Mengenal Therapeutic Oil Serta Manfaatnya Bagi Kesehatan

Fimela diperbarui 13 Jul 2018, 15:40 WIB

Istilah ‘therapeutic essential oil’ merujuk pada minyak esensial/atsiri yang memiliki kualitas terapi yang dapat memberikan manfaat baik untuk kesehatan secara fisik maupun mental.

Essential oil (minyak atsiri) sendiri adalah cairan yg diproduksi melalui proses distilasi dari daun-daun, batang, bunga, akar, kulit, buah atau bagian lain dari tanaman.

Essential oil di dunia sebenarnya telah digunakan sejak dulu. Di Indonesia sendiri, minyak gosok, seperti minyak kayu putih dan minyak telon merupakan salah satu bentuk penggunaan essential oil. Karena kandungan zat aktif yang memiliki therapeutic effect, essential oil dapat digunakan sebagai salah satu media pengobatan alternatif dari alam.

Setelah diekstrasi, minyak esensial tersebut nantinya mengandung unsur-unsur kimia yang antara lain ; Acid, Alcohols (Monoterpenols and Sesquiterpenols), Aldehydes, Coumarins, Esthers, Ketones, Lactones, Terpenes (Monoterpenes and Sesquiterpenes), Oxides, Phenols yang mana semakin tinggi kadar persentase bahan aktif, akan semakin efektif dan efisien dalam memberikan manfaat baik bagi pengguna minyak esensial.

Pakar Therapeutic Oil, Maria Satiaputri menyampaikan, Istilah therapeutic essential oil merujuk pada minyak esensial atau atsiri yang memiliki kualitas terapi yang dapat memberikan manfaat baik untuk kesehatan secara fisik maupun mental.

“Untuk memastikan manfaat baik ini, minyak esensial dipilih secara hati-hati oleh praktisi aromatheraphy dengan mempertimbangkan beberapa faktor seperti kemurnian, kandungan serta kualitas,” ungkap Maria, seperti rilis yang diterima Vemale.com

Lebih lanjut, Maria juga menjelaskan, zat-zat tersebut diatas dapat memilki kemampuan anti septik, anti bakteria, sedative, immune system booster, menyegarkan, menenangkan, mengatasi stress, anti oksidan, serta menangkal penyerapan radikal bebas. Zat-zat ini pula yang memberikan aroma & warna yang khas pada essential oil.

Produk minyak esensial yang beredar dipasaran saat ini umumnya terdiri dari 4 jenis, yakni:

1. Synthetic Oil : ini merupakan jenis esensial oil yang sama sekali tidak menggunakan unsur tanaman di dalamnya (sintetis)
2. Extended Oil : jenis ini merupakan penambahan campuran lain seperti vegetable oil, esensial oil lain yang lebih murah, alcohol atau solvent lainnya dan melalui proses alterasi di dalam laboratorium untuk menghasilkan bau-bauan yang lebih harum.
3. Food grade : essential oil yang sepenuhnya berasal dari tanaman, namun tidak seluruhnya mengandung komponen therapeutic dan ditujukan untuk menambah rasa dan aroma dalam industri makanan.
4. Therapeutic oil : serupa dengan Food Grade, hanya saja jenis esensial ini merupakan grade dengan kemurnian tertinggi, dimana dibutuhkan setidaknya 60 bunga segar untuk menghasilkan satu tetes minyak atsiri jenis Therapeutic. Kepadatan molekul minyak atsiri tingkat Therapeutic lebih terkonsentrasi. Jenis ini memiliki manfaat lebih dalam hal keseimbangan kesehatan fisik, mental dan emosional serta spiritual.

“Penggunaan ‘Therapeutic Oil’ sendiri tentunya sangat cocok bagi masyarakat khususnya di kota-kota besar yang padat mobilisasi serta rentan dengan stress yang menyebabkan kondisi seseorang mudah terserang berbagai penyakit,” tutupnya.

(vem/asp)
What's On Fimela

Tag Terkait