Eksklusif Julia Perez, Cerita Lawan Kanker Serviks Stadium 4

Teddy Kurniawan diperbarui 15 Des 2016, 08:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Mendengar kanker serviks apalagi sudah stadium empat atau akhir, menjadi momok yang menakutkan bagi kaum hawa, tidak terkecuali Julia Perez. Sejak divonis menderita salah satu kanker jenis mematikan itu, Julia Perez berusaha untuk tetap berpikir positif menjalaninya. Jupe, sapaan akrab Julia Perez saat ini telah berhasil melewati perkiraan kesempatan hidup yang diungkapkan dokter Singapura, yakni selama tujuh bulan. Apa yang membuat Julia Perez bertahan hidup melebihi waktu dari dokter?

***

Tubuh Julia Perez masih tampak ringkih, terlihat kurus dan tirus. Diakui Julia Perez, bobot tubuhnya merosot hingga empat kilogram selama melakukan pengobatan untuk mengatasi kanker serviks yang diidapnya. Bukan main-main, kanker yang tengah menggerogoti tubuh Julia Perez sudah stadium empat. Menurut ilmu kedokteran, kanker stadium empat adalah tahap akhir dengan kesempatan hidup hanya 20 persen.

Sebagai manusia normal, Julia Perez tentu merasa takut dengan vonis itu. Ia kerap dihantui, kanker serviks stadium empat tersebut akan terus menggerogoti tubuhnya. Karena itu, tahapan demi tahapan pengobatan tengah dilalui Julia Perez. Dari mulai proses radiasi hingga kemoterapi. Hidup Julia Perez juga saat ini bergantung pada obat-obatan yang harus dikonsumsinya setiap hari.

Namun, bagi Julia Perez, manusia itu hanya bisa memperkirakan, sementara Tuhan yang pada akhirnya menentukan. Jodoh, rezeki dan maut, diyakini Julia Perez merupakan rahasia Tuhan. Ia meyakini, vonis usianya yang tak lagi panjang bukan akhir dari segalanya. Bagi Julia Perez, yang terpenting saat ini adalah berusaha untuk tetap melakukan pengobatan dan terus berpikir positif.

"Kalau yang saya baca, stadium 4 kadar kesembuhannya sedikit sekali 20 persen, dan jangka kehidupannya seperti yang dokter saya di singapura pernah diagnosa, 7 bulan atau mungkin bisa kurang lagi karena banyak hal. Tapi buat saya, itu hanya prediksi diagnosa kedokteran. Saya mau berjuang hidup, masih pengin berjuang untuk hidup," ujar Julia Perez dengan nada lemah saat Bintang.com menyambangi kediamannya di kawasan Cibubur, belum lama ini.

Lantaran sakitnya itu, Julia Perez juga harus mengurangi aktivitasnya di panggung hiburan. Apalagi, ia tidak bisa terlalu letih berlama-lama di keramaian acara. Lantas, bagaimana Julia Perez menjalani aktivitasnya? Benarkah akibat sakitnya itu Julia Perez bangkrut?

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Julia Perez: Ya Alloh Berikanlah Saya Kesempatan Hidup

Julia Perez membatasi aktivitas di dunia hiburan karena sakitnya. (Fotografer: Bambang E. Ros, Wardrobe by: @margalenaaaaaaa, MUA: @tinnasorumba, Stylist: Indah Wulansari, DI: Muhammad Iqbal Nurfajri/Bintang.com)

Kondisi Julia Perez yang lemah, membuatnya melakukan sesi wawancara di atas tempat tidur. Sambil berbaring, ia mengungkapkan bagaimana semangatnya untuk hidup yang membuat ia bertahan. Tentunya keluarga dan para penggemar yang selalu mendoakan, menjadikan Julia Perez termotivasi untuk tetap berjuang melawan kanker serviks stadium 4.

Bagaimana perkembangan sakit kanker serviks yang kamu derita?
Ya memang sekarang (kanker serviks), sudah stadium 4, katanya sih akhir. Cuma bagi saya, nggak ada akhir. Empat itu cuma angka saja, tergantung kita, bagaimana semangatnya saja.

Bagaimana kamu menjalani proses pengobatan kanker serviks stadium 4 ini?
Prosesnya itu radiasi kemudian kemoterapi. Ini kan nggak bisa dioperasi karena kankernya kecil-kecil selnya gitu. Masih proses dengan cara kedokteran. Saya sekarang lagi menjalani proses kemoterapi di RSCM (Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo). Alhamdulillah berjalan dengan lancar. Nanti dua atau tiga bulanan lagi kita lihat perkembangannya.

Penderita kanker butuh banyak istirahat usai kemoterapi. Bagaimana dengan aktivitas di panggung hiburan?
Ya, yang penting bisa diatur saja. Sebelumnya saya suka bingung sama artis-artis yang muncul setahun atau sebulan sekali, supaya katanya kangen. Kalau muncul setiap hari di televisi kan bisan. Nah, aku mengilhaminya seperti itu. Saya banyak melakukan pengobatan dan di rumah sakit. Jadi kalau jarang muncul, supaya masyarakat kangen sama Jupe. Kangennya lebih banyak dan ratingnya lebih bagus, hehehe.

Ada yang bilang kamu bangkrut karena uang tabungan habis buat pengobatan, serta nggak laku lagi?
Salah ya kalau di luaran dibilang saya sudah nggak laku lagi, Salah besar. Justru tawaran pekerjaan itu dari kanan kiri banyak banget, alhamdulillah ya. Walaupun saya masih dalam kondisi begini, masih banyak yang percaya saya masih bisa nyanyi kanan kiri, di televisi, tawaran main sinetron.

Berarti sekarang selektif banget pilih pekerjaan?
Ya, karena kondisi saya jadi harus memilah milih karena kalau nggak pilah pilih, ini akan berdampak buruk buat saya. Buat apa saya punya duit banyak tapi ditaburnya ke rumah sakit. Jadi lebih baik saya memikirkan kesehatan saya dulu. Nanti kalau saya sudah sehat kembali, job pasti akan datang.

Ada yang bilang sakitnya kamu ini drama untuk sensasi. Benarkah demikian?
Saya kemana-mana, nama Julia Perez ini sudah berdiri tegak. Jadi nggak perlu lagi buat sensasi pun orang sudah tahu Julia Perez. Jalan ke kampung-kampung sudah tahu Julia Perez. Kalau pengin tahu kita artis besar atau bukan, datang saja ke kampung. Kalau mereka ngenalin kamu di pedesaan, artinya kamu sudah terkenal.

Tadi berdiri lama saja sakit, kalau ada acara ada treatment khusus?
Ya, karena kondisi. Oleh karena itu, saya kalau butuh move on yang cepat, saya akan berkata jujur ke mereka (penyelenggara acara), pergerakan-pergerakan yang terlalu cepat saya tidak bisa lakukan karena pasti gerak saya agak lamban. Kedua saya nggak bisa pakai sepatu hak tinggi lagi. Cuma bisa pakai yang flat. Mangkanya waktu ADI Awards (Anugerah Dangdut Indonesia), saya pakai sepatu flat. Acara-acara apapun saya pakai sepatu flat untuk bisa bergerak agak lebih cepat. Alhamdulillah kemarin pakai sepatu flat itu saya bisa sampai jam 12 malam.

Sekarang banyak mengonsumsi obat ya. Berarti kemana-mana selalu bawa obat?
Nggak boleh lupa obat, terutama obat nyeri. Fatal kalau sampai lupa. Obat nyeri itu kan setiap 4 - 6 jam sekali diminum karena akan ngilu. Itu momen yang nggak enak karena sampai ke otak, terus efeknya mau bersosialisasi nggak mau. Contohnya sekarang, sebenarnya saya tadi dalam keadaan ngilu. Tapi saya berusaha keras mencoba kalau nggak pakai obat, bisa nggak bersosialisasi. Ini saya coba sih, cuma agak ketus ya jadinya. Tapi saya berusaha untuk mengaturnya, alhamdulillah. Masih berasa ngilu dan nggak bisa diam, but it's ok.

Suka merasa down melihat kondisi ini?
Kadang kita ada down melihat obat banyak, apalagi kalau sudah dapat ngilunya, kesal.

(Jupe kemudian terdiam, kemudian menangis dan menarik napas, mencoba mengontrol emosinya)

Kalau sudah dapat ngilunya tuh, saya nggak bisa kontrol, emosi seperti ini, nangis, gampang sedih.

Apa sih yang menguatkan kamu?
Yang menguatkan saya, pasti keluarga. Saya tetap mau bertahan hidup karena keluarga saya tidak pernah ninggalin saya. Saya mau melihat mereka bahagia karena keluarga adalah segalanya b uat saya. Dan pastinya semua penggemar yang menteskan air mata, ibu-ibu di luar sana, mereka pada nangis ketemu saya. Seperti kemarin ketemu saya pergi ke Tangerang, saya buka jendela lihat ibu-ibu kompak pada nangis. Anak-anak nangis, mamita yang kuat ya, sembuh ya, hibur kami lagi. Ya begitu, saya ingat mereka itu saya pikir bagaimana ya, saya harus sehat, sembuh, kembali lagi sama mereka.

Kamu mengetahui kanker serviks stadium 4 itu artinya apa?
Kalau saya baca, stadium 4 itu kadar kesembuhannya sedikit sekali, cuma 20 persen dan jangka kehidupannya seperti yang dokter saya di Singapura pernah diagnosa saya, cuma tujuh bulan atau mungkin bisa kurang lagi karena banyak hal. Tapi buat saya, itu hanya prediksi atau diagnosa kedokteran, saya mau berjuang hidup, masih pengin hidup. Saya yakin, sel-sel saya yang sehat akan bertahan hidup dan berjuang dan mereka pasti setuju dengan apa yang otak saya inginkan, ketika harus bersatu. Mangkanya saya harus fokuskan semua sel-sel, jiwa saya bersatu bahwa Yulia Rahmawati ini harus bertahan hidup dan harus hidup atau sehat lagi seperti dulu. Jadi, saya harus kompak semuanya, bahwa saya harus sehat tidak ada kata menyerah. Semua akan baik-baik saja.

Termasuk dalam doa-doa kamu?
Ya, setiap doa saya, Ya Alloh, hancur leburkan lah sel kanker dalam tubuh saya, hilangkan. Berikanlah sel-sel normal saya, sel kanker normal saya bisa kuat bertahan. Ya Alloh, singkirkanlah kanker ini dari saya. Saya mau sehat. Berikanlah saya kesempatan hidup kembali ya Alloh. Ampunkanlah dosa-dosa saya, terimalah doa saya.

3 dari 3 halaman

Julia Perez Antara Kanker Serviks, Nikita Mirzani dan Dewi Perssik

Di tengah sakitnya, Julia Perez masih harus menghadapi masalah hukum. (Fotografer: Bambang E. Ros, Wardrobe by: @margalenaaaaaaa, MUA: @tinnasorumba, Stylist: Indah Wulansari, DI: Muhammad Iqbal Nurfajri/Bintang.com)

Julia Perez tengah menghadapi kenyataan, mengidap kanker serviks stadium 4. Di tengah perjuangannya mengobati sakitnya itu, ia kini tengah berurusan dengan Nikita Mirzani di ranah hukum. Berawal dari tudahan Julia Perez terhadap Nikita Mirzani telah menganiaya asistennya, Nikita Mirzani melaporkan Julia Perez ke polisi. Meski sudah meminta maaf sesuai dengan permintaan Nikita Mirzani, namun Nikita tetap melanjutkan laporannya.

Masalah dengan Nikita Mirzani bagaimana? Jadi terus lanjut ke ranah hukum?
Buat saya, ya saya sudah melakukan apa yang dia inginkan. bahwa dia menginginkan kalau saya minta maaf demi dia, saya sudah melakukannya. Saya sudah minta maaf demi dia di media sosial, di depan teman-teman infotainment. Sekarang dia muatannya lain, justru tetap diteruskan. Artinya apa yang dia inginkan kemarin itu sia-sia. Buat saya, tidak masalah, artinya bukan saya yang bermasalah sekarang. Kalau Nikita sekarang ingin meneruskan ke jalur hukum, buat saya tidak masalah. Sebagai warga negara, saya pasti akan mengikuti proses hukum, seperti apa yang dia inginkan.

Jika berlanjut, pasti prosesnya akan panjang dan melelahkan. Apakah sudah ada pendekatan persuasif?
Saya sudah telepon, sms, whatsapp semuanya ke dia berkali-kali tapi nggak pernah diangkat. Manajernya juga nggak diangkat, nggak dibalas. Jadi saya rasa permintaan maaf saya kemarin itu nggak tahu mau diarahin kemana sama mereka. Atau mungkin mau kerjain saya juga, saya nggak ngerti.

Banyak yang mempertanyakan ketulusan permintaan maaf kamu. Bagaimana komentarnya?
Intinya niat tulus saya sudah dijelaskan kepada mereka. nanti begini-begini jadi panjang, kalau mereka mau dipanjangin ya, saya tidak bisa mengubah hati seseorang. Bukan saya yang mengubah, cuma Tuhan yang bisa mengubah. Saya sudah telepon, sms, whatsapp lalu jalan apa lagi? Segalanya sudah saya lakukan. Ini bola sudah bukan di saya lagi, tapi di Nikita. Saya sudah melakukan segala yang dia inginkan, apapun tapi dia menginginkan ini terus berjalan (jalur hukum) mau nggak mau kita akan jalan. Saya tahu ini akan panjang, tapi ini yang dia inginkan. Semoga Tuhan memberikan saya kekuatan dan kesehatan.

Lalu mengenai permintaan maaf kamu itu dianggap formalitas. Bagaimana tanggapan kamu?
Balik lagi ke semua. Sekarang saya mau tanya, yang berkoar di media, maksa saya minta maaf siapa? Kita mau duduk bareng, saya tunggu nggak datang. Terus sekarang saya dibilang A sampai Z, terserah. Saya sudah ada barang bukti, ada WhatsApp kabar jam berapa ketemuannya, semuanya. Kalau semua diputar balik, ya terseran. Saya tahu kok seorang Nikita itu seperti apa. Ini nggak masalah, apa yang dia lakukan itu nggak masalah. Saya tidak akan terpancing untuk semua yang dia lakukan. Intinya saya sudah sangat cepat sekali menanggapi apa yang dia inginkan, Permintaan maaf melalui media twitter. Masyarakat dan orang sehat atau waras pasti akan tahu apa yang saya lakukan permintaan maaf yang setulusnya. Kalau ditanya itu a, b, c, sampai z dan mengkatagorikan yang lain, saya nggak tahu. Dia harus tunjukkan ke saya porsinya seperti apa yang dia inginkan, saya akan mengaplikasikan.

Banyak yang bilang meminta maaf dan disiarkan di media cukup berat dilakukan, bagaimana dengan kamu?
Sebanyak kurang lebih ratusan juta penduduk Indonesia melihat saya meminta maaf kepada Nikita Mirzani, saya rasa itu dibutuhkan sekali jiwa yang sangat besar. Banyak yang protes kepada saya, kenapa saya mau minta maaf, buat apa? Saya mau damai, terserah orang mau ngomong apa saya mau damai. Mereka melihat sebelah mata kenapa saya minta maaf. Memang saya beda pemikirannya.

Oh iya, bagaimana kamu bisa damai dengan Dewi Perssik?
Waktu itu aku mengisi acaranya mas Eko (Patrio), anaknya khitan. Aku lagi nyanyi lagu Aku Rapopo mengiringi SBY masuk. Lalu ada Ayu Ting Ting bilang ada Depe, dipanggil terus sama anak-anak (pengisi acara yang lain) langsung diamprokin yang sudah, nyanyi bareng. That's fine, karena dianya juga baik sama kita, humble, meluk ya sudah. Hanya orang bodoh yang ketika dia berikan kehangatan, hal baik terus dibalas nggak baik. Dewi memberikan hal positif buat saya. Ya, aura positif pun akan keluar buat Dewi. Jadi ini real bentuk cinta kasih.

Setelah itu komunikasi?
Kita komunikasi melalui pesan langsung instagram, lalu whatsapp, dan tukeran nomor.

Kamu curhat masalah yang kamu hadapi sekarang?
Aku sama seperti Zaskia dan Ayu, kalau ada masalah nggak mau ikut campur. Kalau saya bilang ini masalah saya, ya masalah saya. Kalau saya bilang bisa melewati semuanya, saya bisa melewatinya. Cukup dukungan dan doanya saja dari teman-teman.

Ada yang diobrolin dengan Dewi Perssik?
Belum ada, belum ngobrol panjang. Hanya masalah mau duet bareng. Ada proyek bareng, Insya Allah kalau Dewi juga mau.

Masalah memang tidak pernah lepas dari kehidupan manusia, termasuk Julia Perez. Namun, Julia Perez tetap tegar menghadapinya. Ia menganggap apa yang dialami adalah cobaan dari Tuhan untuk membuatnya lebih dewasa menjalani kehidupannya. Semoga selalu dalam lindungan Tuhan, Jupe.