Sukses

Parenting

Camilan yang Tepat untuk Atasi GTM pada Anak di Masa MPASI

Fimela.com, Jakarta Masa MPASI merupakan masa di mana anak mulai mengenal makanan pendamping ASI. Mula-mula anak akan diperkenalkan dengan makanan bertekstur lembut dan mudah dicerna. Pada masa-masa ini juga ibu akan mulai berkreasi dengan menu makanan yang beragam dan tentunya disukai oleh anak. 

Akan tetapi, pada masa MPASI juga ada masa di mana anak melakukan Gerakan Tutup Mulut atau GTM. Hal ini sering menjadi kerisauan tersendiri untuk para ibu sebab anak tidak mau makan bahkan sampai rewel. Tetapi tahukah kamu jika GTM di masa MPASI ini juga bisa disebabkan oleh faktor lain seperti ingin tumbuh gigi bahkan hingga anak mulai bosan dengan makanan yang disajikan. 

Maka dari itu untuk menjawab kegelisahan serta kerisauan dari para ibu, Pureats hadir sebagai camilan untuk menemani waktu di antar makan anak-anak. Berada di bawah Kanmo Group, Pureats dibuat dari bahan-bahan organik, bebas 5 alergen (telur, gandum, kacang-kacangan, ikan, sulfit), natural tanpa tambahan pewarna, perasa sintetik, tanpa bahan pengawet, bebas gluten, halal, dan diolah melalui proses pengolahan yang sehat, freeze-drying, dipanggang, dan tidak digoreng.

Pureats hadir ke dalam empat jenis pilihan tekstur yang telah disesuaikan untuk usia bayi 6 bulan ke atas, Melty Sticks dan Omega Puffs, untuk usia bayi 12 bulan ke atas, Smoothie Melts dan Dried Fruits. Simak informasi lebih lanjut di bawah ini. 

Pakar beberkan informasi serta rumus pemberian ASI dan makanan pendamping yang tepat sesuai dengan periode usia anak

dr. Juwalita Surapsari, M. Gizi, Sp. GK, Dokter Spesialis Gizi mengungkap jika bayi dan anak membutuhkan seluruh nutrisi makro maupun mikro untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Nutrisi makro meliputi karbohidrat, protein, dan lemak, sedangkan nutrisi mikro adalah vitamin dan mineral. Seorang anak harus mendapatkan makanan dengan kandungan gizi yang lengkap dan seimbang. Pada usia 6 bulan, bayi sudah perlu mendapatkan makanan pendamping ASI (MPASI) karena energi dari ASI sudah tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi pada usia tersebut. 

“Rumusnya 1,6, 2 yaitu first hour dan 6 bulan itu ASI eksklusif pada periode 6 bulan diberikan pada bayi karena merupakan makanan emas untuk bayi sehingga tidak perlu untuk diberikan makanan lain. Setelah itu, bayi mulai diberikan makanan pemberi ASI mulai dari usia 6 bulan sampai dengan 2 tahun. Di masa inilah terjadi transisi di mana setelah pengenalan tekstur, mulailah masa-masa di mana pemberian ASI saja tidak cukup sehingga anak harus mendapatkan makanan pendamping ASI.”  jelasnya. 

Makanan pendamping yang diberikan juga harus memiliki gizi yang baik.Salah satu zat gizi yang penting adalah zat besi karena diperlukan oleh tubuh untuk membentuk heme yang ada pada hemoglobin, sedangkan fungsi hemoglobin adalah mengangkut oksigen ke seluruh tubuh agar sel-sel tubuh. Maka dari itu, memberikan camilan atau snack juga menjadi cara lain untuk melengkapi nutrisi dan gizi yang tadi.

“Pemberian camilan di waktu yang tepat akan memberikan energi yang berkesinambungan, sehingga anak tetap dapat terpenuhi kebutuhan tubuhnya termasuk kebutuhan untuk bertumbuh. Bahkan American Academy of Pediatrics memang merekomendasikan untuk memberikan 2 hingga 3 kali snack sehat per hari untuk anak usia 12 hingga 36 bulan di samping memberikan makanan utama sebanyak 3 kali sehari.” tambah dr Juwalita. 

Tasya Kamila juga membagikan pengalamannya dalam menghadapi GTM

Tasya Kamila, Brand Ambassador Pureats juga menceritakan pengalamannya dalam mengalami GTM. “Aku rasa hampir semua ibu pernah mengalami masalah ini termasuk diriku dengan Shanin. Maka dari itu ketika snack time, aku memberikan tekstur yang lebih kasar dengan hadirnya Omega Puff ini membantu aku untuk memperkenalkan tekstur makanan yang kasar kepada anakku.” ceritanya. 

Tasya juga memberikan saran kepada para ibu di luar sana bagaimana memilih makanan yang pas dan cocok untuk anak. Dia pastikan makanan tersebut memiliki bahan natural, tidak memiliki zat tambahan serta aman untuk anak karena pastinya sebagai orangtua juga ingin memberikan yang terbaik untuk anak. Dia juga tes rasa dan juga memastikan apakah makanan tersebut sudah bersertifikasi halal dan terdaftar di BPOM. 

Ia juga  menambahkan, “Aku percaya Pureats menghadirkan makanan ringan anak terbaik, apalagi dibuat dari bahan natural atau buah-buahan asli, tanpa gula tambahan, dan tanpa bahan pengawet, serta sudah tersertifikasi halal. Rasanya yang enak, serta bentuknya yang sesuai untuk perkembangan si kecil, jadi bisa membantu anak-anak mengeksplorasi dan melatih motoriknya. Selain itu, kemasan Pureats yang praktis, membuat aku mudah untuk membawanya kemanapun aku pergi bersama Arrasya dan Shanin.” 

 

Penulis: Tisha Sekar Aji

Hashtag: #Breaking Boundaries 

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading