Kasihan, Bocah 7 Tahun Punya 80 Gigi Akibat Tumor

Fimela diperbarui 30 Des 2014, 13:50 WIB

Normalnya gigi anak mulai tumbuh saat berusia enam bulan, dengan gigi susu di depan mulutnya. Dan semakin bertambah usianya, gigi tersebut akan bertambah banyak seiring dengan pertumbuhannya.

Tetapi apa yang Anda pikirkan, jika anak berusia 7 tahun memiliki delapan puluh gigi yang tumbuh di rahangnya? Tentunya itu bukan hal yang menyenangkan. Bahkan bisa menyebabkan kesakitan yang luar biasa saat mengunyah makanan.

Seperti dilansir dari dailymail.co.uk, tim bedah mulut dari Maharaja Yeshwantrao Hospital, India, pada Jumat (26/12/2014) lalu berhasil mengeluarkan 80 gigi tambahan dari rahang atas bocah laki-laki berusia tujuh tahun.

Pasien yang namanya dirahasiakan datang ke klinik lima hari sebelum operasi dilakukan dengan keluhan rahang atas bengkak bernanah. Setelah diinvestigasi, dokter mendiagnosis kondisi anak tersebut dengan odontoma.

Odontoma yang merupakan sejenis tumor mempengaruhi rahang atau gusi dan menyebabkan gigi ekstra tumbuh. Gigi ekstra tersebut terdiri dari enamel dan dentin sama seperti gigi normal umumnya.

Karena gigi-gigi tersebut tumbuh tidak beraturan, tidak jarang odontoma dapat menimbulkan komplikasi. Pada pasien anak, setelah bengkak berisi nanah dibersihkan dokter mulai mengangkat tumor satu persatu dalam operasi yang memakan waktu sampai empat jam. Para dokter mengatakan operasi sulit dilakukan karena kondisi rahang anak lemah dan rentan retak.

Setelah operasi selesai, tim dokter berhasil mengangkat 80 gigi tambahan dari mulut anak tersebut. Dr Angkit Khasgiwala yang turut membantu operasi mengatakan kejadian banyaknya gigi ekstra yang tumbuh seperti ini pada anak-anak sebetulnya jarang terjadi.

"Kalau saja pasien mengunjungi kami empat tahun lebih lama, setidaknya 200 gigi tambahan dapat tumbuh berkembang," ujar Khasgiwala.

Ini bukan kejadian yang pertama kali, sekitar bulan Juli lalu, remaja bernama Ashik Gavai (17) telah berhasil melakukan operasi untuk mengeluarkan sekitar 232 gigi di mulutnya.

Ayah sang bocah  mengatakan bahwa dia takut pembengkakan tersebut adalah pertumbuhan kanker. Untungnya ahli bedah berhasil mempertahankan struktur tulang rahang, yang berarti bisa sembuh tanpa cacat.

Semoga setelah di ambil, odontoma bocah tersebut tidak akan terulang lagi.

(vem/chi)
What's On Fimela