Sukses

Lifestyle

Diet Protein Berlebihan, Jangan Sampai Bawa Efek Buruk pada Kesehatan

Fimela.com, Jakarta Setiap orang pasti butuh protein. Apa lagi, kalau kamu sedang melakukan diet dan berusaha untuk menguruskan badan, sekaligus menguatkan otot. Makanya, banyak orang yang mengonsumsi bubuk protein yang mereka minum sebelum, pada saat, atau setelah working out. 

Tapi awas, banyak orang yang saking inginnya membentuk otot jadi terlalu banyak mengonsumsi bubuk protein ini. Kebanyakan orang Amerika mengonsumsi protein yang jumlahnya dua kali lipat dibanding yang mereka butuhkan, terutama pria usia 14-70 tahun. Jadi berapa yang dibutuhkan?

Emily Krueger, Ahli Makanan Terdaftar dengan Rumah Sakit LDS membantu Anda menavigasi dunia protein seperti dilansir good4utah, Rabu (21/3/2018).

Protein harus membentuk antara 10-35% dari total kebutuhan kalori Anda. Jadi jika Anda membutuhkan 2,000 kalori sehari, itu setara dengan kebutuhan 200-700 kkal dari protein (atau antara 50-175 gram protein). Jumlah itu bisa sedikit berbeda tergantung umur dan gaya hidup Anda.

Orang dewasa yang sedang duduk membutuhkan protein 0,8 gram per kg (misal: jika berat 75 kg, mereka membutuhkan 60 gram protein / hari.)

Orang yang berusia 40 dan ke atas membutuhkan sekitar 1 g / hari karena kehilangan otot.

Orang yang berolahraga secara teratur membutuhkan 1,2-1,5 gram / hari dan mereka yang angkat berat atau berlatih untuk tahan membutuhkan waktu 1,2-1,7 g / kg.

Apabila kelebihan berat badan, kebutuhan protein Anda perlu disesuaikan agar tidak melebihi perkiraan. Anda dapat mengunjungi ahli diet untuk membantu menentukan jumlah yang tepat untuk Anda.

Apa yang terjadi dengan kelebihan protein?

Kelebihan kalori dari sumber apapun akan disimpan dalam bentuk lemak dalam tubuh, termasuk protein. Sumber protein juga biasanya lebih tinggi dalam lemak dan dapat menyebabkan peningkatan lipid darah atau penyakit jantung. Kelebihan protein juga bisa sangat membebani pada ginjal.

Untuk mendapat sumber protein yang hebat, makanan utuh jauh lebih baik ketimbang suplemen. Jadi, cobalah mendapatkan protein dari sumber yang sehat termasuk:

1. Kedelai, kacang-kacangan, biji.

2. Daging tanpa lemak, seperti daging ayam atau daging kalkun tanpa kulit, dan potongan daging sapi atau babi tanpa lemak.

3. Berbagai ikan.

4. Putih telur.

5. Susu rendah lemak.

Apabila Anda menginginkan suplemen protein, berikut beberapa aturan praktis yang patut diikuti:

1. Sekitar 200 kalori atau kurang.

2. 2 gram atau kurang dari lemak jenuh.

3. Tidak ada minyak lemak trans atau sebagian terhidrogenasi.

4. 5 gram gula pasir atau kurang.

Ketahuilah, Anda akan kesulitan memastikan sudah tepatkan jumlah protein di dalam makanan Andal. Berikut ini beberapa contoh untuk memberi Anda gambaran tentang 15-25 gram protein seperti:

1. Banana + yogurt Yunani + telur rebus = 19g

2. 3 ons Ayam + ½ c. nasi merah + ½ c. sayuran = 25g

Kebanyakan orang, bahkan atlet, dapat memenuhi kebutuhan protein mereka dengan pemberian susu setiap kali makan dan 3 ons sepotong daging saat makan siang dan makan malam. Sumber protein harus selalu disertai buah-buahan, gandum utuh, dan sayuran. Protein seharusnya tidak menjadi makanan keseluruhan.

 

Penulis: Melly Febrida

Sumber: Liputan6.com

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading