Penyebab Anak Mudah Terserang Gangguan Cemas

Floria Zulvi diperbarui 20 Sep 2017, 22:28 WIB

Fimela.com, Jakarta Bukan hanya dialami oleh orang dewasa, anak kecil pun bisa meraa cemas. Sayang, akibat orangtua yang sering tak merespons dengan baik, rasa cemas itu bisa menjadi gangguan kejiwaan di kemudian hari.

Dilansir dari KlikDokter, dr. Sepriani Timurtini Limbong menuliskan bahwa rasa cemas adalah respon otak terhadap stimulus yang dianggap berbahaya. Hal tersebut wajar untuk menghindari kamu dari ancaman berbahaya.

Pada anak, rasa cemas sendiri merupakan bagian dari perkembangan emosi. Penyebabnya bisa bervariasi seiring dengan perkembangan usia si kecil. Contoh yang paling awal dan sering terjadi adalah separation anxiety atau merasa cemas atas perpisahan.

Biasanya hal itu terjadi ketika anak akan ditinggal pergi oleh orang terdekatnya. Biasanya sang anak akan menangis, meronta-ronta agar tak ditinggal atau berpisah dari orangtua mereka.

Rasa cemas akan perpisahan tersebut biasanya terjadi ketika si kecil sudah mengenali orang-orang terdekatnya. Sehingga ketika mereka pergi, rasa cemas pun timbul. Biasanya kondisi itu mengalami puncaknya pada usia 12 hungga 18 bulan. Baca selengkapnya di sini.