Kasar dan Vulgar, Film Deadpool Terancam Sulit Masuk ke China

Jessica Rezamonda diperbarui 19 Jan 2016, 11:42 WIB

Fimela.com, Jakarta Hanya kurang dari satu bulan lagi film superhero terbaru Marvel, Deadpool, akan meluncur ke pasaran. Begitu banyak promosi yang telah dilakukan tim marketing film ini untuk menarik minat penonton. Namun, belum juga tayang, Deadpool malah terancam akan sulit masuk ke China.

Hal ini tentu merupakan masalah yang cukup besar mengingat China adalah pasar film terbesar kedua setelah Amerika.

Film-film keluaran Marvel pun sudah banyak mencetak dolar di Negeri Tirai Bambu tersebut. Sebut saja Avengers: Age of Ultron yang meraup USD 240 juta di musim panas lalu. Belum lagi Guardians of the Galaxy dan Ant-Man yang masing-masing sukses mengantongi USD 96,4 juta dan USD 105,4 juta di China.

Berdasarkan berita yang tersebar di sejumlah media lokal di China, Deadpool sulit mendapatkan izin tayang di sana lantaran mengandung kekerasan, pornografi, serta menggunakan bahasa yang kasar.

Lembaga sensor di China memang biasanya bekerjasama dengan studio-studio di Hollywood untuk menciptakan sebuah versi khusus (yang disensor) untuk film-film dengan rating dewasa. Namun, sebuah sumber mengatakan bahwa kebijakan itu (sensor) akan sulit diterapkan pada film Deadpool karena akan merusak plot secara keseluruhan.

China sendiri memang tidak memiliki sistem rating untuk menentukan golongan usia penonton pada sebuah film. Karena itu, pihak regulasi negara tersebut membuat penilaian secara keseluruhan pada semua film impor yang masuk, untuk menentukan apakah film tersebut layak atau tidak menjadi konsumsi penonton di segala usia.

Kendati demikian, dilansir dari The Hollywood Reporter, banyak pengamat yang yakin bahwa Deadpool akan menemukan cara untuk mendapatkan izin tayang di China, mengingat hubungan baik antara pemerintah setempat dengan studio Marvel. Lantas, bagaimana dengan Indonesia? Akankah Deadpool mendapat izin untuk tayang? Kita tunggu saja tanggal mainnya! Rencananya Deadpool akan rilis di AS pada 12 Februari mendatang.

What's On Fimela