Sukses

Parenting

FIMELA FEST 2019: Intip Tantangan yang Dihadapi Orangtua Mengasuh Anak di Era Digital

Fimela.com, Jakarta Perkembangan teknologi digital dewasa ini, memberikan tantangan tersendiri bagi orangtua dalam mengasuh anak. Pola asuh yang ideal dipersiapkan agar anak dapat tumbuh dengan baik seiring dengan paparan teknologi yang memberikan dampak baik dan buruk bagi si kecil.

Anak saat ini sangat identik dan dekat dengan produk digital. Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh Family Online Safety Institute (FOSI) dan Hart Research dengan judul Parenting in the Digital Age, mengungkap beberapa statistik menarik. Hampir semua orangtua yang disurvei di Maryland mengakui anak-anak mereka memiliki akses gratis ke gadget elektronik.

Sebanyal 90 persen anak-anak memiliki komputer, 93 memiliki perangkan permainan online, 88 memiliki ponsel, 81 persen memiliki ponsel, 81 persen memiliki tablet, dan 70 persen memiliki MP3 player sendiri. Bahkan sebuah kenyataan dalam surve sangat mengejutkan, anak sudah akrab dengan perangkat digital ini dimulai dari usia 2 tahun.

Meski memberikan manfaat dalam mengembangkan kemampuan anak dalam teknologi, di lain sisi hal ini tentu juga mengkhawatirkan para orangtua. Mengingat semua hal bisa diakses dengan bebas lewat perangkat digita tersebut. Anak sudah bisa mendapatkan informasi dengan cepat bukan lagi dari orangtua atau guru, tanpa ada penyaringan.

Sehingga bisa dikatakan perkembangan teknologi memicu kepanikan orang tua dalam mengasuh anak. Anak juga menjadi lebih tahu dan tidak terkontrok. Sehingga dibutuhkan pola asuh anak yang relevan dengan perkembangan era digital saat ini.

Seperti dilansir oleh situs Huffpost, Senin (4/11/2019), terdapat beberapa cara yang dilakukan orangtua dalam mengasuh anak saat ini. Sudah saatnya kamu menjadi orangtua yang sadar digital.

1. Orangtua juga harus sadar digital

Orangtua yang buta secara digital berisiko tinggi terhadap privasi dan keselamatan anak-anak. Orangtua yang naif teknologi, akan merasa bangga saat memposting gambar, video atau informasi tentang anak-anak mereka secara online. Mereka tidak menyadari pelanggaran hak privasi anak bahkan dapat membuka peluang bagi pengawasan publik.

Manajemen privasi di Internet dan jejaring sosial mungkin merupakan keterampilan utama dan terpenting yang harus dimiliki orangtua. Penting bagi setiap orang tua untuk memahami bahwa informasi dalam dunia cyber adalah permanen sehingga dapat menimbulkan risiko bagi masa depan anak.

Kesadaran digital orangtua tidak hanya bergantung pada pengetahuan pada cara penggunaan yang aman dan efisien, tetapi juga pada komitmen pribadinya untuk memimpin dengan memberi contoh. Anak tidak akan tergantung pada prangkat digital jika orangua mencontohkan hal yang sama.

 

2. Memberlakukan batasan dan waktu penggunaan perangkat digital

Saat ini orangtua tidak lagi memiliki banyak waktu untuk berbicara dan berdiskusi. Bahkan ruang keluarga dan ruang makan yang bisa dijadikan tempat hangat sebuah keluarga berkumpul dan berbincang, kini diisi dengan fokus pada sebuah perangkat digital di tangan masing-masing. 

Sebuah penelitian menemukan bahwa terlalu sering menggunakan teknologi memupuk perasaan terluka, cemburu, dan kompetisi pada anak-anak. Hal ini tentu tentu dapat merusak moral dan tumbuh kembang anak.

 

3. Orangtua ikut terlibat dan kegiatan anak

Mengasuh anak terbaik adalah dengan ikut terlibat dalam aktivitas anak, namun memberi mereka sayap untuk terbang dan berkembang. Mengasuh anak di era digital harus lebih baik dari itu. Satu-satunya cara adalah dengan orangtua bergabung dan terlibat dalam aktivitas anak yang berhubungan dengan teknologi. Sehingga anak mendapatkan pengawasan dan merasa diayomi.

#GrowFearless with Fimela

 

Daftarkan dirimu di sini untuk mengikuti berbagai kelas inspiratif di FIMELA FEST 2019! 

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading