Film 90-an, Bruce Willis Mendunia Lewat Die Hard dan Pulp Fiction

Henry Hens diperbarui 09 Sep 2016, 20:42 WIB

Fimela.com, Jakarta Menyebut nama Bruce Willis rasanya tak lepas dari film Die Hard. Berkat perannya sebagai polisi di film bergenre action itu, nama Willis melejit di akhir era 80-an, lalu berlanjut ke era 90-an dan bahkan sampai sekarang ini. Namun keberhasilan pemilik nama lengkap Walter Bruce Willis ini tentu tak diraih begitu saja.

Pria kelahiran Jerman, 19 Maret 1955 ini mulai merintis karir di dunia hiburan sejak tahun 1980. Berawal dari teater, Bruce mulai merambah dunia televisi dan film. Bahkan namanya mulai dikenal lewat layar kaca saat jadi pemeran utama serial Moonlighting bersama Cybill Shepherd. Melalui serial yang termasuk sukses itulah, Bruce Willis menemukan karakter utama yang kerap ditampilkan tiap kali berakting, yaitu nuansa komedi dengan gaya bercanda yang khas.

Gayanya yang tenang dan suka bercanda sangat pas ditampilkan dalam perannya sebagai John McClane di film Die Hard (1988). Meski berperan sebagai seorang polisi yang tak sengaja menumpas gerombolan perampok berkedok teroris di sebuah gedung perkantoran, Die Hard terasa beda dari film action Hollywood lainnya. Selain menyajikan ketegangan, ledakan serta perkelahian, Die Hard juga menyelipkan unsur humor terutama melalui karakter John McClane yang terasa lebih manusiawi.

Die Hard sukses besar dan bahkan sampai sekarang masih termasuk salah satu film action terbaik sepanjang masa. Nama Bruce Willis pun ikut melambung dan menjadi superstar. Die Hard pun dibuatkan sekuelnya sampai Die Hard 5 di tahun 2013 lalu. Bahkan ada rencana untuk membuat Die Hard 6. Selain sebagai aktor, Bruce juga sempat berkiprah sebagai penyanyi.

Ia bahkan pernah merilis beberapa album termasuk untuk soundtrack serial Moonlighting dan film Hudson Hawk. Memasuki era 90-an, pamor mantan suami Demi Moore ini makin melonjak. Bahkan seiring dengan keberhasilan Demi Moore yang juga sukses besar melalui film Ghost (1990). Namun Bruce sempat terlena dan beberapa kali film yang dibintanginya gagal di pasaran dan banyak dikritik para kritikus.

Pamornya pun sempat merosot. Beruntung bagi Bruce, ia bisa bangkit lagi lewat film Pulp Fiction (1994) karya sutradara eksentrik Quentin Tarantino. Meski porsi perannya tidak begitu besar, akting Bruce Willis mendapat banyak pujian, apalagi Pulp Fiction menjadi box office dan mendapat banyak penghargaan termasuk di ajang Oscar.

Di tahun yang sama, Bruce juga tampil di film Nobody’s Fool bersama aktor legendaris Paul Newman dan kembali mendapat banyak pujian. Bruce Willis tak menyia-nyiakan ‘kesempatan kedua’ yang diperolehnya. Ia mulai lebih selektif memilih peran dan mampu bertahan menjadi bintang papan atas sampai sekarang ini. Film lain dari Bruce Willis yang sangat berkesan adalah The Sixth Sense (1999).

Film arahan M Night Shyamalan ini menyajikan ending yang mengejutkan dan membuatnya sukses luar biasa di seluruh dunia. Sayangnya, setahun kemudian Bruce bercerai dari Demi Moore setelah dikaruniai tiga orang anak selama 13 tahun pernikahan mereka. Bruce baru menikah lagi di tahun 2009 dengan aktris Inggris Emma Heming.

Di tahun ini, setidaknya sudah ada dua film Bruce Willis yang dirilis yaitu Precious Cargo dan Marauders. Setelah itu ia akan tampil di film The Bombing, Going Under, First Kill dan Death Wish. Di usia 61 tahun, Bruce membuktikan masih tetap berkibar di Hollywood. Menggapai puncak popularitas sejak era 90-an, pamor Bruce Willis ternyata belum mereda sampai saat ini.