mata dari sinar matahari yang berbahaya. Secara signifikan, keduanya dapat mengurangi risiko degenerasi makula dan katarak.

4. Minyak sayur

Minyak zaitun, minyak alpukat, minyak kedelai mengandung asam lemak tak jenuh. Saat terkena panas dan dibiarkan mendingin beberapa kali, lemak yang menyehatkan jantung mulai membentuk ikatan yang berbeda dan dapat diterjemahkan menjadi asam lemak, yang meningkatkan peradangan dalam tubuh dan akhirnya dapat menyebabkan penyakit jantung.

5. Ikan

Ikan mengandung piridoksin yang dikenal sebagai B6 yang digunakan untuk mengobati jenis anemia dan defisiensi B6 tertentu. Tapi, piridoksin sangat sensitif terhadap panas dan ketika ikan kehilangan kandungan airnya saat dipanaskan kembali, piridoksin akan terlepas dari ikan.

6. Sayuran yang tinggi nitrat

Sayuran seperti seledri, bit, wortel, dan segala jenis sayuran berdaun hijau sebenarnya sangat tinggi nitrat, bahan kimia yang secara menarik bermanfaat dan berbahaya bagi kesehatan. Memasak makanan dengan nitrat dalam suhu yang sangat panas dapat mengubahnya menjadi nitrosamin, yang dikenal sebagai karsinogen.

#Elevate Women

Loading
Artikel Selanjutnya
Kasus COVID-19 di DKI Jakarta Melonjak, Jokowi Panggil Perangkat Pemerintah ke Istana
Artikel Selanjutnya
Belajar dari Christian Eriksen dan Markis Kido, Ini Pertolongan Pertama untuk Serangan Jantung