Sukses

Parenting

12 Hal yang Meningkatkan Risiko Keguguran

Fimela.com, Jakarta Saat hamil atau mengandung, salah satu risiko paling dikhawatirkan dari kehamilan tersebut adalah risiko keguguran. Hampir semua ibu hamil merasa cemas dan khawatir jika dirinya memiliki risiko keguguran tinggi.

Melansir dari laman parents.com, ada beberapa hal yang dipercaya bisa meningkatkan risiko keguguran. Kelelahan fisik hebat, stres dan depresi digadang-gadang sebagai penyebab paling umum dari risiko keguguran.

Selain itu, ada beberapa hal lain yang juga meningkatkan risiko keguguran. Hal-hal ini sering ditemui di kehidupan sehari-hari namun jarang sekali disadari. Apa saja hal tersebut?

Hal yang Meningkatkan Risiko Keguguran

  1. Kromosom abnormal. Masalah kromosom bisa meningkatkan risiko keguguran di 13 minggu pertama kehamilan. Kromosom yang rusak akan membuat tumbuh kembang janin tidak normal.
  2. Kesehatan ibu yang terganggu juga meningkatkan risiko keguguran. Masalah kesehatan ini bisa meningkatkan risiko keguguran di trimester kedua kehamilan atau minggu ke 13 - 24 kehamilan.
  3. Lingkungan yang tidak sehat juga meningkatkan risiko keguguran. Pencemaran lingkungan oleh merkuri, sisa cat, pernis, pestisida dan arsenik di dekat sumber mata air bisa memengaruhi kualitas air dan berbahaya buat ibu hamil.
  4. Ibu yang memiliki serviks lemah juga rentan mengalami keguguran baik di trimester pertama, kedua maupun ketiga.
  5. Gaya hidup yang tak sehat seperti merokok, konsumsi minumal beralkohol, konsumsi obat terlarang dan berlebihan konsumsi junk food meningkatkan risiko keguguran.
  6. Risiko keguguran juga meningkatkan ketika kelainan pembekuan darah seperti faktor V leiden. Kondisi ini jarang terjadi namun tetap harus diwaspadai.
  7. Keguguran disebabkan oleh sindrom ovarium polikistik (PCOS). Ini adalah kondisi di mana indul telur lebih besar karena perubahan hormon dalam ovarium.
  8. Penelitian menyebutkan jika gangguan imunologi bisa menyebabkan keguguran bahkan keguguran berulang.
  9. Konsumsi obat-obatan tertentu meningkatkan risiko keguguran. Jadi, penting bagi ibu hamil untuk konsultasi dulu dengan dokter atau bidan ahlinya jika ingin konsumsi obat selama kehamilan.
  10. Ibu yang mengalami keracunan makanan juga rentan mengalami keguguran. Hindari makanan yang masih mentah dan setengah matang selama kehamilan.
  11. Masalah plasenta bisa meningkatkan risiko keguguran. Masalah ini bisa memengaruhi suplai darah di tubuh ibu ke janin. Plasentan yang tak bisa bekerja dengan baik atau tidak berkembang dengan baik, besar kemungkinan menyebabkan keguguran.
  12. Ibu dengan obesitas dan diabetes kronis juga sangat mungkin mengalami keguguran. Masalah kesehatan kronis lainnya juga meningkatkan risiko keguguran selama kehamilan.

Itulah sedikitnta 12 hal yang menjadi penyebab keguguran. Selama kehamilan, periksakan kondisi kehamilanmu dengan rutin untuk menghindari berbagai risiko termasuk risiko keguguran. Semoga informasi ini bermanfaat.

 

#GrowFearless with FIMELA

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading