Sukses

Lifestyle

Tak Hanya Cuan, Green Gold Jadi Alternatif Investasi Emas yang Ramah Lingkungan

Fimela.com, Jakarta Investasi emas masih menjadi instrumen investasi yang cukup digemari masyarakat Indonesia di tengah banyak produk investasi baru yang bermunculan. Investasi emas juga jadi bagian dari masyarakat Indonesia sejak lama.

Memiliki nilai yang relatif stabil dan aman menjadi alasan masyarakat Indonesia masih berminat untuk investasi emas. Namun tahukah kamu bahwa produksi emas itu sendiri ternyata meninggalkan jejak karbon yang cukup banyak?

Berdasarkan data yang dipaparkan Treasury, dalam setiap produksi satu gram emas, setidaknya menghasilkan 28,3 kg gas karbon yang dilepaskan ke udara. Oleh karena itu, Treasury menghadirkan produk emas terbaru yang lebih ramah lingkungan namun bisa tetap cuan.

Adalah Green Gold yang menjadi fitur terbaru Treasury sekaligus program pertama di dunia yang mengajak investor untuk berpartisipasi aktif dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Inisiatif ini dirancang untuk memudahkan investor dalam investasi emas yang berkelanjutan, demi lingkungan yang lebih hijau.

 

Green Gold

“Green Gold adalah cara kami mendefinisikan ulang arti berinvestasi emas. Dimana kami ingin mengajak para investor tidak hanya memilih emas sebagai aset yang terus meningkat nilainya, namun juga berkontribusi dalam menjaga lingkungan hidup yang berkelanjutan. Ini adalah sebuah gerakan menuju praktik investasi yang bertanggung jawab, yang memprioritaskan keberlanjutan lingkungan hidup agar hari esok lebih baik dan lebih hijau," ungkap Andreas Santoso selaku CEO Treasury.

Untuk setiap transaksi beli emas yang dilakukan melalui inisiatif Green Gold di Treasury, investor telah berkontribusi menanam pohon dan terlibat dalam proyek pengurangan jejak karbon. Bekerja sama dengan Jejakin, Treasury dirancang program untuk mengurangi dampak negatif pada lingkungan, yang disebabkan oleh aktivitas penambangan dan perdagangan emas.

Sudono Salim selaku CGO Jejakin menyebut pihaknya akan menanamkan pohon Trembesi dan pohon Nangka di kawasan Lampung sebagai langkah awal.

 

Dimulai dari Rp5ribuan

"Kedua pohon ini termasuk jenis pohon yang banyak menyerap karbon dioksida. Pohon trembesi itu bisa menyerap hingga 300kg CO2 dalam kurung delapan tahun. Sementara Pohon Nangka itu bisa 200ankg dalam 8 tahun," kata Sudono Salim dalam peluncuran Green Gold.

Kamu bisa ikut berkontribusi menggunakan Green Gold sebagai investasi emas yang ramah lingkungan dengan Rp5ribu. Sebelum melakukan pembayaran, kamu harus mengaktifkan fitur Green Gold yang ada di bagian Add Ons. Kemudian kamu bisa langsung melakukan pembayaran untuk mendapatkan Green Gold.

Kamu pun bisa melihat seberapa besar kontribusi yang sudah kamu berikan kepada lingkungan dengan membeli Green Gold melalui laporan di aplikasi. Bagaimana? Tertarik untuk mendapatkan Green Gold?

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading