Sukses

Entertainment

Eksklusif, Pembuktian Marcello Tahitoe di Album Jalur Alternatif

Fimela.com, Jakarta Kecintaan Marcello Tahitoe pada dunia musik membuat dirinya terjun di industri dan tak berhenti menggali kreativitas. Setelah sempat meluncurkan sederet karya, kini ia kembali menyuguhkan hasil buah ide melalui sebuah album istimewa dengan nama yang menarik perhatian, Jalur Alternatif.

***

Cello, begitu ia kerap disapa merintis karier sebagai seorang solois tanah air dengan merilis album bertajuk Ello pada tahun 2005 silam. Namanya kian melambung bersama single Pergi Untuk Kembali, sebuah lagu milik sang ayah yang diaransemen ulang dengan sentuhan yang tak kalah apik.

Eksklusif Marcello Tahitoe. (Fotografer: Galih W. Satria/Bintang.com, Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri/Bintang.com)

Baca Juga

Seiring berjalannya waktu, Januari lalu Cello memperkenalkan kepada publik dan penikmat musik karya teranyar bertajuk Jalur Alternatif. Sebuah nama yang terdengar unik, menarik namun, menyimpan makna mendalam dan penuh inspirasi.

Diakui Cello, Jalur Alternatif sendiri tidak lepas dari alternatif musik yang diusungnya. Tak hanya itu, ia juga menjelaskan esensi nama tersebut adalah bagaimana dapat mencapai kesuksesan tanpa harus mengikuti jalur yang orang lain buat.

"Sebenarnya ada urusan dengan musiknya, alternatif musik, tapi saat gue bikin jalur alternatif, gue sama Inu ngebayanginnya lucu juga jalur alternatif. Inti dari nama itu, bisa mencapai kesuksesan tanpa harus mengikuti jalur apa yang orang lain sudah bikin," ungkap Cello.

Eksklusif Marcello Tahitoe. (Fotografer: Galih W. Satria/Bintang.com, Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri/Bintang.com)

Selain makna tersebut, Cello juga berpegang teguh pada keyakinan bahwa seseorang harus memiliki cara tersendiri dan jalur alternatif untuk mencapai ke sebuah titik. Upaya ini juga tentunya didukung dengan kembali pada gaya, karakter serta kepribadian sendiri.

"You have your own way, you have alternative way untuk mencapai titik A ke titik B dengan your own style, your own character dan your personality," tambah Marcello Tahitoe.

Tidak hanya akan mengupas album Jalur Alternatif, Marcello Tahitoe juga akan berbagi cerita soal pembuktian karya, transisi musiknya, mimpi, kesuksesan serta harapan di promo album. Simak petikan wawancara eksklusif Bintang.com yang dihimpun Putu Elmira dan fotografer Galih W. Satria di kantor Sony Music Indonesia di kawasan Jakarta Pusat.

Kekuatan Album Jalur Alternatif

Marcello Tahitoe mampu membuktikan lewat jalan dan cara sendiri, ia dapat mempersembahkan karya yang kini ikut menghiasi industri musik tanah air. Ia pun buka-bukaan mengenai sang album, Jalur Alternatif.

Konsep yang mau ditawarkan ke penikmat musik?

Basically, 10 lagu yang ada di album itu rock. Jadi gue main rock udah lumayan lama dari umur 13 tahun sekarang gue 33 tahun dan cuma memang yang keluar di album nggak rock di album satu, album dua gue mulai main gitar dan mengarahkan diri gue ke sana. Semakin ke sini, konsep yang ditawarin adalah this is the real me.

Proses transisi dari lagu slow ke rock bagaimana?

Album pertama itu bukan gue, sesederhana itu. Walaupun gue suka, gue niatnya ngincer bukan RnB, gue pengen lebih nge-funk kayak Jamiroquai. Cuma saat itu mereka butuh pop, pasti dalam hidup melakukan sesuatu yang nggak lo banget, nolaklah. Akhirnya gue nganggur 3 tahun dari tahun 2006 ke 2009, tahun 2009 ngeluarin konsep Masih Ada, itu lumanyan gue banget karena gue main gitar, prosesnya lumayan lama, 10 tahun akhirnya gue bisa menjadi diri gue seperti sekarang ini.

Eksklusif Marcello Tahitoe. (Fotografer: Galih W. Satria/Bintang.com, Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri/Bintang.com)

Apa yang menarik dari album Jalur Alternatif?

Ini album nggak ada lagu pelannya sama sekali, gue pengen dari dulu bikin album yang nggak ada lagu pelannya sama sekali karena even single-single gue yang gue keluarin pelan-pelan, ada lagu Kisah Kita T'lah Usai, Terbaik gue nggak pernah gue mau bawain pas live karena gue nggak terlalu bisa berekspresi maksimal membawakan lagu pelan. Di album ini gue bisa bikin satu album nggak ada lagu pelannya satu pun.

Apa yang membuat Jalur Alternatif baru keluar?

Di label nggak gue doang, jadi nunggu slot kalau ngomong materi gue udah ada dari tahun 2010 tapi keluarin 2012, gue ngumpulin 30 lagu. Cuma lagi nunggu kapan keluarnya mungkin tahun depan dan gue ngerasa saatnya ini gue percaya semua ada waktunya. Akhirnya, dengan menunggu single berikutnya gue ngamen sana-sini dan bener-bener nggak takut waktunya udah lewat.

