Pemerintah Australia Tutup Twitter Wanita Muslim Ini, Apa Pasal?

Febriyani Frisca diperbarui 07 Jan 2016, 17:14 WIB

Fimela.com, Jakarta Sebuah akun Twitter milik perwira senior angkatan laut, Kapten Mona Shindy, ditutup oleh pemerintah Australia karena dianggap terlalu kritis berkicau di media sosial. Penutupannya itu dilakukan setelah ia berkicau mengenai pandangannya tentang ekstremisme Islam dan mantan perdana menteri Australia, Tony Abbott.

Diberitakan oleh Smh.com.au, Rabu (6/1), menggunakan akun Twitter @navyislamics, ia memotivasi umat Islam untuk bergabung dengan kekuatan pertahanan, namun sayang di tengah usahanya, ia harus diberhentikan paksa karena kicauannya yang bertentangan dengan kebijakan pemerintah Australia.

"Menunggu PM yang menyatukan #auspol & #OZ," tulis Shindy dalam akunnya sebelum ditutup sekitar 22 Desember 2015 lalu. Penutupannya itu disebabkan oleh aturan yang melarang personel pertahanan untuk mengekspresikan pandangan politik pada media resmi. Sedangkan, Shindy selaku personel pertahanan kerap me-retweet ahli kontraterorisme.

Dalam beberapa bulan terakhir, akun yang kini telah tiada itu, banyak menarik komentar kontroversial seiring dengan meningkatnya debat publik Islam. Sebuah pernyataan kepada media lainnya, Pertahanan Australia mengatakan bahwa penutupan akun @navyislamic dilakukan untuk "mengkonsolidasikan" platform media sosial angkatan laut. Namun, daftar account media sosial yang diterbitkan oleh Pertahanan Australia menunjukkan jika beberapa account angkatan laut resmi masih beroperasi, termasuk milik Waran Officer Martin Holzberger.