Sukses

Parenting

Mengenal Gentle Parenting, Ini yang Perlu Kamu Ketahui dari Gaya Pengasuhan Ini

Fimela.com, Jakarta Jika kamu banyak menghabiskan waktu bermain media sosial, kemungkinan besar kamu pernah mendengar tentang gentle parenting. Tapi, apakah kamu tahu apa itu gentle parenting?

Filosofinya sebenarnya tidak terlalu jelas. Seperti yang dikatakan oleh penulis opini New York Times, Jessica Grose, gentle parenting ditafsirkan dan dikembangkan oleh para ibu di seluruh dunia. Tapi para ahli parenting pada umumnya tampaknya menyetujui beberapa prinsip dasar, seperti responsif terhadap kebutuhan anak dan ingin tahu tentang perasaan mereka, menetapkan dan memegang batasan tegas, dan meningkatkan perilaku lewat diskusi dan pemodelan, daripada menggunakan hukuman dan hadiah.

Gentle parenting adalah tentang saling menghormati dan memecahkan masalah secara kolaboratif. Ini tentang mengubah pola pikir orangtua vs anak menjadi orangtua dan anak, bersama-sama, seperti dilansir dari huffpost.com.

 

 

Gentle parenting

Bagian lain dari etos gentle parenting adalah mengenali di mana perkembangan anak dan menyesuaikan harapan terhadap mereka. Misalnya, secara perkembangan, normal bagi anak prasekolah untuk berjuang dengan berbagi, mereka bahkan tidak bisa memahami konsepnya sampai usia 3 tahun.

Jadi, menegur anak karena posesif terhadap mainan favorit mereka tidak akan ada gunanya bagi kalian berdua. Gentle parenting tumpang tindih dengan pendekatan lain yang mungkin pernah kamu dengar, seperti pola asuh positif, pola asuh otoritatif, dan pola asuh sadar.

Tujuan dari gentle parenting adalah bertindak sebagai tempat aman emosional anak. Sebagai orangtua, utamakan koneksi, rasa ingin tahu, komunikasi, dan kolaborasi.

Gentle parenting

Anak akan mencoba menggunakan informasi untuk mengomunikasikan kehawatirannya dengan cara penuh kasih. Terakhir, anak akan pindah ke fase kolaborasi dan mencoba mencari cara untuk memecahkan masalah bersama.

Orang sering mengkritik gentle parenting karena terlalu permisif, tapi menetapkan dan mempertahankan batas yang sehat sebenarnya adalah bagian intin dari filosofi. Perbedaannya adalah kita sebagai orangtua tidak akan atau jarang membuat aturan secara sepihak, menghargai perspektif anak, dan jika memungkinkan, bekerja untuk menemukan solusi bersama.

Orangtua harus berusaha keras dan konsisten dalam memegang batasan-batasan ini. Dan perlu diingat bahwa sebagai orangtua, kamu tidak harus mengadopsi salah satu gaya pengasuhan, temukanlah yang paling cocok dengan keluargamu.

Loading