Fimela.com, Jakarta - Dalam semangat Hari Kartini, kisah perempuan inspiratif terus hadir dengan berbagai bentuk kontribusi nyata. Salah satunya datang dari Vania Fitryanti Herlambang, sosok yang tidak hanya dikenal sebagai model dan ratu kecantikan, tetapi juga sebagai figur yang konsisten mengangkat isu sustainability di ruang publik.
Perjalanannya memperlihatkan bahwa advokasi lingkungan tidak harus dimulai dari panggung besar, tetapi bisa tumbuh dari rasa ingin tahu yang kemudian berkembang menjadi komitmen jangka panjang. Langkah Vania di panggung nasional dimulai saat ia mewakili Banten dalam ajang Puteri Indonesia 2018 dan meraih posisi Runner-up 1 dengan gelar Puteri Indonesia Lingkungan.
Ia kemudian melangkah ke panggung internasional melalui ajang Miss International 2018 dan berhasil masuk Top 15. Namun, bagi Vania, pencapaian tersebut bukanlah tujuan akhir, melainkan titik awal untuk memahami isu lingkungan dan sustainability secara lebih luas dan mendalam.
Advertisement
Kini, Vania dikenal sebagai content creator yang aktif mengedukasi publik mengenai sustainability. Dengan latar belakang Teknik Kimia dan pengalaman profesional sebagai renewable project engineer, ia menghadirkan sudut pandang yang lebih komprehensif—menghubungkan aspek teknologi, sosial, hingga kebijakan. Kontennya hadir sebagai jembatan antara isu yang kompleks dengan kebutuhan audiens yang mencari pemahaman praktis dan relevan dalam kehidupan sehari-hari.
Advertisement
Berawal dari Rasa Ingin Tahu di Bangku Kuliah
Ketertarikan Vania terhadap isu lingkungan tidak datang secara instan. Ia pertama kali mengenal konsep sustainability pada 2015 saat masih menempuh pendidikan di jurusan Teknik Kimia. Dari sana, rasa penasaran mendorongnya untuk mendalami topik tersebut lebih jauh melalui berbagai mata kuliah tambahan.
“Pertama kali saya mendengar istilah sustainability adalah di tahun 2015 ketika masih di bangku kuliah. Saat itu, salah satu dosen saya memperkenalkan Sustainable Development Goals, 17 target berkelanjutan dari PBB. Karena penasaran, saya mengambil mata kuliah tambahan dengan topik sustainability dan mulai banyak belajar tentang teknologi pengolahan limbah padat, cair, dan gas di sektor industri,” jelas Vania saat diwawancarai Fimela.
Pengalaman akademik ini menjadi fondasi penting yang membentuk cara pandangnya. Bagi Vania, sustainability bukan sekadar tren, namun sebagai isu kompleks yang membutuhkan pemahaman lintas sektor. Rasa ingin tahu tersebut juga menjadi titik awal perjalanan panjangnya dalam memahami bahwa solusi lingkungan tidak bisa berdiri sendiri.
Panggung Pageant yang Membuka Perspektif Lebih Luas
Saat menjalankan perannya sebagai Puteri Indonesia Lingkungan 2018, perempuan kelahiran 11 Februari 1997 ini melihat langsung tantangan dalam mengedukasi masyarakat. Ia menyadari bahwa banyak miskonsepsi yang terjadi, terutama karena isu lingkungan sering kali disampaikan dengan istilah yang terlalu teknis dan sulit dipahami.
“Selama satu tahun menjalankan pengabdian, saya melihat isu lingkungan dari dua kacamata—sebagai teknokrat dan aktivis. Banyak sekali misinterpretasi yang terjadi. Misalnya, penggunaan sedotan kertas dianggap solusi, padahal jika berakhir di landfill, proses penguraiannya justru menghasilkan gas metana yang jauh lebih berbahaya,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa tantangan terbesar bukan hanya pada kompleksitas isu, tetapi juga pada rendahnya relevansi di mata masyarakat saat itu. Bahkan, menurutnya, isu lingkungan kerap kalah perhatian dibandingkan topik yang lebih dekat secara emosional seperti beauty.
Di titik ini, Vania mulai menyadari pentingnya pendekatan komunikasi yang lebih sederhana dan relatable agar isu sustainability tidak lagi terasa eksklusif.
Belajar dari Dunia Profesional Energi Terbarukan
Setelah menyelesaikan masa jabatannya, Vania tidak berhenti pada advokasi. Ia justru memperdalam pemahamannya dengan terjun langsung ke industri sebagai renewable project engineer di perusahaan energi swasta nasional.
Pengalaman ini membuka perspektif baru bahwa solusi lingkungan tidak bisa hanya bergantung pada teknologi semata.
“Di lapangan, saya melihat bahwa isu lingkungan sangat berkaitan dengan banyak aspek lain seperti regulasi, model bisnis, dan pendekatan sosial. Ketika kita hanya mengandalkan teknologi tanpa dukungan aspek lain, yang terjadi justru proyek mangkrak,” jelasnya.
