Filipina Percaya Diri Bebaskan Sandera Abu Sayyaf, Ini Reaksi BIN

Asnida Riani diperbarui 01 Apr 2016, 07:46 WIB

Fimela.com, Jakarta Terkait pembebasan Warga Negara Indonesia (WNI) yang jadi sandera kelompok Abu Sayyaf, pemerintah Filipina sepertinya cukup percaya diri untuk bergerak sendiri. Sebagaimana diwartakan Liputan6.compihak Filipina telah menolak tawaran bantuan militer dan polisi Indonesia dalam upaya pembebasan tersebut.

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso menuturkan, penolakan itu karena tingginya harga diri Filipina. "Ya mereka (pihak Filipina) mungkin harga diri, reputasi jadi pertimbangan segala macam," kata Sutiyoso di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (31/3), seperti dimuat Liputan6.com.

Lebih lanjut Sutiyoso menilai, ada kemungkinan bahwa Indonesia akan melakukan hal sama jika ada di posisi Filipina. Sebelumnya, sebagaimana diwartakan Liputan6.com, Armed Forces of The Philippines (AFP) beralasan, angkatan bersenjata negara lain tak bisa masuk ke teritori tanpa perjanjian khusus.

"Ya, kalau ada penyanderaan di sini ya kita selesaikan sendiri, makanya itu perlu koordinasi," tegas mantan Gubernur DKI Jakarta ini, seperti dilaporkan Liputan6.comMeski demikian, pasukan Angkatan Laut Detasemen Jalamengkara (Denjaka) dan kapal perang telah disiapkan untuk membebaskan 10 WNI awak kapal Brahma 12.

Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Ade Supandi menjelaskan, pasukannya siap menerima komando dari Panglima TNI untuk menyiapkan kapal demi membebaskan sandera Abu Sayyaf. "(Denjaka) Ada. Kegiatan ini sudah direncanakan Mabes TNI. Kami mengikuti instruksi Panglima TNI," kata Ade Supandi di Padang, Rabu (30/3)