Sukses

Parenting

Tips Melatih Anak Supaya Fokus Belajar Daring di Rumah dari Para Ibu Muda

ringkasan

  • Fimela bertanya pada beberapa ibu muda bagaimana cara melatih anak agar fokus belajar
  • Saling berbagi tips dilakukan para ibu muda, tapi pengaplikasiannya dalam kehidupan nyata pasti akan berbeda-beda.

Fimela.com, Jakarta Membuat anak fokus belajar selama sekolah dari rumah menjadi tantangan harian orangtua terutama para ibu. Kami pun bertanya pada beberapa ibu muda bagaimana cara mereka menangani sekaligus melatih anak agar fokus belajar daring dari rumah.

Tentu tiap orangtua punya cara sendiri dalam melatih fokus anaknya. Meski pasti para orangtua saling berbagi tips, tentu pengaplikasiannya dalam kehidupan nyata pasti akan berbeda-beda.

Saat melempar topik ini ke WhatsApp Group, kami mendapat respons yang beragam. Seperti Meiby yang akhirnya punya cara memaksimalkan fokus atau perhatian penuh putrinya Cinta dengan rumus yang diberikan guru di sekolah. 

 

Teori tersebut diambil dari para ahli perkembangan anak usia dini. Pada umumnya, jangka waktu seorang anak untuk fokus adalah 2 atau 3 menit dikalikan usia anak. 

"Misalnya anakku usia 5 tahun dikali 2 sama dengan 10 menit. So, maksimal fokusnya 10-11 menit, sejauh ini, cara tersebut yang baru bisa dilatih," jelas Meiby.

Teknik Podomoro

Lain lagi dengan Shanty, ibu dua anak ini menjajal teknik podomoro untuk melatih fokus anak-anaknya. Secara sederhana, metode teknik podomoro adalah belajar dengan interval waktu.

Artinya seseorang diberi kesempatan untuk istirahat beberapa kali untuk menenangkan tubuh dan pikiran agar melatih fokus dan otak. Dengan teknik ini, otak dilatih untuk fokus dalam periode lebih singkat namun tetap berorientasi pada produktivitas. 

"Jadi pakai timer dan set waktu selama 25 menit untuk fokus mengerjakan tugasnya. Setelah timer bunyi, biasanya aku kasih waktu break 3-5 menit lalu kembali belajar lagi," timpal Shanty.

Selain itu, Shanty juga menambahkan sistem reward chart. Cara mainnya adalah setiap tugas selesai, si anak dapat hadiah yang sudah disepakati, seperti stiker. 

"Itu pun bau bisa dilakukan sama kakaknya yang usia 7 tahun karena sudah paham konsep. Kalau adiknya Sherina (4,5) masih belum bisa konsisten. Tapi soal stiker, bikin mereka happy banget," sambung Shanty.

Gaya Belajar Anak Kinestetik

Beda anak tentu beda gaya belajarnya, salah satunya tipe kinestetik. Secara umum ciri-ciri tipe anak kinestetik adalah memiliki rentang perhatian pendek yang berarti menjadi effort ekstra bagi para ibu untuk melatih fokusnya.

Jika mereka mendapatkan teknik podomoro, tentu akan kesulitan untuk kembali belajar setelah beristirahat. Atau memakai rumus mendapatkan fokus sesuai usia, sama sekali tidak bisa dijadikan patokan bagi mereka.

"Meski Ray sudah 8 tahun tapi karena anak tipe kinestetik susah banget melatih fokusnya. Saat duduk anteng saja, dia pasti gerak, goyang, dan nengok sana-sini," cerita Disty. 

Pada akhirnya ia berkompromi untuk mengikuti kapan kira-kira fokus anak datang untuk dimanfaatkan secara maksimal. Disty merasa kesabarannya diuji, sebab jika memaksakan, anak justru makin pecicilan.

"Meski rasanya geregetan banget tapi harus sabar-sabar. Misal ada kata yang mengandung kata kerja seperti lari, nah, dia akan lari-larian dulu. Jadi jeda beberapa menit baru ajak lagi lanjut tugasnya, repeat kayak gitu terus," lanjut Disty.

Pentingnya Menjaga Psikis Orangtua

Melatih fokus anak kinestetik juga dialami Tika saat mengajar putranya Byan. Sama seperti Disty, jika Tika melihat Byan sedang bisa fokus mendengarkan atau mengerjakan tugas, langsung digeber maksimal.

"Byan juga tipe kinestetik , jadi memang enggak bisa duduk diam sambil ngerjain tugas. Dia harus ada praktik kecil-kecilan baik yang berhubungan dengan tugasnya atau tidak," sambung Tika.

Menurut pengalamannya, melatih fokus anak tipe kinestetik juga harus memperhatikan mood orangtuanya. Sebab psikis ibu berpengaruh untuk kestabilan emosi saat mengajarkan anak belajar daring dari rumah.

"Kalau mood ibunya lagi enggak bagus bisa ambyar, jadi biasanya aku menunda dulu daripada kebawa emosi. Jadi kalau di aku, psikis ibunya ngaruh banget," tutup Tika. 

Simak video berikut ini

#ChangeMaker 

;
Loading
Artikel Selanjutnya
4 Dampak yang Dialami Korban Bullying yang Perlu Diketahui Orangtua
Artikel Selanjutnya
Bukti Penelitian, Kakek Nenek yang Mengasuh Cucunya Ternyata Hidup Lebih Lama