Dari pengalaman tersebut, ia semakin memahami bahwa permasalahan lingkungan bersifat sistemik. Hal ini juga yang kemudian mendorongnya untuk tidak hanya fokus pada solusi teknis, tetapi juga pada edukasi publik yang lebih luas.
Content Creation sebagai Medium Edukasi
Keputusan untuk aktif sebagai content creator lahir dari keinginan untuk menjembatani gap informasi tersebut. Vania mulai membagikan insight dari pengalaman profesionalnya dengan bahasa yang lebih sederhana dan mudah dipahami.
“Kredibilitas tidak dibangun dalam satu malam. Bagi saya, butuh proses sekitar enam tahun—dari masa pageant hingga berkarier di energi terbarukan—untuk membangun personal branding sebagai advokat lingkungan,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa proses edukasi tidak hanya soal menyampaikan informasi, tetapi juga membuat audiens merasa isu ini relevan dengan kehidupan mereka.
Melawan Greenwashing Lewat Edukasi
Di tengah maraknya tren sustainability, Vania juga menanggapi fenomena greenwashing yang semakin sering terjadi. Menurutnya, hal ini muncul akibat adanya kesenjangan pengetahuan di masyarakat.
“Greenwashing bisa terjadi karena adanya knowledge gap. Harapannya, konten yang saya buat bisa membantu mendemokratisasi pengetahuan tentang sustainability secara lebih holistik, sehingga publik tidak mudah terjebak,” jelasnya.
Ia percaya bahwa edukasi yang tepat dapat membantu masyarakat menjadi lebih kritis, tidak hanya menerima klaim “ramah lingkungan” secara mentah, tetapi juga memahami konteks di baliknya.
Advertisement
Awareness yang Terus Berkembang
Vania melihat perubahan signifikan dalam kesadaran masyarakat, terutama sejak pandemi. Momen tersebut menjadi titik awal banyak orang mulai lebih peduli terhadap lingkungan dan kesehatan.
“Sekarang audiens jauh lebih aktif—mereka bertanya lebih dalam, berdiskusi, bahkan memberikan argumen berbeda. Saya senang sekali jika ada yang men-challenge pendapat saya, karena itu artinya mereka benar-benar berpikir dan ingin belajar,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa fenomena ini menunjukkan bahwa isu sustainability mulai menjadi lebih inklusif dan terbuka untuk diskusi publik.
Peran Komunitas untuk Dampak Lebih Besar
Bagi Vania, perubahan tidak bisa hanya berhenti pada level individu. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dan peran komunitas dalam menciptakan dampak yang lebih luas.
“Saya percaya kalau gerakan hanya berhenti di level individu tanpa perubahan sistem yang lebih besar, kita hanya akan jalan di tempat. Karena itu, penting untuk bergabung dengan komunitas—bukan hanya untuk saling mendukung, tapi juga membuka peluang untuk mendorong perubahan di level kebijakan,” pesannya.
Pesan ini menjadi penegasan bahwa sustainability bukan hanya tentang gaya hidup, tetapi juga tentang bagaimana mendorong perubahan yang lebih besar secara kolektif.
Sahabat Fimela, perjalanan Vania F. Herlambang menjadi gambaran nyata bagaimana perempuan masa kini mampu mengambil peran strategis dalam isu global. Di momen Hari Kartini, kisahnya menjadi pengingat bahwa perubahan bisa dimulai dari rasa ingin tahu sederhana, yang kemudian berkembang menjadi kontribusi nyata bagi masa depan yang lebih berkelanjutan.
Penulis: Siti Nur Arisha
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3878131/original/ACg8ocKzr10xHh3pU2G-bjnCj4ov6jOievjAqe4kOLGwYFffSwPqKmQo%3Ds200.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5557503/original/024166300_1776332204-SaveClip.App_650739706_18324918928301452_4258190816785244452_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5557347/original/098691500_1776326613-Desain_tanpa_judul__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5557504/original/033295000_1776332330-SaveClip.App_639588719_18566715562000114_7473666984791357576_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5557349/original/063261100_1776326619-SaveClip.App_625011073_18060753389329474_1374241206585732118_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1808529/original/044124600_1538876305-98881E15-4590-420B-B428-7F754A916498.jpeg)
![Tak hanya fokus pada karya seni, Erika semakin dikenal luas berkat kepeduliannya terhadap pendidikan khususnya di daerah Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat. [Dok/Erika Richardo]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/fzJZZ-JLuXcrr0vrYp3xQP6LBVA=/200x200/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5557312/original/064025300_1776325475-WhatsApp_Image_2026-04-16_at_14.35.38.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5461570/original/069087600_1767421367-063_2253717614.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5557030/original/095701400_1776315740-LXR_DPSOL_UMA_BEACH_HOUSE_AERIAL_003.jpg)
![Sherly Tjoanda Gubernur Maluku Utara saat Pelantikan Kepala Daerah. [@byisabellefarradiva]](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/nYXLLUZKOu5_ashrsLXYb7nUUq4=/200x200/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5139211/original/003901200_1740064633-IMG_7062.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3394915/original/076405500_1615051822-Ilustrasi_anak_kembar.jpg)
![Eksplorasi visi artistik bersama desainer Rinaldy Yunardi dalam merayakan keberanian dan karakter kuat perempuan melalui karya masterpiece. [Dok/MAKE OVER].](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/wVUPvoKimeAwYqbHzt9zSrsof9A=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5553838/original/011816700_1776050568-article_bank__43_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5510193/original/003574000_1771822191-pexels-shameel-mukkath-3421394-5817525.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5543441/original/045767700_1775025855-Depositphotos_568782318_L.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5536676/original/009251900_1774335992-collage-1774335311762.jpg)
![Sederet figur publik memilih busana bernuansa biru sebagai busana Lebaran 2026. Siapa saja mereka? [@syifahadju @erinagudono @v8harrykiss]](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/n_eNlnMO4PJs4LcHbccLAeN9fhY=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5536173/original/032887700_1774257169-collage-1774255799301.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5536081/original/096702000_1774237144-SnapInsta.to_656292311_18575221621044018_7804268095466145474_n.jpg)
![Melalui konten-konten yang Nupi bagikan di sosial media, diharapkan audiens bisa lebih peduli terhadap lingkungan. [Dok/Instagram @ceritanupi].](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/54dYY-EzOq0su3YOg5XVefc9UKA=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5557491/original/020242800_1776331646-article_bank__45_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5466502/original/076143600_1767846469-Bersihkan_Minyak_Jelantah_Bekas_Gorengan_Landscape.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5553926/original/016075600_1776054758-000_A7HK7DT.jpg)
![BINI saat manggung di Coachella kenakan busana sustainable. [@bini_ph]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/3D_2Way-Ww1UamLb5vzmUdY4ug0=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5554450/original/014995300_1776071681-IMG_7299_1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5390364/original/062424300_1761275576-kids-learnign-about-environment.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4059016/original/028512500_1655779529-pexels-anete-lusina-5723263.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5526549/original/046089800_1773125255-Depositphotos_266017344_L.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5323424/original/030126000_1755768390-vitolda-klein-scbqlqoh28o-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4997871/original/024433300_1731143924-mimpi-kerudung-putih.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3424417/original/014362800_1617955868-WhatsApp_Image_2021-04-09_at_7.30.09_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5522308/original/088735600_1772753609-WhatsApp_Image_2026-03-06_at_01.08.19_1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5451281/original/070871300_1766252455-WhatsApp_Image_2025-12-20_at_23.05.30__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5556652/original/095263300_1776271834-SnapInsta.to_671236418_18572026216052983_6332500582730824967_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5334066/original/016485500_1756705060-vitaly-gariev-FSEci3T67eU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5327417/original/054956200_1756180723-giu-vicente-pYrS9SgBLk0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5358305/original/043569900_1758602670-asian-japanese-family-has-breakfast-home-asian-mom-dad-daughter-feeling-happy-talking-together-while-eat-bread-corn-flakes-cereal-milk-bowl-table-kitchen-morning.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4972310/original/062591800_1729228766-yujia-tang--CUg2tKMHV4-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5479072/original/041763200_1768967463-raychan-YT1LV3U4ViA-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5477296/original/044809300_1768815162-pexels-yi-ren-57040649-25551423.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5477191/original/015898700_1768811410-pexels-olly-3807757.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5477138/original/069417700_1768809895-pexels-yi-ren-57040649-34990362.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1692442/original/028926200_1503805348-20170827-Samsat-Keliling-AY4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5557594/original/085877600_1776339299-299358.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5557584/original/018243700_1776337930-WhatsApp_Image_2026-04-16_at_18.08.56__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3392990/original/024354600_1614845874-068129800_1538825965-002716100_1426131106-1842092shutterstock-175158260780x390__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5557515/original/033879000_1776332848-WhatsApp_Image_2026-04-16_at_16.43.57.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3637795/original/080026300_1637312813-Anggota_Komisi_II_DPR_RI_Rifqinizamy_Karsayuda.jpg)
![Maudy Ayunda artis yang juga fokus terhadap isu pendidikan dan layak sebagai Kartini Era Kini. [@maudyayunda]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/0FZNws8VahJg8vr4tcRUPA4KaE0=/260x125/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5557571/original/094172100_1776336317-IMG_7682_2_.jpeg)
![Melalui konten-konten yang Nupi bagikan di sosial media, diharapkan audiens bisa lebih peduli terhadap lingkungan. [Dok/Instagram @ceritanupi].](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/gF7Bd5-gaGSL8nhtORQY9cm1P5c=/80x80/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5557491/original/020242800_1776331646-article_bank__45_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5557503/original/024166300_1776332204-SaveClip.App_650739706_18324918928301452_4258190816785244452_n.jpg)
![Nia Ramadhani Rayakan Ulang Tahun ke-36. [@ramadhaniabakrie]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/EHHq1sgGXwDeE433VKGT_PZK9Y0=/80x80/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5557412/original/045416400_1776328495-IMG_7667_1_.jpeg)