Sukses

Lifestyle

Hai Suami, Dewasakanlah Aku dengan Kebahagiaan, Bukan Amarah

Memasuki pernikahan, semuanya akan terasa indah pada awalnya. Lalu mulai muncul perselisihan kecil yang dianggap sepele, seperti kebiasaan suami yang sering membuat ruangan berantakan, atau lupa membuang sampah makanan. Tapi permasalahan yang bertumpuk-tumpuk dan tidak selesai, bisa memantik pertengkaran yang lebih besar. Yup, welcome to the marriage life.

Seakan permasalahan itu belum cukup, pertengkaran bisa meruncing dengan kehadiran anak. Di balik berkah yang dapat menyatukan keluarga, akan ada satu bahkan banyak perdebatan yang berhubungan dengan gaya pengasuhan si kecil. Repotnya, kamu dan suami harus punya satu suara, agar tidak berdampak pada tumbuh kembang anak. Dan hal ini tidak akan terwujud, jika masing-masing masih mempertahankan ego dan amarah. So what can you do?

    Buang Jauh-Jauh Si Ego

    Kecuali jika kamu menamai si kecil Ego lho. Maksudnya adalah membuang gengsi jauh-jauh dari perkawinan dan kehidupan keluarga. Come on, kentut saja dilakukan di depannya, masak gengsi saja dipertahankan kuat-kuat? Caranya sebenarnya gampang banget, tapi realisasinya yang maju mundur. 

    Mulailah dengan kata “maaf”. Jika memang merasa berbuat salah, minta maaflah terlebih dahulu. Ingat, a happy marriage is the union of two good forgivers. Jadi nggak perlu sungkan untuk mengucapkan kata maaf dan saling memaafkan.

    Mencari Cara Komunikasi yang Tepat

    Perdebatan dan pertengkaran yang mengisi hari-harimu, terkadang dipicu oleh cara komunikasi yang tidak nyambung. Padahal tanpa komunikasi yang baik, bagaimana akan membangun pernikahan yang solid. Kenali kemampuan berbicara satu sama lain, misalnya jika suami termasuk orang yang emosional, wajib tahu kapan momen yang tepat untuk membicarakan hal yang sifatnya sensitif. Begitu juga sebaliknya, jika kamu termasuk orang yang pendiam, ajak suami agar memiliki cara untuk membuatmu lebih terbuka padanya.

    Jangan Mengungkit Kesalahan Masa Lalu

    Ini yang biasanya dilakukan saat emosi mulai naik. Dimulai dari masalah sepele, bisa-bisa merambat ke kesalahan masa lalu yang ternyata belum selesai dibicarakan. Bahaya lho jika ini dibiarkan terus-menerus. Keduanya harus bisa melupakan apa yang terjadi di masa lampau, supaya bisa berbicara dengan tenang, dan mencari solusi yang tepat untuk permasalahan yang terjadi saat ini.

    Jangan Tidur dalam Keadaan Marah

    Man should forget his anger, before he lies down to sleep. Ucapan dari Mahatma Gandhi ini ada benarnya. Memendam marah tidak ada gunanya, malah bikin perasaan mudah bete dan baper, sehingga permasalahan tidak akan pernah beres. Selesaikan perselisihan saat itu juga dan segera berdamai. Untuk apa memperpanjang masalah, yang bikin hari-harimu terasa tidak nikmat berada di tengah keluarga. Solve it and let it go.

Pernikahan membutuhkan kerja keras dari dua pihak. Jangan biarkan amarah tumbuh di dalamnya, tapi pilih untuk sama-sama tumbuh dewasa. Wujudkan pernikahan yang membahagiakan dengan cara yang menyenangkan tidak hanya untukmu tapi juga suami. Selamat hari ini.

(vem/apl)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading