Sukses

Lifestyle

Pengalaman Mencoba 9 Aplikasi Kencan, Bisakah Dapat Jodoh?

Fimela.com, Jakarta Awalnya agak skeptis, memangnya bisa ya mendapatkan jodoh dari aplikasi kencan online? Tapi ketika tahu tak sedikit pasangan yang akhirnya menikah dengan kenalan dari aplikasi kencan, akhirnya penasaran juga. Apalagi di era digital seperti ini, aplikasi kencan menjadi sarana yang bisa memudahkan siapa saja untuk mencari kenalan baru di luar lingkaran pertemanan yang dimiliki. 

Peluang untuk menemukan jodoh melalui aplikasi kencan selalu ada. Meski tak ada jaminan bakal langsung menemukan pendamping hidup melalui aplikasi kencan, tak ada salahnya juga dicoba. Lalu, saya pun mencoba beberapa apikasi kencan yang populer. Lebih tepatnya mencoba sembilan aplikasi kencan online

Awalnya Antusias

Satu per satu aplikasi di-install. Lalu, bergantian membukanya lagi satu per satu untuk membuat akun baru. Mengunggah foto. Mengisi setiap isian biodata. Menjawab semua pertanyaan yang ada. 

Lalu, mulai untuk mencoba cari kenalan baru.

Baik. 

Atur filter pencarian. Mulai dari gender, usia, jarak, hingga preferensi tertentu.

Selanjutnya...

Swipe left (geser ke kiri) atau ketuk tanda silang bila tidak tertarik dengan profilnya.

Swipe right (geser ke kanan) atau ketuk tanda hati atau centang bila tertarik dengan profilnya.

"Ah, ini mudah!" begitu pikir saya.

Lalu, saya pun mulai menjelajah. Melihat satu per satu profil yang muncul. Swipe sana-sini. Ketuk sana-sini. Begitu ada yang match, wah seru juga rasanya. 

Ada aplikasi yang bisa langsung membuat kita saling tukar pesan tanpa harus saling like atau match lebih dulu. Ada juga yang harus match lebih dulu untuk bisa mulai bertukar pesan. Bahkan ada yang harus dari pihak perempuan yang memulai obrolan. Menarik!

Awalnya, sangat antusias saat menemukan ada yang match. Tapi antusiasme itu kadang tak bertahan lama. Ada yang fotonya kelihatan keren, tapi begitu saling mengobrol di chatroom, komunikasinya nggak nyambung. Ada yang tampak menjanjikan sebagai pasangan ideal, tapi dia tak lagi menjawab pesan atau merespons obrolan. Sedih. Ada yang tadinya bikin happy karena sepertinya dia sesuai dengan kriteria pasangan, tapi ternyata dia punya tujuan buruk saat mencari kenalan baru di aplikasi  kencan. Pusing sendiri jadinya.

 

Mengatur Ekspektasi

Ternyata melelahkan juga mencari jodoh melalui aplikasi kencan. Tadinya mengira sekali dapat yang match, sudah bisa langsung cocok, dan berjodoh. Kenyataannya, setelah puluhan kali match, belum tentu ada satu yang benar-benar pas. Bahkan berkali-kali ada yang zonk, nggak sesuai harapan dan malah bikin bete. 

Mungkin memang ada yang tidak butuh waktu lama untuk menemukan jodoh via aplikasi kencan. Tapi ada juga yang prosesnya sampai berbulan-bulan sampai menemukan yang cocok. Sepertinya memang kita perlu mengatur ekspektasi senetral mungkin. 

Berkenalan di dunia maya, kita akan dihadapkan dengan banyak persona. Kita hanya bisa melihat foto, bertukar pesan teks, atau kalau terus berlanjut bisa mengobrol melalui video call. Pada awal perkenalan, kita akan memiliki banyak persepsi tentang orang yang baru kita kenal. Menebak-nebak karakter atau kepribadiannya. Membayangkan bagaimana sosoknya di dunia nyata. Bahkan mungkin sampai membuat kita berimajinasi soal hubungan yang akan terjadi bila komunikasi terus dilanjutkan. 

Ternyata capek juga mencari kenalan baru di aplikasi  kencan. Apalagi jika menghadapi  kenalan baru yang malah makan hati, seperti dari caranya berbahasa di chatroom, atau mulai membahas hal-hal yang tak senonoh. Ada juga kenalan yang makan hati karena cuek begitu saja ketika ditanya-tanyata padahal ingin mengenalnya lebih jauh.

Kalau punya kecenderungan overthinking, sungguh melelahkan bertualang cari jodoh di dunia maya. Buat yang masih memiliki trust issues, sepertinya akan makin stres bila kenalan yang diharapkan ternyata jauh berbeda dari kenyataan. 

Tetap Jaga Diri dan Jaga Hati

Setelah mencoba sembilan aplikasi kencan online, saya semakin sadar bahwa menjaga diri dan menjaga hati sangatlah penting. Menjaga diri dalam artian tidak terlalu ceroboh menampilkan data yang terlalu pribadi pada orang asing agar tidak disalahgunakan. Menjaga diri agar tidak berkenalan dengan orang yang salah atau orang yang punya niat buruk.

Menjaga hati pun sangat penting. Kita tak pernah tahu karakter atau kepribadian seseorang sebelum kita benar-benar menemuinya. Tapi kita juga tak bisa terlalu buru-buru bertemu orang asing yang baru kita kenal. Jaga hati agar tidak mudah sakit hati juga perlu.

Ada yang match, ternyata dia cuek, ya... mungkin dia salah swipe.

Ada yang fotonya kelihatan keren tapi diajak ngobrol ternyata tidak oke, ya... mungkin fotonya diambil dari angle yang tepat.

Ada yang awalnya asyik diajak ngobrol, lalu tiba-tiba menghilang, ya... mungkin dia sedang sibuk atau sudah punya pasangan.

Ada yang match, lalu merasa asing dengan profil kenalan baru itu, hm... mungkin kita sempat keliru swipe juga. 

Mungkin saya terlalu banyak mencoba aplikasi kencan yang berbeda, sehingga yang terjadi malah bikin stres, hehe. Sampai kadang lupa kapan dan siapa yang pernah saya like atau swipe right karena saking banyaknya. Dan, memang mencari jodoh di aplikasi kencan tetap butuh modal. Fitur-fitur yang penting seperti melihat siapa yang me-like, top picks, unlimited likes, unlimited swipes, atau fitur read receipts baru bisa digunakan jika menjadi pengguna premium. Ini  kadang bikin dilema. Penasaran ingin mencoba fiturnya tapi masih ragu untuk menjadi pengguna premium.

Belum menemukan yang cocok di hati. Sepertinya belum bisa menemukan jodoh melalui aplikasi kencan saat ini. Atau mungkin perlu waktu yang lebih lama lagi? Perlu usaha yang lebih keras lagi untuk bisa menemukan jodoh melalui aplikasi kencan? Atau memang perlu lebih sungguh-sungguh menggunakan aplikasi kencan dengan lebih serius?

Apakah Sahabat Fimela di sini ada yang punya pengalaman menarik menggunakan aplikasi kencan online? Atau bahkan berhasil menemukan jodoh melalui aplikasi kencan online? 

#ElevateWomen

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading