Sukses

Lifestyle

Panduan Menanam Jeruk Nipis dari Biji di Pot, Buat Pemula Ternyata Gampang!

Fimela.com, Jakarta - Jeruk nipis merupakan pilihan yang menarik untuk dibudidayakan di rumah karena kesegarannya serta berbagai manfaat yang dimilikinya, bahkan bagi mereka yang baru memulai. Tanaman ini tidak hanya dapat memperindah halaman atau balkon, tetapi juga menyediakan buah segar yang bermanfaat untuk kebutuhan kuliner dan kesehatan sehari-hari. Menanam jeruk nipis dalam pot sangat cocok bagi mereka yang memiliki lahan terbatas, karena akar tanaman ini tidak terlalu dalam, sehingga dapat beradaptasi dengan baik dalam wadah.

Walaupun menanam jeruk nipis dari biji membutuhkan lebih banyak kesabaran dibandingkan dengan metode vegetatif seperti cangkok, proses ini memberikan kepuasan tersendiri serta potensi hasil panen yang melimpah. Dengan perawatan yang tepat, pohon jeruk nipis dalam pot dapat tumbuh subur dan menghasilkan buah yang melimpah. Keberhasilan dalam menanam terletak pada pemilihan biji yang berkualitas, penggunaan media tanam yang sesuai, serta perawatan rutin yang harus dilakukan secara konsisten.

Jadi, bagaimana cara yang mudah untuk menanam jeruk nipis dari biji di pot bagi pemula? Mengacu pada berbagai sumber, Senin (5/1), berikut adalah informasi yang dapat Anda simak.

1. Pemilihan dan Persiapan Biji Jeruk Nipis Berkualitas

Langkah pertama yang sangat penting dalam memulai budidaya jeruk nipis dari biji adalah memastikan kualitas biji yang Anda miliki. Pilihlah buah jeruk nipis yang telah matang dengan sempurna, karena biji dari buah yang matang memiliki potensi pertumbuhan yang lebih baik. Biasanya, buah yang matang ditandai oleh warna kulit yang cerah dan tekstur yang sedikit lembut saat disentuh, yang menunjukkan bahwa buah tersebut memiliki potensi untuk memberikan hasil panen yang melimpah di masa mendatang.

Setelah memilih buah yang tepat, belahlah jeruk nipis tersebut menjadi dua atau empat bagian dengan sangat hati-hati. Pastikan pisau yang digunakan tidak merusak biji yang ada di dalamnya, karena kerusakan pada biji dapat mengurangi kemungkinan biji tersebut untuk berkecambah. Selanjutnya, ambil biji-biji tersebut dan bersihkan dari sisa-sisa lendir atau daging buah yang mungkin masih menempel. Lendir yang tersisa ini dapat menghambat proses perkecambahan dan dapat menyebabkan pertumbuhan jamur yang merugikan bagi bibit yang akan ditanam.

Setelah biji dibersihkan, simpanlah biji tersebut di tempat yang sejuk dan kering selama sekitar tiga hingga empat hari hingga benar-benar kering dan lapisan lendir di permukaannya menghilang. Beberapa ahli menyarankan untuk mengeringkan biji selama dua hari jika kulitnya sulit dikupas, atau bahkan mengupas kulit luar biji yang keras untuk mempercepat proses perkecambahan. Proses ini sangat penting untuk mempersiapkan biji agar siap berkecambah dengan optimal dan memberikan hasil yang maksimal saat ditanam.

2. Teknik Penyemaian Biji Jeruk Nipis yang Efektif

Setelah biji jeruk nipis dibersihkan dan dikeringkan, langkah berikutnya adalah menyemaikannya agar dapat berkecambah dengan optimal. Salah satu cara penyemaian yang banyak digunakan dan mudah dilakukan adalah dengan memanfaatkan media lembap seperti tisu atau kain. Pertama, siapkan wadah untuk germinasi, kemudian letakkan biji di atas tisu atau kain yang sudah dibasahi, dan tutup kembali dengan tisu lembap lainnya untuk menciptakan kondisi yang ideal.

Selanjutnya, masukkan biji yang telah disemai ke dalam kantong plastik transparan dan simpan di tempat yang terang, namun perlu diingat untuk menghindari paparan sinar matahari langsung yang terlalu kuat. Kondisi lembap dan hangat di dalam kantong plastik akan sangat mendukung proses perkecambahan biji jeruk nipis. Umumnya, biji akan mulai menunjukkan tanda-tanda kehidupan dalam waktu enam hingga empat belas hari, menandakan bahwa tanaman Anda mulai tumbuh.

Alternatif lain yang bisa Anda pertimbangkan adalah menyemai biji langsung di media tanam yang ada di polybag. Siapkan tanah subur dalam polybag, kemudian tebar biji jeruk nipis di permukaannya dan siram hingga media menjadi lembap. Tempatkan polybag di area yang teduh dan pastikan untuk menjaga kelembapan media tanam dengan menyiramnya secara rutin jika terlihat mulai mengering. Metode ini juga terbukti efektif asalkan kelembapan media tanam tetap terjaga dengan baik, sehingga proses perkecambahan dapat berjalan dengan lancar.

3. Pemilihan Pot dan Media Tanam Ideal untuk Jeruk Nipis

Ketersediaan pot dan media tanam yang sesuai adalah elemen penting untuk mendukung pertumbuhan jeruk nipis yang sehat dan produktif dalam pot. Untuk bibit yang baru ditanam, disarankan untuk menggunakan pot dengan diameter minimal 20-40 cm, dan saat tanaman mulai tumbuh, pot tersebut sebaiknya diganti dengan ukuran 50-60 cm. Penting untuk memastikan bahwa pot yang Anda pilih dilengkapi dengan lubang drainase yang cukup di bagian bawahnya. Hal ini bertujuan untuk menghindari genangan air yang dapat berakibat fatal bagi akar, seperti membusuk.

Media tanam yang ideal untuk jeruk nipis harus memiliki sifat subur, gembur, serta kemampuan drainase yang baik, namun tetap mampu mempertahankan kelembaban yang diperlukan oleh tanaman. Campuran yang disarankan biasanya terdiri dari tanah kebun, kompos atau pupuk kandang, serta sekam bakar atau pasir dengan perbandingan 1:1:1 atau 2:1:1. Selain itu, penambahan arang sekam atau cocopeat sangat dianjurkan karena dapat meningkatkan aerasi serta kapasitas retensi air dalam media tanam.

Variasi campuran media tanam lain yang juga terbukti efektif adalah kombinasi tanah sekam dan humus bambu dengan rasio 1:1:1, atau campuran tanah, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan yang sama. Beberapa orang juga menerapkan perbandingan 3:1 antara tanah dan pupuk kompos atau pupuk kandang untuk menciptakan kondisi tumbuh yang optimal. Pilihlah campuran yang paling mudah diakses dan sesuai dengan kondisi lingkungan Anda agar pertumbuhan jeruk nipis dapat berlangsung dengan baik.

4. Proses Penanaman Bibit Jeruk Nipis ke Pot Awal

Setelah biji berhasil berkecambah dan media tanam telah siap, langkah selanjutnya adalah memindahkan bibit jeruk nipis ke pot awal dengan penuh kehati-hatian. Waktu yang ideal untuk melakukan pemindahan adalah ketika tinggi bibit telah mencapai antara 1,1 hingga 2,7 cm, yang menandakan bahwa bibit tersebut sudah cukup kuat untuk dipindahkan.

