Maafkanlah, Bukan Karena Kamu Kalah, Karena Ini Membuatmu Damai

Fimela diperbarui 07 Nov 2016, 13:20 WIB

Kamu akan menghadapi banyak hal dalam hidup, termasuk pengkhianatan dan rasa kecewa. Mungkin kamu juga akan merasa sangat marah hingga sulit memaafkan. Wajar memang, apalagi ketika kamu merasa sangat sakit hati.

Tapi belajarlah memaafkan meski berat. Berusahalah untuk melepaskan amarah dan menerima keadaan. Karena ternyata ini lebih besar manfaatnya untuk kesehatan mental dan badanmu.

Kamu mungkin tak akan mudah memaafkan kesalahan orang, tapi menurut John Hopkins Medicine, amarah yang kronis di dalam hati bisa menyebabkan berbagai perubahan dalam tubuh, menurunnya kekebalan tubuh, denyut jantung lebih cepat, tekanan darah, risiko depresi makin tinggi dan bahkan risiko diabetes meningkat.

Sebaliknya, memaafkan akan membuatmu lebih tenang, menurunkan tingkat stres dan meningkatkan kesehatan secara umum. Banyak penelitian menunjukkan bahwa memaafkan bisa meningkatkan kesehatan.

Salah satu penelitian dari Journal of Health Psychology menemukan bahwa memaafkan berpengaruh besar pada kesehatan mental, namun efeknya juga bisa dirasakan pada tubuh. Hati akan lebih tenang dan damai, tubuh juga lebih responsif mengeluarkan hormon kebahagiaan karena kamu tak punya beban pikiran dan hati karena amarah yang terpendam.

Jadi mengapa harus terus menyalahkannya? Cukup kamu tahu dia memang salah, tugasmu adalah memaafkannya karena kamu cukup cerdas untuk tidak menyakiti kesehatan tubuhmu sendiri.

(vem/feb)
What's On Fimela