4 tanda perawatan yang dilakukan justru merusak kulit

Annissa Wulan diperbarui 25 Okt 2018, 18:30 WIB

Fimela.com, Jakarta Perawatan seharusnya dilakukan untuk membuat kulit lebih sehat. Namun, banyak orang tidak memahami rusaknya kulit tidak hanya karena perawatan yang dilakukan, bisa juga disebabkan reaksi kulit terhadap suatu produk yang baru digunakan.

Tanda-tanda awal dari perawatan yang justru merusak kulit adalah iritasi, pembengkakan, pengelupasan, dan gatal-gatal. Melansir dari newbeauty.com, Rabu (24/10/2018), berikut ini adalah beberapa tanda lain dari perawatan yang justru merusak kulit.

1. Jika kulit tiba-tiba mengalami pembengkakan, kemerahan, atau gatal

Penyebab paling umum dari dermatitis kontak alergi adalah aroma. Penyebab kedua adalah pengawet.

Jika terkena alergi ini, kulit akan membengkak, mengalami kemerahan, dan gatal. Reaksi ini bisa memakan waktu lama, sehinggga pastikan untuk menggunakan produk perawatan kulit yang mengandung bahan hypoallergenic.

2. Jika kulit kering dan mengelupas

Sabun dapat menyebabkan kekeringan dan pengelupasan, jadi pilihlah produk pembersih kulit tanpa sabun dan bebas pewangi.

 

What's On Fimela
2 dari 2 halaman

Milia, pori-pori membesar, dan jerawat

Ilustrasi kecantikan. Sumber foto: pexels.com/Moose Photos..

3. Jika di kulit muncul milia, pori-pori membesar, dan jerawat

Tanda lain dari kerusakan kulit akibat sifat oklusif produk perawatan kulit adalah pori-pori yang membesar. Hal ini akan menyebabkan peningkatan produksi minyak yang kemudian menimbulkan milia dan peningkatan jerawat, serta rosacea.

4. Jika muncul rosacea atau kulit sensitif

Jika pada kulit tidak biasanya muncul rosacea, produk perawatan yang digunakan bisa disalahkan. Penggunaan retinol bisa memperburuk rosacea jika terlalu kuat.

Asam glikolat juga dapat mengiritasi kulit sensitif. Carilah produk perawatan kulit yang mengandung asam alfahidroksi dan retinoid bagi si kulit sensitif.