Eksklusif Marcello Tahitoe. (Fotografer: Galih W. Satria/Bintang.com, Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri/Bintang.com)

Dalam proses penggarapan ada kesulitan?

Jujur nggak, karena ini album yang paling sederhana bikinnya karena proses kreatifnya menurut gue nggak susah. Gue bisa berekspresi di musik rock. Even proses kreatifnya juga nggak ribet, nggak seribet waktu gue ngemas musik pop RnB itu gue lumayan mikir. Tapi ini ngalir aja langsung jadi, itu menandakan this is where I belong, gue nyaman di sini kalau dalam proses kreatif, over think over do nggak bagus, lebih bagus mengalir dengan sendirinya.

Apakah album ini sudah merepresentasikan seorang Marcello Tahitoe?

Bisa dibilang gitu karena bener-bener yang album yang emang gue banget contoh dari cover-nya aja nggak ada muka gue di sini. Gara-gara album dan konsep yang sekarang ini banyak pintu-pintu yang belum pernah gue datengin akhirnya banyak ke buka, beberapa kota yang gue nggak pernah datengin mereka minta.

Mimpi & Arti Kesuksesan Bermusik

Lewat sederet karya dan pencapaiannya di industri musik tanah air, ternyata masih ada mimpi yang belum Marcello Tahitoe gapai. Ia juga berbagai cerita mengenai arti kesuksesan dan harapan promo sang album baru.

Ada mimpi bermusik yang belum tercapai?

Ada, gue bermimpi tapi mungkin mimpi ini banyak tercapai di musisi lain, gue pengen nyanyi 20 lagu dari awal sampai habis dan mereka nyanyi semua, bener-bener sing along dari A sampai Z itu belum tercapai. Mungkin waktu sih ya bikin orang suka sama lo seinstan itu, kalau dalam kasus gue harus melewati beberapa proses hidup yang cukup bervariatif baru bisa sampai sana. Tapi gue nikmati aja prosesnya.

Apa arti kesuksesan untuk Marcello Tahitoe?

Kesuksesan buat gue adalah di saat lo bisa melakukan sesuatu yang lo inginkan dan lo menghasilkan dari itu. Itu sukses buat gue dan gue sedang melakukan itu sekarang.

Eksklusif Marcello Tahitoe. (Fotografer: Galih W. Satria/Bintang.com, Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri/Bintang.com)

Banyak musisi baru, bagaimana cara bisa bertahan di industri musik?

Saat ini harus bikin diri irreplaceable contoh there is only one Naif nggak ada Naif yang lain, there is only one The Changcuters nggak ada Changcuters yang lain kalau nggak ada Changcuters, lo nggak bisa siapa-siapa lagi cuma dia doang yang kayak begitu dan menurut gue di industri musik you just make yourself irreplaceable. When you compare to somebody else success akan ngerasa capek, ngerasa kurang, itu yang dibilang rumput tetangga lebih hijau. Kalau kita punya cara kita sendiri gue rasa kita bisa lebih fokus ngembangin potensi dibanding melihat apa yang orang lain bikin.

Seberapa penting disiplin musik untuk Marcello Tahitoe?

Buat gue penting ya karena kayak pemain bola hidupnya latihan doang kerjanya seminggu sekali pas main itu yang lagi gue coba di rumah saat ini. Gue sebisa mungkin, kalau bisa setiap hari itu harus ada satu ide either itu verse-nya, refrain at least harus ada satu karya menurut gue penting, kalau musisi nggak bisa disiplin dan fokus terhadap kerjaannya mau apapun profesinya pasti akan hancur. Disiplin dalam arti menggali diri sendiri.

Apa project setelah promo album?

Lagi nunggu Lebaran sebenernya akan ada single baru lagi after Lebaran karena banyak yang bikin single-single religi tapi sabar-sabar aja. Sejauh itu masih itu dulu fokusnya.

Eksklusif Marcello Tahitoe. (Fotografer: Galih W. Satria/Bintang.com, Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri/Bintang.com)

Kenapa suka main gitar?

Gue lebih menemukan diri gue di gitar. Menurut gue gitar itu jauh lebih praktis, gue dulu inget banget di les-in piano gue nggak mau banget, walaupun gue suka piano. Buat gue, alat musik yang paling penting untuk belajar kalau mau main musik you have to learn piano. Semua basic ada di situ, tangan kanan rhythm, tangan kanan melody bass semua udah ada di sana. Cuma gue lebih gue ngebayangin main gitar lebih explore.

Harapan untuk promo album?

Harapan gue masih laku sih, jujur walaupun gue nggak terlalu mikirin apa yang terjadi di pasar tapi harapan gue tetap laku dalam arti laku bukan berarti laku fisiknya tapi maintain karier, dapat diterima contohnya bisa manggung sana-sini intinya ngamen masih jalan. Kembali lagi menurut gue dengan konsep itu format gue ngeluarin album, tur. Balik tur bikin album lagi, promo, tur lagi. Ini yang lagi pengen gue jalanin.

Berpegang teguh pada jalan dan cara sendiri akhirnya mengantar Marcello Tahitoe membuktikan kreativitasnya dalam berkarya. Jalur Alternatif, sebuah album yang tidak hanya menyuguhkan betapa kayanya musik tetapi juga sebagai inspirasi yang patut diresapi.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading