3 Kata yang Tanpa Disadari Menyebabkan Retaknya Hubungan

Fathan Rangkuti diperbarui 15 Sep 2016, 17:40 WIB

Fimela.com, Jakarta Seberapapun hebatnya kamu dan pasanganmu dalam sebuah hubungan, akan selalu ada kemungkinan gagalnya komunikasi, terutama saat emosi sama-sama memuncak. Kata-kata yang keluar dari mulut saat marah biasanya bukan pilihan kata terbaik yang muncul di pikiran.

Ketika pasanganmu mengatakan sesuatu yang nggak bisa kamu terima, akan sangat mudah bagimu untuk ikut terpancing emosi dan mengatakan sesuatu yang nggak benar-benar kamu maksudkan. Pahami ucapan-ucapan seperti apa yang menimbulkan reaksi demikian, akan membuatmu bisa menghindari perdebatan karena kesalahpahaman dalam komunikasi.

"Kamu harus..": Ketika kamu bilang ke pasanganmu, "kamu harus.." kesan yang timbul di dirinya adalah 'superior' dan adanya keinginan untuk mendominasi hubungan pada dirimu. Gantikan dengan kalimat, "aku akan lebih senang jika kamu bisa.."

"Kamu": Ketika ingin membicarakan apa yang kamu rasakan atas sikap atau perkataannya, jangan memulai ucapanmu dengan kata "kamu", itu bisa menimbulkan kesan defensif dan emosional. Gantikan dengan kalimat, "aku merasa.."

"Aku harap": Ketika kamu mengucapkan "aku harap.." dalam kondisi emosi meninggi, kalimat itu hanya akan terdengar negatif dan akan menimbulkan reaksi yang negatif pula. Hindari kalimat ini saat kamu berdebat dengannya.

Tanpa disadari, ketiga kalimat ini dapat memperburuk situasi saat kalian bertengkar. Carilah kalimat lain yang lebih baik untuk menghindari pertengkaran lebih lanjut. Ingatlah, ketika emosimu terpancing karena ucapannya, ia juga akan merasa yang sama dengan ucapanmu.

 

What's On Fimela