Sukses

Parenting

Putriku Diculik 11 Tahun Lalu, Kini Aku Menangis Saat Bertemu Lagi Dengannya

Ikatan darah memang tak bisa bohong. Meski berpisah bertahun-tahun lamanya, secara naluri kita biasanya masih bisa mengingat sosok kerabat atau anggota keluarga kita. Inilah yang terjadi pada Li Yanhong dan sang ayah Li Zuming.

Li Yanhong (29 tahun), wanita yang mengalami keterbelakangan mental ini diculik tahun 2004 lalu saat ia baru berusia 18 tahun. Dilansir dari english.sina.com, 11 tahun kemudian barulah ia bisa bertemu lagi dengan keluarganya. Dalam pertemuan itu, sang ayah Li Zuming tak kuasa menahan tangis ketika tahu putrinya tersebut masih bisa mengingat dirinya.

Pertemuan Yanhong dengan sang ayah. | Foto: copyright english.sina.com

Yanhong diculik dari kampung halamannya di kota Shaoyang, Hunan saat festival perahu naga. Sejak ia menghilang, Zuming tak pernah berhenti untuk mencarinya. Akhirnya dengan bantuan situs organisasi nirlaba baobeihuijia.com yang dibuat untuk mencari anak-anak serta wanita korban perdagangan manusia, Yanhong bisa bertemu kembali dengan keluarganya di kantor polisi Luwo, Guizhou.

Awalnya yang bertemu duluan adalah sepupu Yanhong, ia bertanya, "Kamu masih mengingatku?" Namun Yanhong hanya terdiam seperti orang linglung. Namun, ketika sang ayah Zuming muncul di depannya, mata Yanhong berbinar-binar. Keduanya langsung berpelukan dengan bercucuran air mata. Zuming bertanya apakah Yanhong mengenalinya. Yanhong langsung menjawab, "Ya. Ya, kau adalah ayahku." Selama tiga menit, keduanya berpelukan sangat erat, seolah tak mau lagi dipisahkan.

Dua putra Yanhong memberi hormat pada Zuming (kiri). Bertemu lagi dengan keluarga (kanan). | Foto: copyright english.sina.com

Yanhong tak bisa mengingat jelas kenapa ia bisa diculik saat masih remaja dulu. Tahun 2006, ia bekerja di pabrik sarung tangan di Gaozhou, Guangdong ketika bertemu dengan Wu Zhongguo yang akhirnya jadi suaminya. "Dia sendirian saat saya bertemu dengannya, bekerja di pabrik tanpa teman," kenang Zhongguo. Setahun menikah, keduanya pun dianugerahi dua putra kembar yang kini berusia delapan tahun dan duduk di bangku kelas 1 SD. "Saya sejak dulu ingin membantu istri saya menemukan keluarganya, tapi ia tak bisa mengingat apa-apa," kata Zhongguo.

Meski sudah berpisah 11 tahun dan mengalami keterbelakangan mental, Yanhong ternyata masih mengingat jelas ayahnya. Ikatan anak dan ayah memang tak bisa dipisahkan, ya Ladies.

 
(vem/nda)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading