Sukses

Lifestyle

5 Dampak Negatif Memiliki Kecerdasan Emosional yang Terlalu Tinggi

Fimela.com, Jakarta Kecerdasan emosional atau emotional quotient (EQ) merupakan kemampuan seseorang  untuk dapat mengelola emosi dirinya dan memahami emosi orang lain, serta menggunakan perasaan tersebut untuk memandu pikiran dan tindakannya. Umumnya, kecerdasan emosional mencakup kemampuan penyesuaian diri yang tinggi, kemampuan bersosialisasi, kepekaan, dan kehati-hatian.

Kecerdasan emosional berperan penting dalam berbagai aspek kehidupan seperti dalam hal pekerjaan, hubungan, interaksi, dan kesehatan baik fisik maupun psikis. Ahli berpendapat bahwa kecerdasan emosional yang tinggi akan sangat bermanfaat dan berpengaruh pada peningkatan kualitas hidup seseorang. Seseorang dengan kecerdasan emosional yang tinggi cenderung dapat membangun hubungan sosial yang baik dan disenangi banyak orang.

Namun ternyata, sesuatu yang berlebihan memang kurang baik adanya. Setiap sifat manusia memiliki sisi buruk, begitu juga dengan memiliki kecerdasan emosional yang terlalu tinggi. Dilansir dari hbr.org, orang dengan kecerdasan emosional yang terlalu tinggi memiliki kreativitas yang lebih rendah, sulit untuk memberi atau menerima kritik, kurangnya inovasi, menghindari risiko, kurang mendorong inovasi, dan lainnya.

Tingkat kreativitas yang rendah

Tingkat kreativitas seseorang sering diasosiakan dengan kecerdasan emosionalnya. Dalam sebuah penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif  antara kecerdasan emosional dengan kreativitas dan inovasi seseorang. Ternyata, orang yang memiliki kecerdasan emosional rendah cenderung lebih kreatif, artistik, dan lebih bersemangat.

Sebaliknya, orang dengan kecerdasan emosional yang terlalu tinggi justru memiliki sifat yang menandakan kemampuan kreativitas yang rendah. Orang yang memiliki kecerdasan emosional tinggi sangat menjaga hubungan sosial yang baik sehingga terkadang mereka tidak berani menentang sesuatu dan menjadi kurang inovatif, serta memposisikan dirinya lebih rendah dan tidak dapat menonjolkan keunikan dalam dirinya.

Sulit memberi dan menerima kritik

Selain usaha dari diri sendiri, untuk dapat terus berkembang dibutuhkan masukan dari orang lain, baik masukan positif ataupun kritik negatif. Orang dengan kecerdasan emosional yang tinggi memiliki rasa kepekaan dan kepedulian antarpribadi yang tinggi, sehingga terkadang membuatnya sulit untuk menyampaikan masukan kritis kepada orang lain karena takut menyinggung perasaan orang lain tersebut.

Selain itu, orang dengan kecerdasan emosional yang tinggi sangat mudah menyesuaikan diri dan berkepala dingin sehingga sering kali mereka kesulitan menganali komentar negatif saat harus menghadapi kritik. Sikapnya yang terlalu tenang dan positif tidak menyadari bahwa orang lain mengharapkan perubahan pada dirinya.

Kesulitan dalam membuat keputusan

Orang dengan kecerdasan emosional yang tinggi sangat memperhatikan perasaan orang sekitarnya. Mereka memahami kebutuhan orang lain dan mengerti apa yang dirasakan orang lain. Sayangnya, hal ini membuat orang dengan kecerdasan sosial tinggi merasa kesulitan ketika dihadapkan oleh banyak pilihan.

Ketika menjadi seorang pemimpin tentunya akan berhadapan dengan banyak individu. Pola pikir masing-masing individu yang berbeda, membuat pemimpin harus berhadapan dengan berbagai macam pilihan. Hal ini bisa membuat seseorang dengan kecerdasan emosional yang tinggi kesulitan untuk membuat suatu keputusan. Orang dengan kecerdasan emosional yang tinggi mudah merasa tidak enak kepada orang lain.

Menghindari risiko

Kebanyakan usaha inovatif memerlukan keseimbangan antara pengambilan risiko dan penghindaran risiko. Orang yang mempunyai kecerdasan emosional terlalu tinggi biasanya lebih memilih untuk menghindari risiko dan lebih suka bermain aman.  Hal ini karena kecerdasan emosional yang tinggi dikaitkan dengan kehati-hatian yang lebih tinggi.

Dengan kata lain, semakin tinggi kecerdasan emosional yang dimiliki seseorang, maka akan semakin besar kemungkinan orang tersebut memiliki kontrol diri yang besar dan membuat keputusan terukur. Kecerdasan emosional sama dengan pengendalian diri, namun pengendalian diri yang ekstrim akan menghasilkan perfeksionisme yang kontraproduktif.

Manipulatif

Rasa empati yang dimiliki orang dengan kecerdasan emosional yang tinggi terkadang berkembang menjadi taktik manipulasi untuk mempengaruhi orang lain. Kemampuan manipulasi tidak selalu berkonotasi negatif. Beberapa tindakan manipulatif dapat bersifat positif untuk mendorong orang melakukan sesuatu.

Sisi negatif dari kecerdasan emosional yang tinggi adalah terkadang dapat membantu orang dengan niat buruk menjadi terlalu persuasif demi kepentingannya sendiri dan mendapatkan apa yang diinginkannya. Untuk menghindari sikap manipulatif tersebut, dapat dilakukan dengan meminta umpan balik dari orang lain sehabis berpendapat untuk mengetahui apakah pendapat yang disampaikan tidak sedang mempengaruhi tindakan orang lain.

Penulis: Maritza Samira

#BreakingBoundariesSeptember

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading