Sukses

Parenting

Anak Terlalu Dimanjakan Kakek Neneknya, Bagaimana Menyikapinya?

Fimela.com, Jakarta Tiap kali bersama kakek neneknya, anak kita sering dibelikan macam-macam. Segala mainan dan jajanan yang diminta anak semua dituruti oleh kakek neneknya. Baik dari pihak orangtua kita sendiri atau mertua kita, mereka seringkali memanjakan anak kita. Situasi seperti ini kadang membuat kita pusing sendiri.

Di satu sisi, kita menekankan pengasuhan yang terarah untuk mencegah anak jadi anak manjai. Di sisi lain, kita kesulitan menghadapi situasi saat orangtua atau mertua kita terlalu memanjakan anak kita. Bisa dimaklumi bahwa kakek dan nenek selalu ingin membahagiakan cucu-cucunya. Tapi kalau malah sikap mereka terlalu memanjakan anak kita, kita pun perlu mengambil tindakan yang lebih bijak untuk mengatasinya.

Jelaskan pada Anak Soal Aturan yang Berbeda di Rumah

Saat berada di rumah kakek atau neneknya untuk berlibur misalnya, anak kita mungkin diizinkan untuk menonton TV sampai larut malam. Sementara itu ketika sudah kembali pulang di rumah, anak perlu lebih disiplin soal aturan tidur malam yang tepat waktu agar keesokan paginya tidak terlambat sekolah. Yang perlu ditekankan pada anak anak adalah ada aturan yang bisa berbeda di setiap rumah sehingga anak bisa memposisikan dirinya dengan lebih baik lagi.

Berbagi Masalah dan Minta Solusi atau Saran

Serta merta melarang orangtua atau mertua kita agar tidak memanjakan anak kita mungkin bisa menyinggung perasaannya. Tapi kita bisa mencoba pendekatan lain. Seperti mengajak mereka berbicara. Berbagi sebuah masalah dalam pengasuhan anak dan minta saran atau masukan dari mereka. Dengarkan responsnya dan dapatkan sudut pandang barunya. Siapa tahu dari sini orangtua atau mertua kita bisa lebih bijak membantu anak untuk lebih baik tanpa harus selalu dimanjakan.

Berterima Kasih

Bisa dipahami bahwa orangtua atau mertua kita jarang mendapat kesempatan untuk menghabiskan waktu dengan anak kita. Sehingga begitu bisa bertemu, mereka sangat memanjakan anak kita. Daripada langsung marah-marah dan melarang anak dekat kakek neneknya, mungkin kita bisa mengucapkan terima kasih. Sampaikan terima kasih pada orangtua atau mertua kita yang selalu hadir untuk membuat anak-anak kita bahagia. Dengan berbagi energi positif, nantinya hubungan pun jadi ikut positif dan sama-sama baik.

Meski kadang membingungkan saat dihadapkan pada situasi ini, kita perlu tetap berusaha untuk tetap tenang. Komunikasikan juga dengan suami agar bisa mendapat jalan tengah terbaik. Semoga hubungan keluarga dan ikatan anak dengan kakek neneknya tetap hangat, ya.

#GrowFearless with FIMELA

Loading
Artikel Selanjutnya
FIMELA FEST 2019: Social Skill Ini yang Perlu Diajarkan pada Anak untuk Menghadapi Era Modern
Artikel Selanjutnya
6 Tanda Orangtua Sudah Mengajarkan Kebiasaan Baik dan Benar pada Anak