Alasan Kamu dan Si Dia Harus Traveling Sebelum Menikah

Asnida Riani diperbarui 02 Mei 2017, 15:40 WIB

Fimela.com, Jakarta Menikah, satu komitmen yang melibatkan banyak elemen di dalamnya. Dengan travelingbukan tak mungkin kamu mendapat kesempatan untuk belajar dan membiasakan diri dengan elemen-elemen pembentuk janji (semoga) sekali seumur hidup tersebut.

Secara tak langsung dan mungkin tanpa disadari banyak pihak, perjalanan nyatanya bisa jadi guru terbaik bagi kamu dan si dia yang tengah belajar mengenal dan memahami satu sama lain. Karena kedua pekerjaan tersebut harus terus dilakukan, mengingat setiap orang akan berubah, entah dalam hitungan detik, menit, jam, hari, minggu, bulan atau tahun.

Lewat traveling, kalian bisa melatih diri untuk saling terbiasa. Di samping itu, mempertimbangkan apakah ia merupakan orang yang tepat untuk menghabiskan seluruh waktu hidup bersama juga bisa dilakukan dengan berkaca pada perjalanan. Meski tak bersifat mutlak, inilah alasan-alasan kamu dan si dia mesti traveling bersama sebelum menikah, menurut theblondeabroad.com.

Melihatnya di waktu-waktu terburuk. Bila ingin mendeskripsikan menikah, kamu mungkin memilih kata partnership sebagai gambaran paling tepat. Saat traveling sebagai sepasang kekasih dijamin kamu akan menghadapi sederet tantangan dan 'dipaksa' untuk bekerja sama mencari solusi.

Kamu akan melihat satu sama lain di waktu-waktu terbaik, juga terburuk. Traveling sebelum menikah itu menantang sekaligus mendidikmu untuk menghadapi satu sama lain di keadaan paling buruk. Jika berhasil memecahkannya, maka kalian sudah satu langkah mendekat ke tahap penting. Namun bila gagal, coba kamu pikir-pikir lagi.

What's On Fimela
2 dari 2 halaman

Membangun Partnership

Menciptakan memori tak terlupakan. Traveling tak semata soal sudah pernah ke sini dan ke sana, namun apa saja yang dialami selama berada di suatu tempat. Berbagai pengalaman manis dan sebaliknya dengan si dia sebelum menikah dikatakan akan membekas dan jadi guliran plot unik dari kisah kalian.

Entah itu dengan naik balon udara berbingkai panorama Bagan atau bersepeda mengelilingi Batanes. Namun bukan hanya bisa dilakoni ketika masih pacaran. Ingat, setelah menikah kamu juga bisa tetap traveling dan mendapat pengalaman-pengalaman berharga.

Jadi tim yang solid. Terbiasa berdiskusi dan memecahkan masalah bersama, bukan mustahil kalau hasil dari traveling membuat kalian jadi tim yang solid. Sudah hapal langkah demi langkah yang mesti ditempuh, baik kamu dan si dia, tahu porsi diri di hidup masing-masing.

Bukankah menikah juga dilandasi dengan kerja sama yang baik? Jadi secara garis besar, traveling bersama sang kekasih merupakan simulasi sebelum kalian memutuskan untuk menikah. Kalau kamu sendiri, apa yang biasanya jadi alasan untuk traveling bersama si dia?