Sukses

Lifestyle

TRUE STORY: Gara-gara Hal Konyol, Bercinta Pun Bubar

Next

Utari (30, beauty writer): “Saat itu suami mengajak bercinta. Tiba-tiba dia datang, memeluk dari belakang, yang jadi sinyal kalau dia sedang turn on. Berlanjut, kami pun sudah sampai di tahap penetrasi dan sama-sama memasuki proses ‘menuju puncak’. Eh, tiba-tiba suami berbisik, ‘Capek, udah yuk, bobo aja…,’ Kaget campur bingung, tapi anehnya nggak bisa marah ketika seks nggak terencana ini gagal total, artinya nggak mencapai hasil yang diinginkan. Namun, ini menjadi cerita yang memorable. Saya sudah rela dibangunkan jam 2 subuh, dia yang mengajak, lalu dia juga yang nggak menyelesaikannya. Ya sudah, pakai baju lagi, tidak lama dia tidur mendengkur! Esok harinya semua berjalan seperti biasa, seperti tidak terjadi apa-apa. Rela menghilangkan rasa kantuk dan menghidupkan mood bercinta, tapi ujungnya hanya mendapat akhir yang menggantung. Laki-laki….”

Alena (33, public relations): “Biang kerokku adalah bau ketiak. Pada dasarnya aku paling nggak bisa mencium bau yang menyengat. Sebenarnya saat itu posisinya sudah enak, apalagi kami sudah menuju orgasme, tapi jadi gagal total saat ketiaknya tepat ada di atas kepalaku! Langsung saja aku minta berhenti. ‘Ah, udah, ah,’ kataku.” Biasanya, sebelum bercinta aku meminta dia memakai parfum terlebih dulu. Semua harus dipersiapkan supaya mood bercintanya dapet. Satu lagi, kentut juga dijamin langsung menghilangkan gairah. Bukan soal baunya, tapi suara kentut  yang ‘berantem’ sama suara desahan. Saat terangsang kan perempuan biasanya mendesah, terus tiba-tiba pret, dia kentut. Udah deh, aku akan langsung mengakhiri sesi intim!”

Indri (37, ibu rumah tangga): “Sok ingin bereksperimen, aku dan suami memilih ruang TV untuk berhubungan intim. Saat itu sudah jam 1 malam, jadi kami pikir semua sudah tertidur lelap. Sedang asyik-asyiknya, tiba-tiba Mama keluar dari kamar yang persis di depan ruang TV. Aku yang kaget plus malu telanjang bulat langsung lari ke kamar, sementara suami refleks menutupi kemaluannya dengan bantal. Eksplorasi pertama, gagal total!”

Next

Kecerobohan, kekonyolan, dan hal tak terduga lain yang menggagalkan keintiman justru termasuk hal yang normal terjadi. Seks tak selalu sempurna, sama seperti hubungan dua orang yang penuh dengan penyesuaian, pengorbanan, dan hal-hal konyol tapi manis untuk diingat. Namun, bukan berarti kegagalan tak bisa menjadi masalah. Dia akan menjadi besar kalau tidak ada komunikasi yang baik soal apa yang disuka dan tidak, soal bagaimana saling memberikan treatment, sampai soal pemilihan tempat dan waktu yang tepat untuk bercinta.

Utari kemudian mengambil pelajaran baru untuk kelanggengan hubungannya dan sang suami, “Semakin dewasa atau semakin lama usia pernikahan, aku sadar hubungan seks tak sekadar soal orgasme dan puas atau tidak puas. Aku menganggapnya sebagai momen untuk berduaan. Dalam kehidupan pernikahan, banyak hal tak terencana yang sebaiknya tidak disikapi dengan emosi atau pikiran negatif, tapi diambil sisi positifnya sambil terus belajar saling memahami. Dalam kasusku ini, lumayanlah ya, ada peluk-pelukannya.”

Kepuasan seksual pun sebenarnya tak hanya dinikmati dalam waktu singkat, tapi juga berdampak panjang dalam kehidupan pernikahan. “Kepuasan seksual bahkan mampu membuat seseorang terus bergairah menjalani hidup di luar aktivitas seksualnya,” ungkap seksolog sekaligus Ketua Asosiasi Seksologi Indonesia, dr. Wimpie Pangkahila. Agar bisa merasakan dampak tersebut, yang harus dilakukan adalah merasa senang sehingga lahir keterlibatan emosional antara dirimu dan pasangan. “Pada dasarnya hubungan seksual yang sehat adalah hubungan yang harmonis,” tutupnya.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading