Ernest Prakasa, Antara Motivasi dan Beban Menang FFB 2016

Altov Johar diperbarui 25 Sep 2016, 10:58 WIB

Fimela.com, Jakarta Segala persiapan sudah dilakukan Ernest Prakasa sebagai salah satu nominator di ajang Festival Film Bandung (FFB) 2016. Ernest mengaku sudah menyiapkan pidato, meski tak yakin menang lantaran pesaingnya di kategori Skenario Terpuji terbilang berat. Tapi ternyata ia berhasil keluar sebagai pemenang.

"Saya sudah bikin speech (pidato) kemenangan kalau menang. Kalau kalah nangis saja dirumah. Ya awalnya nggak (yakin) sih. Karena salah satu lawannya merupakan film terbaik, yaitu Aisyah. Saya suka banget dan film ini dapat 7 nominasi FFB," aku Ernest Prakasa, di malam puncak FFB 2016, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (24/9/2016) malam.

Menjadi satu kebanggaan bagi Ernest Prakasa, film Ngenest masuk dalam jajaran nominasi Festival Film Bandung (FFB) 2016, untuk kategori Skenario Film Terpuji. lewat film Ngenest Apalagi, ini skenario pertama Ernest dalam berkiprah di industri film. Tanpa disangka ia ternyata keluar sebagai pemenang.

Selain termotivasi untuk terus memberi karya terbaik, Ernest menganggap apresiasi ini sebagai beban. Setidaknya, dia harus lebih baik lagi dalam menulis skenario ke depannya. "Iya termotivasi, beban juga iya. Dan gue lagi break syuting hari ini Cek Toko Sebelah. Besok lanjut syuting lagi. Enggak ada ekspetasi apa-apa sih. Jadi motivasi dan beban juga," aku Ernest Prakasa. 

Masih teringat jelas di benak Ernest tentang penyelenggaraan ajang FFB di tahun sebelumnya. Siapa sangka jika dulu Ernest hanya sebagai tamu dan pembaca nominasi, tahun ini namanya ikut masuk ke jajaran nominasi dan bahkan pemenang.

"Tahun lalu gue hadir sebagai penonton dan pembaca nominasi. Tahun ini puji Tuhan bisa hadir sebagai nominasi, pemenang dan pembaca nominasi," tandas Ernest Prakasa.

Dalam ajang Festival Film Bandung (FFB) 2016, Ernest Prakasa menjadi salah satu nominator untuk kategori Skenario Film Terpuji. Ernest bersama Jujur Prananto dan Gunawan Raharja (Aisyah Biarkan Kami Bersaudara) mengalahkan para pesaingnya yaitu Agasyah Karim, Khalid Kashogi dan Awi Surwadi (Badoet), Bounty Umbara, Anggy Umbara dan Fajar Umbara (3) dan Ginatri S Noer & Hanung Bramantyo (Rudy Habibie).