Wawancara Pemain 'Magic Hour', Antara Persahabatan dan Cinta

Regina Novanda diperbarui 01 Jul 2015, 20:48 WIB

Fimela.com, Jakarta Jatuh cinta mungkin menjadi hal biasa dialami setiap orang. Namun, bagaimana jika cinta itu dihadapkan pada pilihan antara persahabatan dan cinta? Hal itu yang dirasakan oleh para pemain film 'Magic Hour' seperti Michelle Ziudith, Dimas Anggara dan Rizky Nazar.

Ketiga bintang muda ini ternyata harus mengalami keadaan cinta segiempat. Tantangan pun mereka hadapi dalam membintangi film yang direncanakan rilis pada 13 Agustus 2015 itu. Seperti apa tantangan yang dihadapi Michelle, Dimas dan Rizky? Simak hasil wawancara eksklusif Bintang.com dengan para pemain 'Magic Hour' beberapa waktu lalu.

Apa peran kamu di film 'Magic Hour'?

Michelle: Aku berperan sebagai Raina. Raina itu karakter yang romantis dan melankolis. Dia juga easy going, selalu menikmati suasana, jujur, pemberani, tapi sedikit pengecut kalau udah berhadapan sama keluarganya.

Dimas: Saya berperan sebagai Dimas yang sopan, santun dan kalem. Ia juga memperjuangan apa yang dimilikinya, seperti hidup dan cintanya.

Rizky: Saya memerankan Toby. Toby itu punya sahabat bernama Raina. Dia suka sama Raina dari kecil. Tapi Toby itu tipe yang enggak bisa ngungkapin perasaannya secara langsung.

Apakah tantangan main di film 'Magic Hour' menginspirasi kamu?

Michelle: Suka kebawa kalemnya sampai rumah. Proses reading enggak sampai sebulan, cuma dua minggu jadi masih suka enggak masuk karakternya. Jadi mesti take berulang-ulang juga.

Dimas: Iya susah meranin karakter Dimas ini apalagi namanya sama.

Rizky: Susah aja membuat mimik yang bisa menutupi perasaan ke Raina. Jadi gue (Toby) enggak boleh keliatan suka sama Raina.

Seperti apa pengalaman kamu selama syuting film 'Magic Hour'?

Michelle: Pengalamannya pas jualan bunga. Jadi karena macet gitu di sekitaran bundaran HI , aku ketinggalan jauh dari mobil kamera. Trus aku ditanyain sama ibu-ibu harga bunganya berapa, eh malah aku dibilang jutek. Aku panik, pas itu aku dikelilingi orang-orang. Aku juga kan enggak bisa naik sepeda.

Dimas: Seru, seru banget. Susah dari segi karakter. Apalagi namanya sama jadi saya harus membedakan karakter saya sendiri dengan karakter Dimas disini (Magic Hour).

Rizky: Ya, ada sih adegan hujan-hujanan di pinggir ombak. Semua kru jadi repot sendiri biar enggak kebawa angin. 

Baca Juga: Main di Magic Hour, Rizky Nazar Rasakan Jatuh Cinta pada Sahabat

What's On Fimela
2 dari 2 halaman

1

Ada kesamaan sifat tidak antara peran dengan kehidupan nyata kamu?

Michelle: Enggak ada sih aku enggak seromantis Raina. Dia juga orangnya lebih dewasa, kalau aku enggak. Ada beberapa hal yang menurut Raina indah, tapi kalau menurut aku ya biasa aja.

Dimas: Enggak, beda sih. Soalnya karakter Dimas disini kalem dan santun. Kalau saya, kayaknya kebalikkannya deh.

Rizky: Ada, karakter jahilnya itu sama, gue juga jahil orangnya. Cuma karekter lain yang dimiliki Toby enggak ada. 

Apa harapan kamu untuk film 'Magic Hour'?

Dimas: Harapannya, film ini dapat diterima dan menginspirasi para penonton.

Rizky: Semoga dapat diterima masyarakat. Harapannya semoga masyarakat dapat mengambil pesan dari 'Magic Hour'.

Menurut kamu, kenapa penonton harus menyaksikan film 'Magic Hour'?

Dimas: Film ini menceritakan pengalaman anak muda yang udah pernah jatuh cinta. Mereka pasti sudah mengalami cerita yang sama seperti di film ini, entah dibagian mananya ya.

Rizky: Menurut gue, disini banyak kisah cerita yang pasti dialami oleh banyak orang. Ceritanya sederhana dan jarang dibahas sama film lainnya.

Ada rencana buat main film genre lain selain drama?

Michelle: Pengen sih genre suspense dan action. Kalau action aku punya keahlian bela diri. Tapi itu cuma dasarnya doang dari latihan gym. Seperti Muangthai dan Martial Arts. Jadi kalau dapat genre action aku harus belajar lebih dalam lagi dan latihan khusus juga.

Dimas: Pengen sih.

Rizky: Belum sih, pengen action. Tapi pengen belajar dulu. Enggak mau juga belajar pas di lokasi kan enggak enak juga. Jadi drama-drama dulu aja.

Punya rencana untuk berkiprah di belakang layar?

Michelle: Rencana dibalik layar pasti, karena aku orangnya pembosan. Gampang bosanan akan satu hal. Nanti aku bakal milih buat jadi produsernya. Soalnya, produser itu bisa bantu-bantu cari artis dan krunya.

Dimas: Pengen. Nanti saya mau sutradarain sendiri lho. Rencananya dalam waktu dekat tapi masih sutradarain video klip band saya.

Rizky: Enggak ada, pengen jadi aktor aja.  

Baca Juga: Kemesraan Dimas Anggara dan Michelle Ziudith di 'Magic Hour'