Sukses

Parenting

8 Sifat Orangtua yang Diturunkan ke Anak

Fimela.com, Jakarta Ada banyak faktor atau aspek yang diturunkan dari orangtua ke anak. Salah satu hal yang paling umum dan dapat terlihat dengan jelas adalah faktor genetik, dimana sang anak memiliki beberapa fitur pada wajah ataupun tubuhnya yang terlihat mirip dengan orangtua mereka. Namun, selain faktor genetik, ternyata sifat orangtua juga bisa diturunkan ke anaknya loh. 

Melansir dari examples.yourdictionary.com, sifat orangtua yang diturunkan ke anak umumnya dikenal sebagai sifat yang diperoleh atau dipelajari. Hal ini berarti sifat tersebut tidak semata-mata didapatkan anak sejak mereka lahir, namun diperoleh anak karena menjadi bagian dari keluarga tersebut. Merangkum dari berbagai sumber, berikut merupakan beberapa sifat yang dapat diturunkan dari orangtua ke anaknya.

1. Kejujuran

Melansir dari pinknblu.com, sifat kejujuran anak-anak diturunkan dari orangtua mereka. Hal ini dikarenakan anak-anak menaruh kepercayaan buta kepada orangtuanya. Sehingga berperilaku jujur kepada mereka merupakan hal yang patut dilakukan oleh setiap orangtua. Dengan orangtua berperilaku dan selalu mengatakan kebenaran yang jujur kepada anak, maka anak pun akan tumbuh kembang menjadi seseorang yang tidak berani untuk berbohong.

2. Cinta dan kasih sayang

Setiap orangtua pastinya ingin anak mereka berbuat baik kepada sesama. Karena sifat anak tidak semata-mata diturunkan dari orangtua, melainkan diperoleh selama mereka tumbuh kembang, sangat disarankan kepada orangtua untuk menjadi inspirasi anak terkait mencintai dan menyayangi sesama. Anak-anak selalu memperhatikan hal-hal yang dilakukan oleh orangtuanya. Mereka cenderung memperhatikan bagaimana orangtua mereka memperlakukan anggota keluarga lain, orang asing, hingga pelayan di restoran.

Dengan melihat orangtua mereka memberikan cinta dan kasih sayang dan tidak memperlakukan orang lain semena-mena, ini secara bertahap membentuk pikiran bawah sadar mereka untuk memperlakukan orang lain dengan cinta dan menunjukkan belas kasih kepada semua makhluk, bahkan hewan.

3. Kerja keras

Memberi contoh untuk bekerja keras dan mencapai tujuan yang diinginkan dapat membuat anak tumbuh menjadi seorang pekerja keras dan berusaha meraih kesuksesan dalam hidupnya. Seiring melihat orangtuanya yang tidak pernah menyerah dan terus berusaha akan memotivasi anak untuk memiliki mindset yang sama, yakni pantang menyerah dan selalu bekerja keras untuk mendapatkan apa yang mereka impikan.

4. Gaya hidup sehat

Hidup dan tumbuh di tengah-tengah keluarga yang menerapkan gaya hidup sehat akan membuat anak juga turut memiliki gaya hidup yang sama. Anak haruslah diajari mengenai pentingnya kesehatan sejak dini. Orangtua yang rajin berolahraga serta memperhatikan asupan serta waktu makan anaknya, cenderung akan memotivasi anak untuk mengikuti jejak orangtua mereka menjadi orang yang menerapkan gaya hidup sehat.

5. Keberanian

Berdiri pada apa yang dipercayai dan bangkit setelah terjatuh merupakan definisi dari keberanian. Membuat anak menjadi individu kuat yang bertumpu pada kekuatan batin mereka adalah tanggung jawab orangtua. Orangtua pastinya menjadi orang pertama yang dijadikan inspirasi bagi anak ketika mereka mengalami rintangan dalam hidupnya. Mereka cenderung akan mengingat bagaimana orangtua mereka menahan diri menghadapi situasi sulit. Dengan begitu, sifat keberanian yang ditunjukkan orangtua akan diturunkan pada anak mereka.

6. Percaya diri

Membiarkan anak menentukan pilihannya sendiri merupakan cara terbaik untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka. Menjadi orangtua yang terlalu mengontrol dapat mempengaruhi kepercayaan diri anak ketika mereka diharuskan membuat pilihan di masa depan. Oleh karena itu, mencontohkan anak mengenai percaya diri yang baik dapat membuat anak tumbuh menjadi seorang yang berpikiran dan memilki tekad yang kuat.

7. Manajemen waktu

Orangtua yang memiliki manajemen waktu yang baik cenderung akan menghasilkan anak yang dapat menghargai waktu. Jika anak sering melihat bagaimana orangtua mereka selalu tepat waktu dalam melakukan segala hal, maka itu akan tertanam dalam pikirannya dan diingat hingga ia dewasa. Menjadikan sang anak seseorang yang memiliki pengaturan waktu yang baik.

8. Self love

Semua pelajaran mengenai karakter positif dapat berhasil ketika anak diajari untuk mencintai diri sendiri. Ketika anak menghormati orangtua dan melihat mereka sebagai panutannya, anak akan mengadopsi sifat self love dan peduli terhadap diri sendiri. Agar anak memiliki sifat ini, maka orangtua harus memberikan contohnya kepada anak mereka yakni dengan menjaga diri mereka sendiri dengan baik. 

Ketika anak-anak mengamati orangtua mereka melakukan sedikit perawatan diri dan mencintai diri sendiri, hal itu menetap di pikiran sadar mereka. Ini membantu mereka untuk menentukan batasan dan memahami bahwa kesehatan fisik dan mental setiap orang itu penting.

 

*Penulis: Frida Anggi Pratasya.

#Women for Women

 

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading