5 Cara Nafa Urbach Atasi Badai dalam Rumah Tangga

Riswinanti diperbarui 30 Jul 2017, 18:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Di dunia ini memang tidak ada manusia yang tak punya masalah. Setiap manusia yang beriman akan menyadari bahwa masing-masing akan menerima ujian sendiri dari Tuhan. Hal itu yang dialami oleh Nafa Urbach.

Beberapa bulan lalu, kabar keretakan rumah tangga Nafa Urbach dan Zack Lee memang sempat menjadi pemberitaan heboh. Sekilas, orang mungkin akan menganggapnya sebagai akhir dari rumah tangga mereka. Namun nyatanya, masalah itu berhasil diselesaikan dengan baik.

Ketika ditanya bagaimana seorang Nafa bisa begitu berbesar hati menghadapi semua masalah dalam hidupnya, dia mengaku bahwa dirinya pun kini masih terus belajar. Namun setidaknya, ada beberapa hal yang dia yakini bisa menyelamatkan rumah tangga dari badai yang menerjang.

Menyesuaikan Diri

Diakui Nafa, ada perbedaan yang mendasar antara dirinya dan suami. Salah satunya adalah dalam hal kebiasaan. Sementara suaminya adalah sosok yang suka bergaul dan pergi ke luar rumah, Nafa mengaku orang yang lebih suka berada di rumah.

Meski demikian, dalam beberapa hal, tidak ada salahnya jika suami istri saling memberikan toleransi pada pasangan. Pasalnya, pada hakikatnya menjalin hubungan adalah untuk saling melengkapi, serta menerima pasangan seutuhnya.

"Dia suka nongrong, suka kumpul bareng temen. Sedangkan aku lebih banyak di rumah. Aku tuh aku ga bisa denger musik kencengan terlalu lama. Tapi kadang kita boleh lah menyesuaikan diri sedikit demi suami," ungkap Nafa Urbach saat diwawancarai lewat telepon pada Sabtu (29/7/2017). 

2 dari 4 halaman

Pasrah pada Tuhan

Rumah tangga Nafa Urbach sempat didera masalah, namun dia bisa mengatasinya dengan baik. (Fotografer: Bambang E. Ros, Make Up: @vera_kusumadewi, Stylist: Indah Wulansari, DI: Muhammad Iqbal Nurfajri)

Tuhan Adalah Sumber Kekuatan

Bahkan ketika kita telah berusaha menyesuaikan diri dengan pasangan, masalah kadang masih kerap muncul. Pasalnya, setiap manusia memiliki ego masing-masing yang membuat kita saling bergesekan satu sama lain. Keinginan yang berbeda satu sama lain membuat ketidakcocokan mulai menjadi masalah.

"Ada beberapa orang yang curhat sama saya, misalnya ada yang suaminya tukang pergi, pulangnya pagi, jadi sampe nungguin, sampai ga tidur.  Kalau menurut saya itu hanya menyakiti diri sendiri. Fokus dia, pikiran dia, semua dicurahkan sama suami. Itu menyiksa, batin akhirnya kena penyakit. Ya ga bagus.

"Aku tipenya pasrahin semua sama Tuhan, cinta Tuhan lebih dari suami, anak, lebih dari semuanya. Bagaimana caranya bergaul intim sama Tuhan. Ngeluh, marah, melibatkan Tuhan dalam segala aspek kehidupan. Dampaknya damai luar biasa. Aku merdeka dari sakit, ga takut. Lu mau nyakitin Gue kaya gimana itu urusan Lu sama Tuhan. Tuhan punya bagian sendiri. Saat kita serahin sama Tuhan, pasti Tuhan bertindak," ungkap Nafa.

Bagi Nafa Urbach, kekuatan manusia bukan berasal dari diri sendiri, melainkan berasal dari Tuhan. Namun dia mengakui bahwa kondisi keimanan seseorang memang naik turun. Namun setidaknya, dengan memasrahkan semua pada Tuhan, manusia akan lebih bisa menerima apa yang dialami.

3 dari 4 halaman

Respon pada Masalah

Beberapa bulan lalu, kabar keretakan rumah tangga Nafa Urbach dan Zack Lee memang sempat menjadi pemberitaan heboh. (Instagram/@nafaurbach)

Tidak Memberi Respon yang Salah

Tak bisa dipungkiri bahwa keikhlasan adalah sesuatu yang sangat mahal, dan tak mudah untuk dicapai. Tidak semua orang bisa begitu saja pasrah pada Tuhan, atas segala ujian yang diberikan. Namun satu hal yang mungkin bisa menjadi langkah awal adalah dengan tidak memberikan respon yang salah.

"Satu hal yang saya pengen share, satunya-satunya cara agar ikhlas adalah terkait respon hati. Ikhlas adalah pilihan, pilihan bagaimana orang yang punya masalah itu menunjukkan respon hati. Masalah adalah jembatan kita untuk komunikasi dengan Tuhan. Banyak orang yang ga tahu, akhirnya ketika diberi masalah mereka marah, nah itu reaksinya salah," ungkapnya.

"Saya punya pilihan ga mau memberikan respon yang salah, saya mau dididik sama Tuhan oleh proses ini. Bagaimana saya harus merespon adalah, 'Tuhan, didik saya, supaya saya bisa melahirkan hal yang rohani'. Segala sesuatu yang lahir dari Tuhan pasti bener, amai sejatera, enak. Walau berjalan dalam api, saat kita bilang 'Saya mau Tuhan didik saya, saya mau bilang iya'. Pada saat itu terjadi, spiritual itu terjadi dengan sendirinya. Keajaiban ga tiba-tiba dimulai," lanjut Nafa.

Pada akhirnya, Nafa Urbach menyadari bahwa keikhlasannya itu berbuah kesabaran dan rasa syukur pada semua hal. Tak hanya masalah hati, dalam hal rezeki pun Nafa mengaku sangat diberkahi oleh Tuhan.

4 dari 4 halaman

Hakikat Cinta

Tuhan adalah penyembuh luka hati Nafa Urbach. (Fotografer: Bambang E. Ros, Make Up: @vera_kusumadewi, Stylist: Indah Wulansari, DI: Muhammad Iqbal Nurfajri)

Memilih Diam

Keikhlasan untuk menyerahkan diri pada Tuhan pada akhirnya akan membawa dampak baik, salah satunya kepercayaan pada Tuhan. Dengan demikian kita tidak akan berpikir untuk mengadu pada manusia, melainkan hanya pada Tuhan. Dalam beberapa kasus, mengadu pada manusia hanya akan memperkeruh suasana.

"Pastinya ada momen yang bikin putus asa, nangis aja sama Tuhan, ga pernah ngeluh sama teman. Saya biasakan diskusi sama Tuhan. Tidak terbiasa ngeluh sama teman. Karena ada teman yang ga tahu tujuannya untuk apa. Teman seiman pun yang ngerti pun bakal bilang harus kuat. Kita punya banyak macam-macam teman, tapi proses baik buruknya yang tahu diri kita sendiri. Saya manusia biasa.

 

Alasan Mencintai

Untaian kata-kata manis akhinya disampaikan oleh Nafa Urbach. Setelah semua tips rohani yang dia sampaikan, pada akhirnya kita harus kembali pada diri kita sendiri. Tanyakan kembali pada diri kalian, bagaimana cinta yang kalian rasakan.

"Kita istilahnya mencintainya bukan 'karena' tapi 'walaupun'. Bukan alasan kita mencintai yang jadi titik berat, namun apakah kita akan mencintainya walaupun dia tidak sempurna. Tapi itu susahnya. Kalau pacaran bisa kapan aja putus, kalau udah rumah tangga
pasti mikir," ungkap Nafa Urbach.