Langkah pertama adalah meletakkan pecahan genting atau kerikil di bagian dasar pot. Fungsi dari lapisan ini adalah untuk memastikan drainase yang baik, sehingga dapat mencegah terjadinya genangan air serta menjaga agar media tanam tidak keluar melalui lubang drainase. Selanjutnya, isi pot dengan media tanam yang telah disiapkan hingga sepertiga atau setengah dari tinggi pot, menciptakan dasar yang stabil untuk bibit. Buatlah lubang tanam kecil di tengah media, kemudian pindahkan bibit kecambah dengan sangat hati-hati agar akar tidak rusak.

Setelah memindahkan bibit, timbun dengan sisa media tanam hingga seluruh bagian akar dan pangkal batang tertutup, tetapi sisakan sekitar 3-5 cm dari bibir pot untuk ruang penyiraman. Padatkan media tanam secara perlahan di sekitar bibit agar bibit menjadi lebih kokoh. Segera setelah proses penanaman selesai, siram tanaman hingga air mengalir keluar dari lubang drainase. Hal ini akan membantu memadatkan media dan menghilangkan kantung udara yang mungkin ada di sekitar akar.

5. Perawatan Awal Bibit Jeruk Nipis untuk Pertumbuhan Optimal

Perawatan yang teliti dan konsisten di awal sangat krusial untuk memastikan bibit jeruk nipis Anda berkembang menjadi tanaman yang sehat dan kuat. Tanaman jeruk nipis memerlukan kelembaban yang stabil, tetapi mereka tidak menyukai kondisi media tanam yang tergenang air. Oleh karena itu, penting untuk menyiram tanaman secara teratur, idealnya satu hingga dua kali sehari, tergantung pada kondisi cuaca dan kelembaban media tanam.

Sebelum menyiram, pastikan untuk memeriksa kelembaban tanah dengan menyentuhnya; jika terasa kering, saat itulah Anda perlu menyiram. Hindari menyiram langsung pada batang pohon; fokuskan penyiraman pada media tanam di sekeliling batang. Dengan cara ini, Anda dapat mencegah kemungkinan pembusukan batang dan memastikan akar mendapatkan cukup air.

Selain penyiraman, paparan sinar matahari juga merupakan faktor penting untuk pertumbuhan jeruk nipis. Tanaman ini memerlukan sinar matahari penuh, setidaknya enam hingga delapan jam setiap harinya. Pada fase penyemaian, letakkan pot di area yang terang tetapi terlindung dari hujan. Setelah bibit berusia sekitar lima bulan dan memiliki tinggi 20-25 cm, Anda dapat memindahkannya ke lokasi yang lebih terbuka dan terkena sinar matahari langsung. Hal ini akan mendukung proses fotosintesis dan optimalisasi pembentukan buah.

6. Proses Pemindahan Bibit ke Pot yang Lebih Besar (Repotting)

Dalam proses pertumbuhan bibit jeruk nipis, akar tanaman memerlukan lebih banyak ruang untuk berkembang dengan baik, sehingga pemindahan ke pot yang lebih besar atau yang dikenal dengan istilah repotting menjadi sangat penting. Waktu yang paling tepat untuk melakukan pemindahan adalah ketika akar mulai terlihat keluar dari bagian bawah polybag atau pot yang digunakan sebelumnya.

Selain itu, ada beberapa tanda lain yang menunjukkan bahwa bibit perlu dipindahkan. Tanda-tanda tersebut antara lain pertumbuhan tanaman yang melambat, daun yang menguning meskipun sudah disiram secara rutin, atau media tanam yang cepat kering. Jika akar sudah memenuhi polybag, ini adalah sinyal kuat bahwa tanaman memerlukan wadah yang lebih besar untuk mendukung pertumbuhannya secara optimal.

Pilih pot atau planter bag yang memiliki ukuran satu hingga dua tingkat lebih besar dibandingkan wadah sebelumnya. Untuk memastikan pemindahan bibit dilakukan dengan aman, siapkan pot baru dengan media tanam yang sama seperti yang digunakan sebelumnya. Waktu yang paling baik untuk melaksanakan pemindahan adalah pada pagi atau sore hari, saat suhu udara tidak terlalu panas, guna mengurangi stres pada tanaman.

