Sukses

Lifestyle

Bisa Berbahaya, 7 Pohon Buah Ini Sebaiknya Tidak Ditanam di Depan Rumah Anda

Fimela.com, Jakarta - Sejumlah orang menginginkan keberadaan pohon buah di pekarangan rumah untuk menikmati keindahan serta hasil panen yang segar. Akan tetapi, tidak semua jenis pohon buah sesuai untuk ditanam di area depan rumah. Beberapa varietas pohon, meskipun menghasilkan buah yang nikmat, dapat membawa efek negatif yang tidak terduga.

Penting untuk memilih pohon buah yang sesuai untuk ditanam di depan rumah guna menghindari berbagai masalah yang mungkin muncul di masa mendatang. Masalah tersebut dapat mencakup kerusakan pada struktur bangunan, isu kebersihan, serta gangguan lingkungan sekitar yang diakibatkan oleh serangan hama.

Di bawah ini terdapat tujuh jenis pohon buah yang sebaiknya dihindari untuk ditanam di bagian depan rumah, lengkap dengan alasan yang mendasarinya. Memahami karakteristik masing-masing pohon sangat penting agar tempat tinggal tetap aman, bersih, dan harmonis, serta terhindar dari berbagai hal yang tidak diinginkan.

1. Pohon Mangga: Akar Agresif dan Buah Berjatuhan

Pohon mangga terkenal karena ukurannya yang dapat mencapai ketinggian yang sangat besar serta memiliki kanopi yang lebar dan lebat. Akar dari pohon ini cenderung menyebar secara luas dan agresif, yang dapat berpotensi merusak fondasi bangunan atau saluran air di sekitarnya. Kerusakan semacam ini pastinya akan memerlukan biaya perbaikan yang cukup besar dan dapat mengganggu stabilitas struktur bangunan.

Selain itu, buah mangga yang sudah matang dan dedaunan yang jatuh dapat membuat halaman rumah menjadi kotor. Buah yang membusuk di tanah juga dapat menciptakan permukaan yang licin dan menarik berbagai hama seperti semut atau lalat. Kehadiran hama dan serangga tersebut tentunya dapat mengganggu kenyamanan penghuni rumah serta kebersihan lingkungan sekitar.

Dari sudut pandang feng shui, pohon mangga yang lebat dapat menutupi rumah dan menciptakan suasana yang gelap. Keadaan ini dipercaya dapat membawa energi negatif ke dalam hunian. Oleh karena itu, sangat penting untuk mempertimbangkan dengan baik sebelum menanam pohon mangga di depan rumah agar tidak menimbulkan masalah di masa depan.

2. Pohon Jambu Air: Pertumbuhan Cepat dan Buah Pembusuk

Pohon jambu air dikenal sebagai tanaman yang tumbuh dengan cepat dan dapat mencapai ukuran yang besar dalam waktu yang relatif singkat. Akar serta batangnya cenderung menyebar dengan liar, sehingga dapat berisiko merusak paving halaman atau bahkan fondasi bangunan. Kerusakan semacam ini bisa menjadi masalah serius jika tidak ditangani sejak awal proses penanaman.

Buah jambu air yang sering jatuh dan membusuk di tanah dapat menyebabkan bau tak sedap di sekitar area rumah. Pembusukan buah ini juga menarik perhatian semut dan lalat, yang kemudian bisa masuk ke dalam rumah. Oleh karena itu, perawatan yang intensif sangat diperlukan untuk menjaga kebersihan area di bawah pohon dan mencegah penyebaran hama.

Selain itu, batang pohon yang membesar dapat menghalangi pemandangan rumah dan bahkan merambat hingga merusak atap atau dinding. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada estetika, tetapi juga dapat menyebabkan kerusakan fisik pada struktur rumah. Dengan demikian, jambu air kurang ideal untuk ditanam di depan rumah dan sebaiknya dipertimbangkan lokasi penanamannya dengan lebih hati-hati.

3. Pohon Nangka: Mitos dan Getah Lengket

Dalam berbagai kepercayaan masyarakat, terutama di Jawa, menanam pohon nangka di halaman depan rumah sering kali dianggap memiliki konotasi negatif. Banyak yang meyakini bahwa pohon ini dapat menarik energi buruk, serta dianggap sebagai pembawa penyakit dan kesulitan bagi penghuni rumah. Mitos ini menjadi pertimbangan yang signifikan bagi sebagian orang saat memilih jenis tanaman yang akan ditanam di sekitar rumah mereka.

Dari segi fisik, buah nangka memiliki ukuran yang sangat besar dan mengeluarkan getah lengket. Ketika buah atau getahnya jatuh ke halaman, proses pembersihannya bisa menjadi sangat sulit dan dapat menciptakan kekotoran di lingkungan sekitar.

Selain itu, getah yang menempel juga berpotensi merusak permukaan paving atau kendaraan yang terparkir di bawah pohon tersebut.  Daun pohon nangka yang lebat dan rimbun juga dapat menutupi rumah, sehingga menciptakan suasana gelap yang, menurut kepercayaan, dapat mengundang energi negatif.

4. Pohon Jambu Biji: Rezeki Seret dan Akar Perusak

Dalam pandangan feng shui, pohon jambu biji dianggap sebagai jenis tanaman buah yang sebaiknya tidak ditanam di area depan rumah. Banyak orang meyakini bahwa keberadaan pohon ini dapat mengakibatkan rezeki menjadi seret atau bahkan berpotensi menimbulkan kemiskinan bagi penghuni rumah. Keyakinan yang kuat ini membuat sebagian masyarakat memilih untuk menjauhkannya dari area depan rumah mereka.

Pohon jambu biji dikenal memiliki akar yang besar dan keras. Apabila tidak dirawat dan dipangkas secara berkala, akarnya dapat merusak fondasi rumah atau pagar yang ada di sekitarnya. Kerusakan pada struktur bangunan seperti ini tentu dapat menimbulkan masalah besar di masa depan, dan biaya perbaikannya bisa sangat tinggi.

Selain itu, daunnya yang rimbun dapat menyebabkan rumah menjadi gelap, yang dalam feng shui dianggap dapat menarik energi negatif. Kombinasi dari berbagai faktor fisik dan kepercayaan ini menjadikan pohon jambu biji sebagai pilihan yang kurang ideal untuk ditanam di halaman depan, terutama bagi mereka yang ingin menjaga aliran energi positif.

5. Pohon Pir (Bradford): Cabang Rapuh dan Ukuran Besar

Pohon pir, khususnya varietas Bradford, terkenal karena cabangnya yang rentan patah, terutama setelah mencapai usia lebih dari 20 tahun. Cabang-cabang yang lemah ini dapat menimbulkan risiko serius jika jatuh, terutama saat terjadi angin kencang atau hujan deras. Hal ini tentu mengancam keselamatan penghuni dan properti di sekitarnya.

Dengan tinggi yang bisa mencapai sekitar 9 meter, pohon ini dianggap terlalu besar untuk ditanam di halaman depan rumah pada umumnya. Lebar tajuknya juga berpotensi menghalangi sinar matahari, sehingga area di bawahnya menjadi sulit untuk ditanami bunga atau tanaman hias lainnya.

Selain itu, pohon pir jenis Bradford cenderung merusak struktur di sekitarnya atau menutup jalur jalan setapak karena pertumbuhannya yang besar dan agresif. Hal ini tentu mengganggu fungsi dan estetika area depan rumah, serta berpotensi menimbulkan kerusakan pada infrastruktur yang ada di sekitarnya.

6. Pohon Plum Jawa (Jamblang): Kurang Ideal untuk Area Depan

Pohon Plum Jawa, yang juga dikenal sebagai jamblang, termasuk dalam kategori tanaman buah yang kurang ideal untuk ditanam di area depan rumah. Meskipun tidak ada penjelasan mendetail mengenai alasan ini dalam banyak referensi, pohon ini sering kali disebut bersamaan dengan jenis pohon lain yang tidak dianjurkan untuk lokasi tersebut.

Umumnya, tanaman buah yang tidak cocok untuk area depan rumah memiliki beberapa karakteristik, seperti akar yang tumbuh agresif, ukuran yang terlalu besar, atau buah yang mudah jatuh dan dapat mengotori lingkungan sekitar. Dalam hal ini, pohon jamblang juga memiliki beberapa sifat yang dapat menimbulkan masalah di kemudian hari.

Selain itu, faktor estetika dan potensi masalah kebersihan menjadi pertimbangan yang sangat penting. Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk memilih jenis tanaman lain yang lebih sesuai untuk ditanam di halaman depan rumah agar terhindar dari masalah yang mungkin muncul di masa depan.

7. Pohon Pisang: Aura Gelap dan Hama Pengganggu

Pohon pisang dikenal memiliki daun yang besar dan lebat, yang dalam kepercayaan feng shui diyakini dapat menciptakan aura gelap. Keberadaan aura ini dianggap dapat menarik energi negatif untuk datang dan berdiam di sekitar rumah, sehingga mengganggu keseimbangan dan harmoni tempat tinggal.

Selain itu, daun pisang yang berukuran besar cenderung rontok dengan mudah, sehingga bisa mengotori halaman rumah. Tumpukan daun yang berserakan ini tidak hanya mengurangi nilai estetika, tetapi juga berpotensi menjadi tempat berlindung bagi berbagai jenis hama dan serangga, seperti nyamuk dan semut.

Buah pisang yang matang dan terlalu lama dibiarkan di pohon atau tanah juga dapat menjadi magnet bagi hama. Oleh karena itu, menanam pohon pisang di area depan rumah sering kali tidak dianjurkan, mengingat potensi masalah kebersihan dan energi negatif yang diyakini oleh sebagian orang.

Perspektif Tata Ruang dan Lingkungan

Dari perspektif tata ruang dan lingkungan, penanaman pohon buah di depan rumah perlu mempertimbangkan dampaknya terhadap area sekitar, bukan hanya pada pemilik rumah. Pohon dengan tajuk lebar dan buah yang sering rontok dapat mengganggu kenyamanan tetangga, misalnya buah jatuh ke halaman orang lain, daun menyumbat selokan, atau dahan menjulur ke area umum.

Selain itu, sistem perakaran yang kuat berpotensi merusak drainase dan saluran air, menyebabkan aliran air tersumbat dan meningkatkan risiko genangan saat musim hujan. Dari sisi visual, pohon yang tumbuh tidak terkendali juga dapat mengurangi estetika lingkungan depan rumah, membuat kawasan terlihat semrawut, kotor, dan kurang tertata.

Oleh karena itu, pemilihan jenis tanaman dan penempatannya harus selaras dengan prinsip tata ruang agar lingkungan tetap rapi, aman, dan nyaman bagi semua penghuni.  

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading