Surat Paling Menyentuh dari Seorang Suami untuk Istrinya

Gadis Abdul diperbarui 16 Jul 2016, 22:14 WIB

Fimela.com, Jakarta Setelah seharian bekerja sang suami pulang dengan suasana hati yang sangat kacau. Ketika sampai di rumah yang sang suami inginkan hanyalah menonton pertandingan sepak bola tanpa ada satupun orang yang mengganggunya, termasuk anak-anaknya sendiri.

Dan ketika sang suami sibuk menonton televisi, sang istri tengah disibukkan dengan mengurus tiga orang anak yang sedang susah sekali diminta untuk tidur. Merasa terganggu dengan suara anaknya, si suami pun meninggikan volume tvnya.

Melihat kelakuan sang suami, istripun marah hingga akhirnya merekapun bertengkar hebat. Dan pada akhirnya, si istri merapikan beberapa barangnya dan memasukkannya ke dalam tas dan meninggalkan suami dan anaknya. Dua hari kemudian, sang suami pun mengirim surat untuk istrinya:

“My love, setelah kamu pergi, aku sibuk mengurusi makan malam anak kita dan menyuruh mereka untuk tidur. Keesokan harinya kamu masih belum juga pulang hingga akhirnya aku memutuskan untuk mengambil cuti dan mengurus anak-anak.

Dari situ aku belajar banyak hal, bagaimana seharian harus mengurus anak-anak, bahkan aku juga tidak memiliki waktu untuk mandi. Dalam waktu yang bersamaan aku belajar untuk memanaskan susu, menyiapkan pakaian untuk anak-anak dan membersihkan dapur.

Aku jadi tahu bagaimana beratnya pekerjaan seorang istri dan ibu. Aku harus tidur paling awal, dan harus bangun tiga jam lebih awal lantaran harus mengurusi anak-anak yang bangun dan menangis.

Selama dua hari aku melakukan pekerjaan yang biasanya kamu lakukan dan sekarang aku bisa mengatakan kepadamu. Aku tahu betapa sangat capeknya dirimu. Aku telah banyak belajar dan mengetahui betapa lelahnya menjadi seorang ibu.

Kini aku bisa mengatakan bahwa pekerjaan seorang ibu lebih melelahkan daripada manajer yang bekerja selama 10 jam disebuah perusahaan dan membuat keputusan finansial.

Selama ini aku telah membiarkanmu mengurus rumah dan anak-anak kita seorang diri, bahkan hingga kamu tak memiliki waktu untuk berkumpul bersama teman-temanmu atau menikmati tidur dengan myenyak.

Sekarang aku juga mengerti bagaimana perasaanmu ketika orang lain meremehkan caramu mendidik anak-anak. Sekarang aku tahu bahwa tidak ada orang lain yang paling mengerti cara mendidik anak-anaknya kecuali ibu mereka sendiri.

Aku menulis surat ini bukan hanya supaya kamu tahu bahwa aku sangat merindukanmu, tapi aku juga ingin berjanji bahwa aku tidak mau melewatkan hari-hariku tanpa berkata: kamu adalah seseorang yang sangat kuat dan kamu adalah seorang istri dan ibu yang menakjubkan. Aku sangat mengagumimu.”

What's On Fimela