Untuk memindahkan bibit dengan hati-hati, tekan lembut sisi polybag atau pot lama untuk melonggarkan media tanam. Selanjutnya, balik pot dengan perlahan sambil menopang batang bibit dengan tangan, sehingga akar dapat keluar bersama medianya tanpa mengguncang atau membuang seluruh tanah lama. Setelah itu, letakkan bibit di tengah pot baru dan timbun dengan media tanam hingga menutupi akar, sisakan sedikit ruang di bibir pot, dan siram setelah proses pemindahan selesai.

7. Perawatan Lanjutan untuk Jeruk Nipis di Pot: Pemupukan, Pemangkasan, dan Pengendalian Hama

Perawatan yang dilakukan secara rutin dan berkelanjutan sangat penting untuk memastikan pertumbuhan yang optimal serta produktivitas tanaman jeruk nipis yang ditanam dalam pot. Tanaman yang ditanam dalam pot cenderung lebih cepat mengalami kekurangan nutrisi jika dibandingkan dengan yang ditanam langsung di tanah, sehingga pemupukan yang teratur menjadi suatu keharusan. Pemupukan pertama bisa dilakukan ketika tanaman berusia sekitar satu bulan dengan menggunakan pupuk NPK 16:16:16 sebanyak satu sendok makan untuk setiap tanaman. Selanjutnya, pupuk NPK seimbang perlu diberikan setiap dua hingga tiga bulan untuk mendukung pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman tersebut.

Selain pupuk NPK, penting juga untuk menambahkan pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang setiap tiga hingga empat bulan sekali. Pupuk organik ini memiliki peran yang krusial dalam memperbaiki struktur tanah serta memberikan nutrisi mikro yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. Ketika tanaman mulai berbunga dan berbuah, sebaiknya gunakan pupuk yang mengandung fosfor (P) dan kalium (K) lebih tinggi untuk merangsang pembentukan bunga dan buah. Selain itu, pemangkasan pada cabang-cabang yang tidak produktif, layu, atau kering juga perlu dilakukan untuk mengarahkan nutrisi ke bagian tanaman yang lebih produktif dan memastikan bahwa semua bagian tanaman mendapatkan cahaya matahari secara merata.

Pemangkasan juga menjadi langkah penting jika tanaman menunjukkan tanda-tanda serangan penyakit atau hama. Perhatikan dengan seksama tanda-tanda serangan hama seperti belalang, ulat hijau, atau kutu daun, serta penyakit yang mungkin menyerang seperti CVPD, Tristeza, atau Blendok. Hama dapat diatasi dengan cara mekanis, sedangkan penyakit jamur bisa ditangani dengan penggunaan fungisida. Selain itu, untuk menjaga ketersediaan nutrisi, disarankan untuk melakukan penggantian media tanam setiap dua tahun sekali.

Tips Penting untuk Pemula

Berikut Tips Penting untuk Pemula dalam menanam jeruk nipis dari biji yang bisa membantu tanaman tumbuh sehat dan optimal. Menanam jeruk nipis dari biji memang membutuhkan kesabaran karena tanaman biasanya baru mulai berbuah setelah sekitar 2–3 tahun, sehingga perawatan yang konsisten sangat diperlukan sejak awal.

Penyiraman sebaiknya tidak dilakukan terlalu sering, cukup saat media tanam mulai kering, karena tanah yang terlalu basah dapat menyebabkan akar membusuk. Selain itu, apabila ingin tanaman jeruk nipis lebih cepat berbuah, tanaman yang sudah cukup besar nantinya dapat dilakukan teknik sambung atau cangkok agar sifat produktif dari indukan unggul bisa diperoleh dan waktu berbuah menjadi lebih singkat.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading