Pemuda Tampan Meninggal Karena AIDS, 40 Mantan Pacar Panik

Fimela diperbarui 27 Okt 2014, 13:30 WIB

Kepanikan dan berita besar datang dari Rumania. Seorang pemuda tampan berusia 24 tahun meninggal dunia karena memiliki AIDS. Kematian pemuda itu membuat panik sekitar 40 wanita yang menjadi mantan pacarnya. Kini, wanita-wanita itu menunggu hasil tes apakah tertular HIV atau tidak.

Daniel Decu (24 tahun) bisa dikatakan sebagai casanova-nya Rumania. Masih muda, tampan dan punya tubuh atletis membuat Daniel mudah memiliki puluhan pacar. Namun tak ada satupun dari wanita-wanita itu yang tahu bahwa di dalam tubuh Daniel berkembang HIV. Virus tersebut pada akhirnya menyebabkan AIDS dan merenggut nyawa Daniel.

Berita meninggalnya Daniel dan hasil autopsi yang menunjukkan bahwa pemuda itu memiliki virus HIV langsung menuai kemarahan dari mantan pacar-pacarnya, dilansir oleh Dailymail.co.uk. Wanita-wanita itu mengaku pernah berhubungan dengan Daniel. Sekitar 40 wanita langsung memeriksakan dirinya. Dua di antara mereka positif terinfeksi HIV sedangkan yang lain masih menunggu hasil tes.

Yang patut disayangkan, dokter pribadi Daniel, Cornel Stanciu mengaku tahu bahwa pemuda itu positif HIV dan berusaha memberitahu kondisi kesehatan itu kepada publik. Sang dokter tahu karena putrinya juga merupakan salah satu mantan pacar Daniel. Namun Ibu Daniel melarang sang dokter angkat suara dan mengancam akan memperkarakan perbuatan itu ke jalur hukum.

"Saya tahu dia (Daniel) punya banyak pacar, tapi tak ada yang bisa saya lakukan," ujar Cornel.

Kemarahan puluhan mantan pacar Daniel dan keluarga mereka saat ini terasa sia-sia, karena Daniel sudah meninggal. HUkum di Rumania menyebutkan bahwa mereka yang sudah tahu mengidap HIV tetapi sengaja menularkan pada orang lain akan dipenjara hingga 15 tahun. Pengetahuan akan perilaku seksual yang aman juga menjadi pekerjaan rumah banyak orang agar kasus serupa tidak terjadi.

Mereka yang sudah positif HIV atau AIDS tidak perlu dijauhi atau dihindari. HIV dan AIDS tidak menular dengan mudah, namun penting bagi kita untuk memahami agar tidak tertular penyakit tersebut. Semoga saja kisah seperti ini tidak terjadi lagi.

(vem/yel)