Sukses

Relationship

Bukan Karena Cerewet, Perceraian Ini Ungkap Sisi Gelap Narsisme Mantan Suami

ringkasan

  • Perceraian Colleen Sheehy Orme bukan karena cerewet, melainkan narsisme mantan suami.
  • Mantan suami Orme adalah narsisis terdiagnosis yang memandang hubungan secara transaksional.
  • Sifat asli narsisis terungkap saat kemarahan atau ketika tidak mendapatkan yang diinginkan.

Fimela.com, Jakarta - Colleen Sheehy Orme, seorang penulis dan pakar hubungan, membagikan kisah perceraiannya yang jauh dari stereotip istri cerewet di YourTango. Ia mengungkapkan bahwa alasan sebenarnya di balik perpisahan itu jauh lebih menyakitkan dan kompleks, berakar pada sifat narsistik mantan suaminya.

Orme menegaskan, “Saya tidak pernah menjadi istri yang cerewet — saya tidak pernah menuntut atau sulit.” Ia mengidentifikasi mantan suaminya sebagai seorang narsisis yang terdiagnosis, dan sifat inilah yang menjadi pemicu utama perpisahan mereka.

Kisah ini menyoroti bagaimana perceraian seringkali memiliki alasan yang lebih dalam daripada sekadar ketidakcocokan atau kebiasaan sepele, membuka tabir sisi gelap narsisme dalam sebuah hubungan.

Menguak Realitas di Balik Perceraian

Setelah perceraian, banyak orang terdekat, termasuk anak-anak mereka, terkejut melihat bagaimana mantan suaminya memperlakukan istri barunya dengan sangat baik. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai perbedaan perlakuan yang mencolok tersebut.

Orme menggambarkan dirinya sebagai sosok yang mudah diajak bergaul dan tidak pernah meminta banyak dari mantan suaminya. Ia bahkan bercanda bahwa dirinya adalah tipe wanita yang hanya duduk di pantai sambil meminta segelas anggur.

Orang-orang di sekitarnya kerap berkomentar, “Kamu sangat mudah diajak bergaul.” dan “Kamu tidak pernah meminta apa pun darinya.” Pernyataan ini semakin memperkuat kebingungan mengapa perceraian itu terjadi, mengingat sifat Orme yang tidak menuntut.

Narsisme: Akar Masalah yang Tersembunyi

Sebagai seorang pakar hubungan yang telah menghabiskan lebih dari satu dekade meneliti cinta, pernikahan, keluarga, dan perceraian, Colleen Sheehy Orme memberikan analisis mendalam. Ia menyimpulkan bahwa mantan suaminya adalah seorang narsisis yang bahagia dan terdiagnosis.

Menurut Orme, mantan suaminya tidak menghargai individu tertentu, melainkan siapa pun yang ia yakini dapat memberinya sesuatu. Karakternya yang sebenarnya selalu terlihat, di mana ia menempatkan diri sendiri dan uang di atas segalanya. Bahkan, ia selama bertahun-tahun hampir tidak pernah mencari anak-anaknya sendiri, menunjukkan prioritasnya yang sepenuhnya terungkap dalam perceraian.

Ia menjelaskan bahwa jika mantan suaminya mendapatkan apa yang diinginkannya, ia akan tampak bahagia, penuh kasih, dan menjadi pria yang hebat. Namun, ini hanyalah topeng yang akan runtuh ketika kemarahan seorang narsisis muncul, mengungkapkan sifat aslinya.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading