Wawancara Michelle Ziudith, Pembosan yang Tak Mau Jadi Sutradara

Regina Novanda diperbarui 17 Jun 2015, 14:50 WIB

Fimela.com, Jakarta Bagi para pecinta serial TV pasti sudah tidak asing lagi dengan wajah cantik Michelle Ziudith. Michelle memang kerap mengisi layar kaca dengan aktingnya yang memukau. Namun siapa sangka, gadis berusia 20 tahun itu ternyata memiliki sifat pembosan. Ia bahkan tak tertarik untuk menjadi seorang sutradara.

Michelle mengaku dirinya sangat ingin terlibat dibalik layar. "Rencana dibalik layar pasti, karena aku orangnya pembosan. Gampang bosanan akan satu hal. Nanti aku bakal milih buat jadi produsernya. Soalnya, produser itu bisa bantu-bantu cari artis dan krunya," kata Michelle Ziudith saat diwawancarai Bintang.com, Wakai Senayan City, Jakarta Pusat (11/6/2015).

Meski tertarik menjadi produser, namun Michelle tak terlalu gencar untuk merambah bangku sutradara. "Kalau sutradara enggak, karena itu tanggung jawabnya besar banget. Tapi kalau biopik aku mau," ujarnya.

Kerap bermain di serial TV ternyata membuat Michelle tertarik untuk melebarkan sayapnya di layar lebar. Michelle tercatat baru membintangi dua judul film, termasuk 'Magic Hour'. Film yang juga dibintangi oleh Dimas Anggara itu menempatkannya sebagai pemain utama. Karakter Raina diperankannya itu ternyata sangat berkebalikkan dengan sifat asli Michelle.

"Aku berperan sebagai Raina. Raina itu karakter yang romantis dan melankolis. Dia juga easy going, selalu menikmati suasana, jujur, pemberani, tapi sedikit pengecut kalau udah berhadapan sama keluarganya," terang Michelle. "Tapi aku bukan tipe romantis seperti Raina. Dia juga orangnya lebih dewasa, kalau aku enggak. Ada beberapa hal yang menurut Raina indah, tapi kalau menurut aku ya biasa aja," sambungnya.

Menjadi sosok yang berbeda ternyata memberikan tantangan tersendiri bagi Michelle. Tak jarang, karakter Raina terbawa hingga kehidupan pribadinya. "Suka kebawa kalemnya sampai rumah. Proses reading enggak sampai sebulan, cuma dua minggu jadi masih suka enggak masuk karakternya. Jadi mesti take berulang-ulang juga," ucap Michelle.

2 dari 2 halaman

1

Ada cerita unik ketika Michelle melakoni peran sebagai Raina di film 'Magic Hour'. Saat itu, Michelle diharuskan mengelilingi bundaran Hotel Indonesia (HI) dengan mengendarai sepeda. Namun, kemunculan Michelle justru dianggap sebagai penjual bunga.

"Pengalamannya pas jualan bunga. Jadi karena macet gitu di sekitaran bundaran HI , aku ketinggalan jauh dari mobil kamera. Trus aku ditanyain sama ibu-ibu harga bunganya berapa, eh malah aku dibilang jutek," kenang Michelle. "Aku panik, pas itu aku dikelilingi orang-orang. Aku juga kan enggak bisa naik sepeda," imbuhnya.

Diakui Michelle, penggarapan film lebih serius daripada sinetron. "Beda banget sih, dari segi proses dan keseriusan penggarapannya. Kalau main film karakternya bisa dibawa sampe rumah. Kalau sinetron enggak terlalu rumit kan," tutur Michelle.

Baca Juga: Kemesraan Dimas Anggara dan Michelle Ziudith di 'Magic Hour'

Berhasil bermain di film bergenre drama, ternyata membuat Michelle tertarik untuk menjajal genre lainnya seperti suspense dan action. "Pengen sih genre suspense dan action. Kalau action aku punya keahlian bela diri. Tapi itu cuma dasarnya doang dari latihan gym. Seperti Muangthai dan Martial Arts. Jadi kalau dapat genre action aku harus belajar lebih dalam lagi dan latihan khusus juga," jelas Michelle.

Ditanya soal aktor favorit, Michelle tak ragu mengucapkan nama Reza Rahadian. Menurutnya, Reza sangat total dalam berakting. Selain itu, pemeran 'Habibie Ainun' itu juga dapat menghidupkan karakter di setiap film yang ia bintangi. "Reza Rahadian, soalnya dia orangnya total. Setiap scene-nya dia itu ada kekuatannya. Jadi kita ngerasa powernya di dia. Enak banget nontonnya," tutup Michelle Ziudith.