Sukses

Lifestyle

30 Tahun Berlalu, Tragedi Bintaro Sisakan Sesak dan Duka

Fimela.com, Jakarta Tragedi Bintaro 30 tahun silam, yang tepatnya terjadi pada 19 Oktober 1987 telah menyisakan duka yang mendalam dan kenangan yang menyesakkan bagi para korban dan keluarganya yang terlibat dalam indsiden tersebut.

Melansir Liputan6, Tragedi Bintaro 1987 berawal dari kesalahan kepala Stasiun Serpong yang memberangkatkan KA 225 jurusan Rangkasbitung-Tanah Abang ke Stasiun Sudimara tanpa mengecek kepenuhan jalur KA di Stasiun Sudimara.

Usai menurunkan dan menaikan penumpang, KA 225 pun kembali melanjutkan perjalanan sesuai prosedur dan berada di lintasan 3, yang mana jalur tersebut ternyata akan dilewati KA 220 yang hendak ke merak dan datang dari arah Stasiun Kebayoran.

Menyadari hal tersebut PPKA Stasiun Sudimara pun memerintahkan petugas untuk memindahkan jalur KA 225 dengan mengibarkan bendera merah sambil meniup peluit, menyuruh kereta 225 berhenti. Tak hanya itu petugas pun berusaha mengejar dengan berlari juga menggunakan seperda motor.

PPKA Sudimara Djamhari mencoba memberhentikan kereta dengan menggerak-gerakkan sinyal, namun tidak berhasil. Dia pun langsung mengejar kereta itu dengan mengibarkan bendera merah tapi sia-sia. Sang masinis tak dapat melihat tanda tersebut karena padatnya penumpang. Ia pun kembali ke stasiun dan membunyikan semboyan genta, namun usaha itu tak berhasil mencegah kecelakaan, karena ternyata petugas perlintasan Pondok Betung tak hafal semboyan genta.

Ilustrasi kecelakaan kereta (AP Photo/Ravy Shaker)

Hingga akhirnya kecelakaan pun terjadi, di mana KA 225 dan KA 220 yang penuh dengan penumpang bertabrakan di antara Stasiun Pondok Ranji dan Pemakaman Tanah Kusir, sebelah utara SMUN 86 Bintaro, tepatnya di dekat tikungan melengkung Tol Bintaro.

Kedua kereta pun hancur, memakan korban jiwa sebanyak 156 orang juga korban luka. Luka dan duka atas tragedi Bintaro tersebut pun masih terasa, termasuk  dirasakan Slamet Suradio yang saat itu menjadi masinis kereta tersebut. Ia dipecat dengan tidak hormat juga tak mendapatkan uang pensiun. Kini ia pun diketahui berjualan asongan untuk menutupi kebutuhan hidupnya.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading