Sukses

Lifestyle

Han Chandra Gelar Pameran Tunggal "Tanadiri (I am Forest)"

Fimela.com, Jakarta - Han Chandra menggelar pameran tunggal keduanya yang bertajuk Tanadiri, atau I amForest, di Artsphere Gallery, The Dharmawangsa Square Lt. 2 Unit 66, Kebayoran Baru,Jakarta Selatan, mulai Sabtu, 23 Mei 2026. Koleksi ini menghadirkan 13 (tiga belas) karya lukis cat akrilik di atas kanvas, yang terdiri dari 4 karya berukuran 40 cm x 60 cm, 4 karya berukuran 50 cm x 70 cm, 1 karya berukuran 30 cm x 40 cm, dan 1 karya berukuran 80 cmx 100 cm. Ide pameran ini sudah digodok bersama kurator Venerdi Handoyo sejak November2024. Sketsa-sketsa yang dibuat sejak Februari 2025 menjadi pijakan awal penciptaan karya. Pada 3-5 Desember 2025, sebagian dari lukisan yang sudah selesai digarap sempat dipamerkan di Unknown Asia 2025, Osaka, Jepang.

Setiap lukisan Han Chandra menghadirkan karakter bernama Haruu yang adalah representasi idealisme kesatuan manusia dengan alam. Dalam pameran ini karakter Haruu juga akan hadir dalam wujud collectible art toys yang merupakan cetakan tiga dimensi yang diwarnai secara manual oleh Han Chandra sendiri menggunakan cat akrilik. Tanadiri adalah tumpahan kerinduan, limpahan kegelisahan, dan luapan keresahan akan relasi antara manusia dan alam. Di atas kanvas-kanvasnya, Han Chandra menempatkan dirinya sebagai subjek imajinasi tentang kesatuan - bahkan peleburan - manusia dengan tumbuhan. Koleksi ini adalah ajakan untuk berhenti, menyingkir dari hiruk-pikuk, dan menemukan kembali kesadaran purba akan manusia sebagai hasil evolusi panjang yang belum juga selesai.

kreator, penulis, dan seniman multitalenta

Han Chandra adalah model, kreator, penulis, dan seniman multitalenta yang sudah memulai kariernya sejak tahun 2011. Selain merambah panggung busana dan dunia fesyen di Indonesia, Cina, Thailand dan Jepang, Han Chandra juga mengajar modelling untuk anak-anak, aktif dalam berbagai gerakan sosial, serta sudah menerbitkan dua buku cerita anak-anak. Pameran tunggal karya lukis Han Chandra yang pertama bertajuk Teduh diselenggarakan di Jakarta dan Bali pada tahun 2018.

Venerdi Handoyo adalah penulis, pemerhati seni, kolektor dan kurator yang sempat bekerja sama dengan seniman dan galeri-galeri di Jakarta dan Zürich.Artsphere Gallery didirikan pada tahun 2006 oleh Maya Sujatmiko, seorang profesional seni dengan latar belakang akademik dan profesional yang luas di bidang seni.Sorotan utama Artsphere Gallery adalah karya seni modern dan kontemporer dari talenta muda Indonesia maupun mancanegara yang sedang berkembang

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading