Sukses

Lifestyle

Review Buku Habis Gelap Terbitlah Terang, Karya dari Serangkaian Surat Kartini

Fimela.com, Jakarta Salah satu pahlawan perempuan yang terkenal dari Indonesia dan banyak menjadi inspirasi bagi orang-orang ialah Kartini. Perjuangannya dalam membela hak-hak perempuan terangkum dengan sengat epik pada buku yang berjudul 'Habis Gelap Terbitlah Terang' yang lahir dari serangkaian surat yang ditulis oleh Kartini. 

Di Indonesia, khususnya bagi kaum perempuan, nama Raden Ajeng Kartini telah melekat sejak kecil. Beliau adalah Pahlawan Nasional yang memberi harapan dan cahaya bagi perempuan Indonesia untuk mendapat pendidikan dan kesempatan berkarya sebesar para pria di masanya.

Inilah kita sekarang, perempuan Indonesia yang semakin cerdas, berwawasan terbuka dan bebas berkarya seperti apa yang kita inginkan. Perjuangan ini kurang lebih melalui impian Raden Ajeng Kartini agar perempuan Indonesia merdeka dan dapat berdiri sendiri.

Untuk lebih menghargai jasa-jasanya, tidak ada salahnya jika kita membedah salah satu buku yang ditulis dari rangkaian surat-suratnya. Berikut Fimela.com akan membagikan ulasan buku 'Habis Gelap Terbitlah Terang' yang dibukukan oleh J.H. Abendanon dengan judul Door Duisternis Tot Licht. Simak ulasan selengkapnya di bawah ini. 

Buku Habis Gelap Terbitlah Terang

Judul: Habis Gelap Terbitlah Terang

Penulis: Dibukukan oleh Jacques Henrij dan Rosa Abendanon dari surat-surat Kartini

Penerjemah: KartiniArmijn Pane

 

Penerbit: Balai Pustaka

Tanggal terbit: 2005

Jumlah halaman : IX, 204 halaman

Habis Gelap Terbitlah Terang merupakan buku kumpulan surat yang ditulis oleh Kartini. Kumpulan surat tersebut dibukukan oleh J.H. Abendanon dengan judul Door Duisternis Tot Licht . Setelah Kartini wafat, J.H. Abendanon mengumpulkan dan membukukan surat-surat yang pernah dikirimkan R.A Kartini pada teman-temannya di Eropa. Pada saat itu, Abendanon tengah menjabat sebagai Menteri Kebudayaan, Agama, dan Kerajinan Hindia Belanda. Buku itu diberi judul Door Duisternis tot Licht yang arti harfiahnya "Dari Kegelapan Menuju Cahaya". Buku kumpulan surat Kartini ini diterbitkan pada 1911. Buku ini dicetak sebanyak lima kali, dan pada cetakan terakhir terdapat tambahan surat Kartini.

Secara ringkas, buku ini banyak menceritakan perjalanan hidup seorang pahlawan perempuan bernama R.A Kartini, dan surat-suratnya yang ia tujukan kepada saudari dan sahabat-sahabatnya. Adapun isi dari surat-surat itu adalah tentang cita-citanya untuk memajukan kaum perempuan, harapan-harapanya dan perjalanan hidupnya.

Tahukah engkau semboyanku? Aku mau! Dua patah kata yang ringkas itu sudah beberapa kali mendukung membawa aku melintasi gunung keberatan dan kesusahan. Kata "Aku tiada dapat!" melenyapkan rasa berani. Kalimat "Aku mau!" membuat kita mudah mendaki puncak gunung. - R. A. Kartini

Tokoh Inspiratif Raden Ajeng Kartini atau R.A. Kartini dikenal sebagai salah satu pahlawanyang menginspirasi kaum perempuan pribumi untuk bangkit dan menjadi bagian penting dalam hidup. R.A. Kartini merupakan perempuan dari kalangan priyayi, sebutan untuk kelas bangsawan Jawa. Ayahnya, Mas Adipati Ario Sosroningrat, merupakan seorang patih yang juga Bupati Jepara, Jawa Tengah, dikutip dari On feminism and nationalism: Kartini's letters to Stella Zeehandelaar 1899-1903.

Sementara ibunya, M.A. Ngasirah, merupakan putri dari Nyai Haji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono, seorang guru agama yang juga tinggal di kota yang sama dengan sang ayah.

Kartini muda belajar bahasa Belanda di ELS (Europese Lagere School), berkat kemahiran bahasa itu, ia lantas melahap beraneka bacaan. Mulai dari Max Havelaar dan Surat-Surat Cinta karya Multatuli, De Stille Kraacht (Kekuatan Gaib) karya Louis Coperus hingga buku-buku karya Augusta de Witt.

Persinggungannya dengan dunia literasi Belanda itu membuat pikiran gadis muda ini terbuka lebar. Babhkan, dirinya juga membaca majalah dan koran Eropa, yang tentu saja semakin membuka cakrawala. Hingga pada kesimpulan, dirinya tertarik untuk memajukan perempuan pribumi.

Kartini juga dikenal sebagai perempuan yang rajin menulis. Lagi-lagi, berkat kemampuannya berbahasa Belanda itu, memudahkannya untuk berkorespondensi dengan karibnya asal Belanda, Rosa Abendanon. Rosa, bukan hanya teman, melainkan juga pendukung bagi R.A. Kartini.

Dan biarpun saya tiada beruntung sampai ke ujung jalan itu, meskipun patah di tengah jalan, saya akan mati dengan merasa berbahagia, karena jalannya sudah terbuka dan saya ada turut membantu mengadakan jalan yang menuju ke tempat perempuan Bumiputra merdeka dan berdiri sendiri. - R. A. Kartini

Usia R.A Kartini tergolong pendek, ia meninggal dunia pada 17 September 1904 di Rembang. Saat itu, usianya baru menginjak 25 tahun. 7 tahun setelah itu, karibnya yang kala itu menjabat Menteri Kebudayaan, Agama, dan Kerajinan Hindia Belanda, Mr. J.H. Abendanon menerbitkan surat-surat Kartini menjadi sebuah buku.

Buku itu diberi judul Door Duisternis tot Licht, secara harafiah, artinya Dari Kegelapan Menuju Cahaya. Pada 1922, Balai Pustaka berinisiasi untuk menerbitkan buku tersebut dalam bahasa Melayu dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang.

Terbitan selanjutnya terjadi pada 1938, kali ini versi Armijn Pane seorang sastrawan Pujangga Baru. Pada terbitan ini, buku Habis Gelap Terbitlah terang dibagi menjadi limam bab pembahasan. Pada versi ini, buku ini dicetak sebanyak sebelas kali.

Tak hanya dalam bahasa Belanda, surat-surat Kartini yang berbasa Inggris juga pernah dialihbahasakan oleh Agnes L. Symmers. Bahkan, surat-surat tersebut juga pernah diterjemahkan ke dalam bahasa Jawa dan Sunda.

Dari surat-surat yang jadi buku itu, pikiran-pikiran Kartini menyebar, dibaca, dipelajari, lalu menginsipirasi perempuan pribumi yang kala itu dianggap lemah dan tak berdaya menjadi lebih terbuka. Melalui surat-suratnya, banyak perempuan Indonesia terinspirasi dan sesungguhnya perjuangan Kartini sendiri merupakan tonggak kebangkitakan kekuatan perempuan Indonesia agar bisa mendapatkan hak-haknya serta menggapai mimpi setinggi-tingginya. 

Untuk kamu para perempuan hebat Indonesia, buku ini cocok kamu baca sebagai inspirasi dan selalu berhasil membangkitkan rasa harga dirimu ketika kamu dijatuhkan dan berada pada tingkat yang paling rendah. 

 

What's On Fimela
Loading
Artikel Selanjutnya
20 Kutipan Terbaik Novel The Alchemist Karya Paolo Coelho yang Fenomenal
Artikel Selanjutnya
5 Kutipan Dialog Game of Thrones yang Inspiratif dan Penuh Makna