Sukses

Parenting

Tips Mengasuh Anak dengan Damai selama Masa Karantina

Fimela.com, Jakarta Mengasuh anak dengan damai, terutama di masa karantina seperti ini tentu bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Perubahan gaya hidup, seperti bekerja dan beraktivitas sehari-hari yang berubah tentu banyak mempengaruhimu, belum lagi kamu yang terbiasa bekerja di kantor harus berhadapan dengan anak sepanjang hari.

Pertama, kamu harus mengetahui terlebih dahulu apa itu pengasuhan anak dengan damai. Metode pengasuhan ini sebenarnya berfokus pada prinsip mindfulness dan cinta yang sabar kepada anak.

Intinya, ketika orangtua berhenti berteriak, menghukum, dan mengancam, mereka bisa berada dalam posisi yang lebih baik untuk benar- benar mendengarkan dan bekerja secara harmonis dengan anak yang sedang tumbuh. Menurut purewow.com, Rabu (17/6/2020), kesempurnaan tidak menjadi syarat dalam pola pengasuhan ini.

Kunci untuk mengasuh anak dengan damai adalah secara konsisten berkonfrontasi dan merawat dirimu sendiri sebagai orangtua, sehingga kamu bisa lebih terhubung dengan kehidupan anak. Ini membutuhkan keterbukaan terhadap perasaan rentan dan kesadaran diri.

 

 

 

1. Mengendalikan diri sendiri

Anak akan suka mengamuk ketika melihat orangtua mereka juga melakukannya. Sayangnya, sebagai orangtua, perilakumu juga cenderung meniru orangtuamu terlebih dahulu, benar?

Ini berarti sebagai orangtua masih banyak hal yang harus kamu pelajari, terutama masalah kesabaran. Salah satu hal yang bisa kamu coba lakukan mulai sekarang adalah menutup mulut ketika marah, tidak masalah karena kamu akan menjadi model bagi anak tentang manajemen kemarahan yang baik.

Jangan mengekspresikan kemarahan ketika kamu benar-benar sedang marah. Bicaralah pada anak ketika kamu sudah merasa lebih tenang.

2. Mendengarkan amarahmu sendiri

Kuncinya adalah kesadaran diri dan penyembuhan. Luangkan waktu untuk merenungkan apa yang membuatmu begitu cemas dan marah sejak awal, ini penting. Kasih sayang untuk diri sendiri adalah prasyarat untuk mengasuh anak dengan damai.

3. Melatih anak

Menurut pola pengasuhan anak dengan damai, hukuman dan dinamika kekuasaan hanya akan menyebabkan lebih banyak perilaku buruk. Bantu anak untuk lebih terhubung dengan perasaan mereka sendiri dan beri mereka kesempatan untuk menemukan solusinya.

4. Terhubung

Mengasuh anak dengan damai bukan hanya tentang mengubah caramu berkomunikasi ketika marah, namun juga memberikan perhatian penuh pada semua perilaku. Setiap interaksi akan menciptakan hubungan.

Bermain adalah salah satu cara yang paling dapat diandalkan untuk meredakan ketegangan dan membangun kepercayaan dengan anak. Ketika hubungan orangtua dan anak sudah kuat, anak akan menjadi lebih kooperatif dan berperilaku lebih baik.

Manfaat mengasuh anak dengan damai

Pengasuhan anak dengan damai adalah investasi pada kesehatan emosional anak dalam jangka panjang. Tidak seperti pendekatan disiplin yang dapat benar-benar meninggalkan bekas luka abadi pada anak.

Satu-satunya kelemahan dari pola pengasuhan ini adalah sulit untuk dilakukan. Kemarahan dan kekesalan adalah emosi wajar yang terjadi pada kebanyakan orangtua karena anak-anak yang menuntut kebutuhan mereka dalam 24 jam dalam 7 hari.

Menjadi orangtua yang mengasuh anak dengan damai tidak akan menghilangkan perasaan itu, namun memaksamu untuk mengubah pikiran dan menghentikan semua kebiasaan buruk yang mendorongmu bereaksi secara destruktif. Selamat mencoba!

#ChangeMaker

;
Loading